MANAGED BY:
SENIN
14 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 09 Juli 2019 14:08
Okupansi Hotel Hanya 20 Persen

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tarakan mendatangi gedung wakil rakyat, Senin (8/7).

Mereka mengeluhkan turunnya tingkat okupansi hotel di Tarakan, yang salah satu penyebabnya diduga karena dampak berkurangnya kegiatan berskala nasional di Kalimantan Utara.

“Sekarang okupansi lagi sepi. Kami minta bantuan dari Pemkot (Tarakan) gimana bisa fasilitasi supaya mengundang atau membuat acara-acara yang sifatnya bisa menyedot banyak pengunjung ke Tarakan. Biar okupansi rate bisa terbantu,” ujar Ketua PHRI Tarakan Kipi usai bertemu anggota DPRD.

Menurutnya, adanya kegiatan skala besar di Tarakan sangat memengaruhi tingkat okupansi hotel. Misal, kata dia, Seleksi Tilawatir Quran (STQ) dan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi saat ini, kata dia, dampaknya berpengaruh pada usaha perhotelan. Tingkat okupansi setiap hotel saat ini, menurutnya, hanya mencapai 20 persen.

Dia menilai persentase itu masih rendah. Bahkan, mengancam usaha perhotelan. Saat ini pun, kata dia, sudah ada beberapa hotel di Tarakan yang berganti kepemilikan. “Itu juga bukti okupansinya sangat kecil,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan soal minimnya sosialisasi peraturan. Sehingga, berdampak pada upaya pihak hotel untuk mengurus perizinan.  Seperti peraturan tentang penggunaan frekuensi HT.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto yang hadir dalam pertemuan itu, juga menyatakan bahwa ketika okupansi antara 20 – 30 persen sangat bagi usaha perhotelan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia, melalui promosi pariwisata di tingkat nasional dengan bantuan pemerintah pusat. “Bagaimana caranya kita ada kegiatan-kegiatan promosi yang nanti kalau perlu kita juga bersama-sama mencari jalan, agar promosi pariwisata ini juga ditangani nasional,” ujarnya.

Menurut Effendhi Djuprianto, tingkat okupansi hotel mestinya bisa mencapai 80 persen untuk bisa menjadikan usaha perhotelan berjalan baik. Untuk mencapai itu, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, tapi kerja sama semua pihak. Termasuk pemerintah pusat. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Minggu, 25 Agustus 2019 20:49

Kaltara Perluas Pasar Ekspor Buah

TANJUNG SELOR — Hasil perkebunan di Kaltara masih bisa bersaing…

Minggu, 25 Agustus 2019 20:49

Kaltara Perluas Pasar Ekspor Buah

TANJUNG SELOR — Hasil perkebunan di Kaltara masih bisa bersaing…

Sabtu, 17 Agustus 2019 17:34

Rumah Murah Kena Dampak Pengurangan FLPP

TARAKAN – Rumah murah yang menjadi program pemerintah pusat, menjadi…

Kamis, 08 Agustus 2019 16:25

Lima BUMD Dibebankan PAD

TARAKAN – Lima peraturan daerah pembentukan BUMD telah disahkan melalui…

Kamis, 08 Agustus 2019 16:10

Pertumbuhan IMK Turun 5,76 Persen

TANJUNG SELOR – Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil…

Selasa, 06 Agustus 2019 19:48

Disperindag Pastikan Stok Aman

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil…

Selasa, 06 Agustus 2019 19:45

Konstruksi Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat pertumbuhan…

Senin, 05 Agustus 2019 15:22

11 Titik Budidaya Rumput Laut Ganggu Alur Pelayaran

TANJUNG SELOR – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara mencatat…

Minggu, 04 Agustus 2019 16:53

Dua Investor Siap Bebaskan Lahan

TANJUNG SELOR - Pembebasan lahan Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI)…

Minggu, 04 Agustus 2019 16:39

Kebutuhan Pokok Dijual Melebihi HET

TANJUNG SELOR - Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan UMKM Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*