MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 18 Juli 2019 14:46
Disperindagkop Kendalikan Harga Beras
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Komoditas beras menjadi penyumbang garis kemiskinan terbesar untuk komponen makanan di Kalimantan Utara (Kaltara). Ini berdasarkan rilis tingkat kemiskinan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara. Rilis BPS Kaltara pada Maret 2019 menyebutkan komoditi beras berkontribusi sebesar 24,85 persen di perkotaan dan 27,32 persen di perdesaan. Untuk itu dibutuhkan pengendalian harga atas komoditi beras.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Diperindagkop-UKM) Kaltara Hartono mengungkapkan pengendalian dilakukan dengan cara memantau harga komoditas pasar.

Dikatakannya, pemantauan dilakukan setiap hari kerja untuk mengetahui pergerakan harga. Hasil pemantauan itu dilaporkan langsung ke Kementerian Perdagangan. “Jadi harga bahan pokok diperbarui tiap hari. Jika ada gejolak yang cukup tajam, kita bisa langsung turun ke lapangan untuk mencari tahu penyebabnya,” kata Hartono.

Lanjutnya, khusus beras, pengaturan harga langsung dari pemerintah pusat, dengan harga eceran tertinggi (HET). “Bahan pokok lain yang diatur dengan HET itu minyak goreng, gula dan daging beku,” sebutnya.

Untuk diketahui, HET beras mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan No 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang penetapan harga eceran tertinggi beras. Disebutkan, untuk wilayah Kalimantan ditetapkan HET per kilogramnya sebesar Rp 9.950 untuk beras medium dan Rp 13.300 untuk beras premium.

Sementara untuk harga beras di Kaltara, sebut Hartono, sampai saat ini masih terjangkau oleh masyarakat. Untuk pasokannya masih mengandalkan suplai beras dari luar seperti Sulawesi dan Jawa Timur. Walau terbilang mahal dari beras luar, beras lokal Kaltara masih dapat dilihat di Kabupaten Malinau. “Kita dibantu oleh Bulog (Badan Urusan Logistik) untuk beras. Di mana ada daerah kekurangan, Bulog siap,” imbuhnya.

Tidak dipungkiri, ungkap Hartono, harga beras di pasaran masih ada yang melebihi HET. Tentunya menjadi perhatian pemerintah untuk terus mensosialisasikan HET beras kepada pedagang. “Alasannya biaya angkut pelabuhan masih sangat tinggi,” tutup Hartono. (humas)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 19:36

RS Tipe B Tetap Dibangun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:35

Pemprov dan BP2W Seriusi Pembangunan 2 PLBN

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

LPPOM MUI Diminta Kerja Nyata

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

Pejabat Tinggi Pratama Akan Ditentukan PPK

TANJUNG SELOR – Setelah menjalani seleksi terbuka pada 3 lowongan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:37

Gubernur Akan Surati Menteri ATR

GUNA memudahkan proses koordinasi, komunikasi dan konfirmasi terkait proses keagrariaan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:36

Kuota Sertifikasi Lahan Tambak Ditarget 1.500

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan penerbitan sertifikat…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:35

Pembebasan Lahan Bandara Ditarget Cepat Selesai

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:34

Pencatatan dan Pengamanan Aset Jadi Penekanan Gubernur

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menekankan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

PKSN, Jalan Lingkar dan Gas Kota Masuk Major Project

BALIKPAPAN – Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

Kalimantan Harus Bertransisi ke Industri Hilirisasi

BALIKPAPAN – Pada 5 tahun ke depan, tepatnya pada masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*