MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 13 Juli 2019 14:16
Keluarga Korban Akui Santunan Sudah Diberikan

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Santunan terhadap korban kebakaran di stasiun pengumpul utama gas G-8 yang dikelola PT Medco E&P Indonesia di Kelurahan Kampung Satu/Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, telah diberikan.

Kepastian telah diberikannya santuan disampaikan Masduki, keluarga korban meninggal dunia. Bahkan, Masduki menegaskan bahwa pihak perusahaan sangat peduli terhadap nasib ahli waris korban meninggal.

“Sebagian sudah ada dicairkan. Ini nanti (kemarin) sore katanya ada lagi untuk pencairan,” kata Masduki (12/7).

Ia sebagai keluarga korban, juga tetap memantau dan mengontrol proses pencairan santunan. Tidak hanya dari perusahaan tempat korban bekerja, ia juga mengaku bahwa ahli waris pun mendapatkan tali asih dari PT Medco E&P.

“Bahkan istrinya sudah tanda tangan dan kebutuhan anaknya untuk sekolah sudah jelas sampai di jenjang perguruan tinggi. Bahkan, untuk kebutuhan istrinya setiap bulannya itu ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur PT NKTI Rubia Nur Dewi, juga menegaskan bahwa pihaknya sudah memberikan santunan. NKTI merupakan perusahaan tempat korban bekerja. Dan, Rubia pun menegaskan pemberian santunan merupakan tanggung jawab pihaknya.

“Tadi pagi (kemarin pagi) saya juga sudah berkomunikasi dengan Pak Sondi (Pengawas dan Penyidik Disnakertrans Kaltara), untuk memberikan laporan progres,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Pernyataan keluarga korban dan pihak perusahaan, menepis pernyataan Pengawas dan Penyidik Disnakertrans Kaltara, Sondi Julianto. Kamis (11/7), Sondi menyatakan bahwa pihaknya memberi batas waktu 14 hari kepada pihak perusahaan untuk membayarkan hak pekerjanya yang menjadi korban kebakaran.

Namun, hingga batas waktu dua pekan, pihak perusahaan tidak mengindahkan. "Pekerja yang meninggal dunia sampai saat ini belum dibayarkan," ujar Sondi.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya kembali melayangkan nota peringatan pertama kepada perusahaan, agar secepatnya membayarkan hak pekerjanya. "Saya sudah ke kantor perusahaan itu, tapi selalu tutup. Jadi minggu ini kita keluarkan nota peringatan pertama,” ujarnya.

Nota peringatan pertama, kata dia, diberi batas waktu selama tujuh hari. Apabila dari batas waktu itu tetap tidak membayar hak pekerja. Maka, pihak perusahaan akan diberikan nota peringatan kedua. 

"Jika pihak perusahaan tetap tidak mau membayar, maka persoalan ini bisa naik status ke penyidikan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midyawan melalui Kasat Reskrim AKP Ganda Patria Swastika tidak mempersoalkan jika Disnakertrans Kaltara melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan kewenangannya di dalam aturan. 

Polres Tarakan sendiri telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut, karena tidak cukup bukti. “Kepolisian dalam hal ini Polres Tarakan mengenai dugaan kelalaian atau kecelakaan yang menyebabkan orang meninggal, sampai sekarang itu belum ada bukti baru yang bisa menunjukkan adanya kelalaian yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” ujar Ganda Swastika.

“Dari hasil proses penyelidikan yang sudah dilakukan oleh penyidik, untuk kelalaian itu bukan pada pihak perusahaan, karena pihak perusahaan sudah menjalankan semua standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan oleh undang-undang,” sambungnya.

Penyidik, lanjutnya, juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di tempat kejadian perkara, kemudian melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran, menyita beberapa barang bukti yang diduga berhubungan dengan kejadian, ditambah keterangan ahli K3. 

“Jadi dari hasil pemeriksaan saksi, didukung dengan keterangan ahli dan alat bukti, untuk proses kecelakaan itu memang bukan berada dari pihak perusahaan,” ujarnya. (mrs/uno/fen) 


BACA JUGA

Jumat, 16 Agustus 2019 16:08

Komitmen Lakukan Pendidikan dan Pembinaan Pramuka

MALINAU - Bupati Malinau Yansen TP dan Wakil Bupati Topan…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:07

Bulan Bakti RT Bersih 2019 Ditutup

MALINAU – Bulan Bakti RT Bersih Tahun 2019 di Kabupaten…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:05

Belum 100 Persen, Dinkes Agendakan Imunisasi

TARAKAN – Tiga penyakit menular berbahaya pada anak, yakni campak,…

Jumat, 16 Agustus 2019 16:01

Bea Cukai Tangkap Kapal Bermuatan Balpres

TARAKAN – Puluhan balpres berisi ambal dan barang lain seperti…

Jumat, 16 Agustus 2019 15:35

Ombudsman Masih Temukan Kekurangan

TARAKAN – Penerapan sistem operasional yang diberlakukan di Pelabuhan Tengkayu…

Selasa, 13 Agustus 2019 14:06

Hak Dewan Diterima Mulai September

TARAKAN – Hak anggota DPRD Tarakan periode 2019-2024 seperti gaji…

Senin, 12 Agustus 2019 15:14

KPU Usulkan Penundaan Pelantikan KH

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara telah melayangkan surat…

Jumat, 09 Agustus 2019 22:30

Paham Radikalisme Jadi Ancaman Persatuan

TARAKAN – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (Pakem)…

Jumat, 09 Agustus 2019 22:13

Sudah Tiga Titik Terjadi Karhutla

TARAKAN – Ancaman kebakaran lahan kembali “menghantui”. Karena di beberapa…

Kamis, 08 Agustus 2019 16:21

Antisipasi Serangan Teroris

TARAKAN – Latihan bersama Indonesia, Malaysia dan Filipina (Indomalphi) Middle…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*