MANAGED BY:
SELASA
17 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Jumat, 05 Juli 2019 20:59
Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak
BAHAS KESEHATAN: Dinas Kesehatan Kaltara menggelar rakor teknis kesehatan masyarakat di Hotel Crown Tanjung Selor, Kamis (4/7).

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Angka kematian ibu, terus diupayakan Dinas Kesehatan Kaltara turun dari tahun ke tahun. Meski, angka kematian ibu di provinsi ke-34 ini tidak tinggi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kaltara, Lucas Sarapang menyebutkan, hingga 2019 angka kematian ibu dan anak mulai menunjukkan penurunan. 

Pada 2017 lalu, kata dia, terdapat 24 kasus angka kematian ibu dan anak. Kemudian mengalami penurunan sebanyak 11 kasus di 2018 lalu. “2019 ini kita upayakan menurun lagi,” ujarnya pada rakor teknis kesehatan masyarakat, Kamis (4/7).

Beberapa hal yang dilakukan pihaknya menekan angka kematian ibu dan anak, di antaranya menganjurkan ibu hamil minum tablet penambah darah sesuai anjuran dokter. Ibu hamil juga dianjurkan mengontrol kehamilan minimal 4 kali selama masa kehamilan. 

“Kami juga menganjurkan RSUD memberikan pelayanan kesehatan setelah melahirkan. Setiap ibu hamil juga harus merencanakan persalinannya,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta ibu hamil mempersiapkan diri ketika terjadi pendarahan. Antisipasi pendarahan bisa dilakukan dengan meminta 4 orang pendonor yang golongan darahnya sama dengan ibu hamil. 

“Ini harus disiapkan. Pendonor ini harus diperiksa juga. Apakah sehat dan boleh mendonor atau tidak,” ujarnya.

Untuk daerah yang jauh dari kota, kata dia, harus ada fasilitas kesehatan seperti rumah tunggu kelahiran. Setiap puskesmas yang ada di wilayah perdesaan dapat menyediakan rumah tunggu tersebut. Nantinya, ibu hamil akan tinggal di rumah tersebut dengan dirawat oleh tenaga kesehatan. Hal itu juga berkaitan dengan antisipasi pendarahan bagi ibu hamil. Ketika terjadi pendarahan, kata dia, dapat ditangani dengan cepat tanpa harus melakukan perjalanan menuju puskesmas atau rumah sakit.

“Ketika terjadi pendarahan, harus ditangani dalam kurun waktu 2 jam. Lebih dari itu berisiko meninggal,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*