MANAGED BY:
JUMAT
23 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 04 Juli 2019 03:02
Korbankan Diri untuk Mengamankan Warga

Suka Duka 85 Anggota Sabhara Nusantara saat Bertugas di Jakarta

SIMBOLIS: Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit menyerahkan hadiah sepeda motor kepada Bribda Ryan Aldy di Mapolres Tarakan, Selasa (2/7).

PROKAL.CO, class="p1">85 anggota anggota Polda Kaltara dari berbagai satuan yang tergabung dalam Sabhara Nusantara, menjadi saksi pengamanan ibu kota Jakarta, khususnya saat aksi demo memprotes hasil Pilpres 2019, beberapa waktu lalu. 

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan 

 

Rasa bahagia diluapkan 85 anggota Sabhara Nusantara asal Polda Kaltara saat tiba di Mapolres Tarakan, Selasa (2/7), untuk kembali ke kesatuannya. Mereka bisa berkumpul lagi dengan keluarga dan rekan-rekannya setelah kurang lebih dua bulan ditugaskan di Jakarta, guna mengamankan tahapan pemilu 2019. 

Tugas yang dianggap cukup melelahkan. Karena suasana yang dirasakan berbeda dengan Kalimantan Utara yang cukup kondusif. Tenaga mereka pun terkuras karena mengamankan kondisi ibu kota hingga malam hari, dari ancaman yang membahayakan ibu kota. 

Kondisi itu ditambah faktor cuaca yang kurang bersahabat. Sehingga berdampak pada kondisi kesehatan sebagian anggota Polda Kaltara. 

“Sampai di sana (Jakarta) cuacanya cukup menyedihkan. Kami diserang batuk, diserang demam, diserang flu, bahkan ada yang diserang tomcat,” tutur Aiptu Sayid Toha, di hadapan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit dan tamu undangan, saat menghadiri penjemputan anggota Sabhara Nusantara di Mapolres Tarakan. 

Namun, anggota Polda Kaltara yang sehari-harinya bertugas di Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dir Bimas) itu, mengaku tetap melaluinya dengan senang hati. Terlebih selama bertugas, dia dan rekan-rekannya diperhatikan Kapolda Kaltara. 

Selama di Jakarta, Kapolda Brigjen Pol Indrajit dua kali mengunjungi dan melihat kondisi mereka. Untuk memberi semangat dan motivasi. Cara itu mampu membangkitkan semangatnya dan rekan-rekannya untuk tetap melaksanakan tugas. 

Sayid kemudian sedikit menceritakan pengalamannya di Jakarta. Menurutnya, setiap hari, dia dan rekan-rekannya hanya bertugas melakukan pengamanan dari pagi hingga malam. 

“Berangkat jam 7 pagi sampai sore, berangkat malam, terus. Begitu keluar digeser lagi ke berapa titik-titik. Alangkah capeknya manusia ini, kami bukan robot. Capek, lemah, itu manusiawi, tetapi demi tugas bangsa dan negara, itu kami hilangkan,” tuturnya. 

Selama melakukan pengamanan, Sayid mengaku bahwa Kapolri telah menginstruksikan agar seluruh aparat keamanan tidak boleh dibekali dengan peluru tajam, untuk menghindari korban jiwa di pihak masyarakat. 

“Kita diberikan peluru hampa, peluru karet, dan peluru gas air mata. Karena yang kita hadapi adalah masyarakat, warga kita,” jelasnya. 

Meski sebagai aparat keamanan, namun dalam menghadapi masyarakat, Sayid mengaku lebih mengedepankan sikap sopan dan tetap senyum. Termasuk ketika menghadapi tiga ibu-ibu yang akan melalui jalan yang sudah ditutup oleh aparat. 

Di balik kisah duka, Sayid merasa bangga ikut dalam penugasan di Jakarta. Salah satunya karena seragam yang dikenakannya ditambah dengan bendera Merah Putih yang ternyata hanya anggota Sabhara Nusantara asal Polda Kaltara saja yang mengenakannya, dan akhirnya diikuti aparat keamanan lainnya dari satuan lain. 

“Kenapa pakai itu, karena kami cinta NKRI. Jadi sekarang sudah mulai ikut, begitu mau pulang, tak pikir teman saya. Akhirnya ikut-ikut juga mereka. Enggak apa-apa, kita punya ide, mereka ikut, alhamdulillah,” tuturnya. 

Sementara Bribda Ryan Aldy justru sempat mendapatkan luka saat mengamankan seorang pengendara motor di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan.

Awalnya, dibeberkan Ryan, dia yang ditugaskan di Polres Jakarta Selatan, melakukan patroli cipkon bersama tim Eagle One dan anggota Polres Jaksel. Dia dan rekan-rekannya kemudian diarahkan ke wilayah Manggarai untuk mengamankan tawuran, setelah sebelumnya aparat mendapat laporan dari masyarakat.

“Kita diarahkan ke wilayah tersebut. Kemudian sampai di TKP (tempat kejadian perkara), di terowongan Manggarai, di situ suasana sudah sangat kacau,” ujar Ryan menceritakan di depan Kapolda. 

Ryan kemudian masuk ke dalam terowongan Manggarai yang di dalamnya sudah ada sejumlah warga. Tiba-tiba seorang pengendara motor melintas di terowongan itu. Namun, dijatuhkan oleh warga tepat di depannya. Tak pelak, pengendara tersebut menjadi sasaran keroyokkan warga. 

Namun, Ryan sebagai aparat keamanan, tidak tinggal diam dengan berusaha mengamankan pengendara tersebut dari keroyokkan warga. Tapi, justru Ryan yang menjadi korban dari rencana jahat salah satu warga yang ternyata membawa senjata tajam.  

“Jadi saya melerai dibantu dengan orangtua warga di situ. Setelah saya melihat ada peluang, saya tarik si korban, kemudian saya rangkul menggunakan tangan kanan. Setelah itu dari depan, ada seorang pemuda, saya kira mau mukul si korban ini, jadi saya tarik sedikit, ternyata di tangannya itu ada sajam (senjata tajam),” bebernya.  

Demi melindungi pengendara motor tersebut, Ryan harus merelakan tangan kanannya terkena sajam yang akhirnya mendapatkan enam jahitan. 

“Saya lihat orangnya, saya tangkap, lepas, dilepas oleh temannya, kemudian saya ditahan oleh temannya. Sudah pak, sudah pak. Pelaku tadi lari, setelah itu kita melakukan pengejaran tidak dapat. Saya langsung dibawa ke klinik,” bebernya. 

Kisah heroik Ryan ini diapresiasi Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit dengan memberikan hadiah sepeda motor. “Untuk mengamankan warga dia mengorbankan diri. Akhirnya kita mengapresiasi,” ujar Indrajit. 

Sementara untuk seluruh anggota Sabhara Nusantara asal Polda Kaltara yang bertugas, Kapolda memberikan libur selama seminggu, agar dapat melepas penat dan kangen dengan keluarga. 

“Karena dua bulan dia enggak libur. Kita kasih liburlah untuk menghilangkan kembali rasa lelah mereka,” tutur jenderal polisi bintang satu ini. (*/udi)


BACA JUGA

Kamis, 22 Agustus 2019 13:28

Bawa Sampel Ikan ke Surabaya

TARAKAN – Tim gabungan dari Balai Karantina Ikan dan Pengendalian…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:27

Hanya 55 Bidang Penuhi Syarat

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara mengusulkan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:25

Puluhan Ribu PBI APBN Dinonaktifkan

TARAKAN – Masyarakat Kalimantan Utara terkena imbas dari kebijakan pemerintah…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:24

Rp 4,3 Miliar PBBKB Diselamatkan

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:24

Penghuninya Ribuan, Usulan Lapas Tak Kunjung Direspons

TANJUNG SELOR – Usulan penambahan lembaga pemasyarakatan atau lapas di…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:23

Pengadaan dan Perizinan Rawan Praktik Korupsi

TARAKAN – Pengadaan barang dan jasa, serta perizinan menjadi perhatian…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:22

September Diluncurkan

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI telah mengeluarkan Peraturan KPU (PKPU)…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:03

Kurir asal Malaysia Diciduk di Sebatik

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba) Polda Kaltara berhasil…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:02

Loka POM Temukan Produk Palsu

TARAKAN – Penjualan produk kecantikan yang tidak layak edar tidak…

Rabu, 21 Agustus 2019 20:57

Air Baku Mulai Menyusut

TARAKAN – Hujan yang jarang mengguyur Tarakan akhir-akhir ini, berimbas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*