MANAGED BY:
SENIN
24 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Jumat, 21 Juni 2019 16:54
Pemda Harus Seriusi Pengembangan Pangan Lokal
KUALITAS LEBIH BAIK: Petani di Bulungan sedang memantau lahan sawahnya agar terhindar dari hama.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Peningkatan produksi pangan lokal membutuhkan faktor pendorong, agar target yang dicapai dan realisasi di lapangan bisa berjalan baik.

Karena itu, anggota Komisi II DPRD Kaltara Rahman Padengka menyarankan produksi pangan lokal harus mendapat perhatian serius. Karena dia melihat pertumbuhan produksi pangan lokal dapat mengalami percepatan jika pemerintah bisa mengintervensi kondisi pasar dan menjamin pangan lokal menjadi konsumsi masyarakat Kaltara.

“Bisa juga dengan membuat program untuk mengembangkan pangan lokal bekerja sama dengan kabupaten/kota,” ujarnya, kemarin (20/6).

Selain itu, dia juga menyarankan agar pengembangan SDM perlu diperhatikan. Karena selama ini, kata dia, masyarakat belum sepenuhnya mengelola pangan lokal. Meski, pemerintah telah menyiapkan yang dibutuhkan, mulai dari bibit sampai peralatan.

Kata dia, sektor pertanian sangat menjanjikan. Apalagi, jika dikelola dengan baik akan memberi kontribusi kepada daerah.

Secara terpisah, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, Diana Risawati mengatakan, kerja sama antarmasyarakat, petani, perangkat desa hingga pemerintah, baik kabupaten/kota maupun provinsi memang diperlukan.

“Sebelumnya saya sudah pernah mengatakan jika kami berupaya membentuk koperasi petani. Itu upaya kita mengembangkan pangan lokal,” ujarnya.

Untuk membentuk koperasi petani, diakuinya diperlukan SDM yang benar-benar paham. Pentingnya SDM yang mampu mengembangkan komoditas pertanian terlebih pangan lokal, dimaksudkan agar koperasi tersebut benar-benar berjalan dengan baik. Hal itu menjadi salah satu faktor penunjang koperasi petani bisa bermanfaat untuk masyarakat.

“Ada faktor utama yang jadi perhatian, baik sisi komuditas, luas lahan dan produktivitas. Ada juga kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar ini dilihat dari apa yang dicari masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, meningkatkan pangan lokal agar menjadi kebutuhan masyarakat adalah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Sebab, selama ini masyarakat masih mengonsumsi pangan dari luar. “Memang kita harus mengonsumsi pangan lokal. Namun, harus ada ketersediaan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Jumat, 29 November 2019 22:26

Voucher Game yang Gampang Dibeli Secara Online

Tidak ada perusahaan yang tidak mau cari untung. Begitu pula…

Kamis, 21 November 2019 20:12

Tujuh Atraksi Menarik yang Wajib Dikunjungi di Padang

Ketika ada yang menyebut Sumatera, tempat pertama yang sering terlintas…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51

SOA Barang Bakal Lebih Awal

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) barang pada tahun…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:17

Berharap Ada Terobosan Ekonomi

TARAKAN – Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin resmi dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 19:00

Produk Pelaku Usaha Wajib Bersertifikat Halal

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan wajib sertifikasi halal dikeluarkan oleh Badan…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:57

Rp 5 M Dikawal TNI AL

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) mendistribusikan Rp 5 miliar ke…

Rabu, 16 Oktober 2019 18:05

Target PAD 105 Persen

PENDAPATAN asli daerah (PAD) Kaltara sejauh ini telah mencapai Rp…

Selasa, 15 Oktober 2019 18:48

Pembenihan Akan Dibuatkan Aturan

TARAKAN – Tempat-tempat pembenihan kepiting di Tarakan mendapat pengawasan Balai…

Jumat, 11 Oktober 2019 19:04

Tengkayu I Sumbang Rp 5 M Per Tahun

TANJUNG SELOR – Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi salah satu…

Kamis, 10 Oktober 2019 18:30

Yakin Warga Akan Terbiasa Transaksi Non Tunai

TARAKAN – Penerapan transaksi non tunai di kawasan kuliner depan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers