MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 09 Juli 2019 14:08
Okupansi Hotel Hanya 20 Persen

PROKAL.CO,

TARAKAN – Pengusaha hotel yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tarakan mendatangi gedung wakil rakyat, Senin (8/7).

Mereka mengeluhkan turunnya tingkat okupansi hotel di Tarakan, yang salah satu penyebabnya diduga karena dampak berkurangnya kegiatan berskala nasional di Kalimantan Utara.

“Sekarang okupansi lagi sepi. Kami minta bantuan dari Pemkot (Tarakan) gimana bisa fasilitasi supaya mengundang atau membuat acara-acara yang sifatnya bisa menyedot banyak pengunjung ke Tarakan. Biar okupansi rate bisa terbantu,” ujar Ketua PHRI Tarakan Kipi usai bertemu anggota DPRD.

Menurutnya, adanya kegiatan skala besar di Tarakan sangat memengaruhi tingkat okupansi hotel. Misal, kata dia, Seleksi Tilawatir Quran (STQ) dan Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi saat ini, kata dia, dampaknya berpengaruh pada usaha perhotelan. Tingkat okupansi setiap hotel saat ini, menurutnya, hanya mencapai 20 persen.

Dia menilai persentase itu masih rendah. Bahkan, mengancam usaha perhotelan. Saat ini pun, kata dia, sudah ada beberapa hotel di Tarakan yang berganti kepemilikan. “Itu juga bukti okupansinya sangat kecil,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan soal minimnya sosialisasi peraturan. Sehingga, berdampak pada upaya pihak hotel untuk mengurus perizinan.  Seperti peraturan tentang penggunaan frekuensi HT.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tarakan Effendhi Djuprianto yang hadir dalam pertemuan itu, juga menyatakan bahwa ketika okupansi antara 20 – 30 persen sangat bagi usaha perhotelan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia, melalui promosi pariwisata di tingkat nasional dengan bantuan pemerintah pusat. “Bagaimana caranya kita ada kegiatan-kegiatan promosi yang nanti kalau perlu kita juga bersama-sama mencari jalan, agar promosi pariwisata ini juga ditangani nasional,” ujarnya.

Menurut Effendhi Djuprianto, tingkat okupansi hotel mestinya bisa mencapai 80 persen untuk bisa menjadikan usaha perhotelan berjalan baik. Untuk mencapai itu, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja, tapi kerja sama semua pihak. Termasuk pemerintah pusat. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 09:53

Harga Udang Windu Terjun Bebas

TARAKAN – Nasib para petani semakin tak menentu akibat harga…

Jumat, 29 November 2019 22:26

Voucher Game yang Gampang Dibeli Secara Online

Tidak ada perusahaan yang tidak mau cari untung. Begitu pula…

Kamis, 21 November 2019 20:12

Tujuh Atraksi Menarik yang Wajib Dikunjungi di Padang

Ketika ada yang menyebut Sumatera, tempat pertama yang sering terlintas…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51

SOA Barang Bakal Lebih Awal

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) barang pada tahun…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:17

Berharap Ada Terobosan Ekonomi

TARAKAN – Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin resmi dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 19:00

Produk Pelaku Usaha Wajib Bersertifikat Halal

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan wajib sertifikasi halal dikeluarkan oleh Badan…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:57

Rp 5 M Dikawal TNI AL

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) mendistribusikan Rp 5 miliar ke…

Rabu, 16 Oktober 2019 18:05

Target PAD 105 Persen

PENDAPATAN asli daerah (PAD) Kaltara sejauh ini telah mencapai Rp…

Selasa, 15 Oktober 2019 18:48

Pembenihan Akan Dibuatkan Aturan

TARAKAN – Tempat-tempat pembenihan kepiting di Tarakan mendapat pengawasan Balai…

Jumat, 11 Oktober 2019 19:04

Tengkayu I Sumbang Rp 5 M Per Tahun

TANJUNG SELOR – Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers