MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Jumat, 19 Juli 2019 14:43
Kapolri Akui Ada Peranan Gubernur

Markas Polda Kaltara Diresmikan

PERESMIAN: Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menuju Mapolda Kaltara, kemarin (18/7) siang.

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak memungkiri terbentuknya Polda Kaltara salah satunya adalah atas usaha keras Gubernur Dr H Irianto Lambrie.

“Beliau (Irianto) beberapa kali menemui saya. Baik di kantor hingga rumah dinas. Meminta untuk segera dibentuk polda di Kaltara. Beliau menyampaikan dengan rinci, alasan-alasannya untuk meyakinkan saya. Salah satunya adalah kondisi geografis, jika harus ke Balikpapan (Polda Kaltim) memerlukan waktu dan biaya tinggi. Lama-lama saya merasa tertekan juga. Dan, akhirnya setelah kita pertimbangkan, terbentuk-lah Polda Kaltara pada awal 2018 lalu,” beber Kapolri pada peresmian Markas Polda Kaltara di Jl. Komjen M. Yasin, Kilometer 9 Desa Bumi Rayahu, Tanjung Selor, Kamis (18/7).

Kapolri pun menyampaikan sedikit kronologis terbentuknya Polda Kaltara. Selain atas “desakan” Gubernur, terbentuknya Polda Kaltara juga karena berbagai pertimbangan. Di antaranya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Pertimbangan lain karena posisi Kaltara yang berada di perbatasan negara sehingga sangat rawan terhadap gangguan keamanan, maupun tindakan ilegal lainnya,” ujarnya.

Kedatangannya ke Kaltara, kemarin, adalah untuk yang kedua kalinya. Pertama dilakukan pada akhir 2017. Selain untuk melihat kondisi Kaltara sebagai provinsi baru, kedatangannya kala itu juga ingin mengecek kesiapan Kaltara untuk layak tidaknya dibentuk polda.

“Ketika itu saya bersama Pak Gubernur, juga Pak Wagub (Wakil Gubernur) dan Ketua DPRD dibawa ke sini (Mako Polda Kaltara). Jujur, saat itu saya melihat kondisi bangunan ini merasa pesimis. Karena berada jauh dari kota, kondisinya juga belum layak. Di depan itu (halaman Polda) berlumpur. Tapi hari ini saya datang untuk kedua kalinya, merasa kaget sekaligus malu. Ternyata sekarang bangunan itu, menjadi sebuah gedung yang representatif. Sangat bagus dan layak,” kata Tito.

Semula dirinya memang kurang yakin, mengingat untuk membentuk polda membutuhkan biaya yang besar. “Saya sempat bingung. Membentuk polda baru, biaya besar. Namun alhamdulillah, atas usaha Pak Gubernur juga meyakinkan saya, sekaligus membantu meyakinkan ke kementerian terkait, Polda Kaltara akhirnya bisa berdiri dan sekarang sudah memiliki gedung perkantoran sendiri,” ucapnya.

Selain Markas Polda Kaltara, Kapolri juga meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara di Tarakan dan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara di Malinau. Kedua fasilitas itu merupakan hibah dari pemerintah daerah setempat. Kapolri pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan juga masyarakat Kaltara yang banyak membantu Polda Kaltara.

“Kami sangat berterima kasih. Ini bisa menjadi sejarah. Polda Kaltara merupakan satu-satunya polda di Indonesia yang dibangun bukan dari anggaran pusat. Namun atas bantuan semua pihak di daerah,” kata Kapolri.

Seperti diketahui, Markas Polda Kaltara menggunakan bangunan hibah Pemkab Bulungan. Kemudian untuk rehab bangunan, berikut fasilitas pendukungnya melalui APBD Kaltara 2018 lalu sebesar Rp 21 miliar. Juga ada ada beberapa bangunan dan fasilitas yang merupakan bantuan melalui coorporate social responbility (CSR) beberapa perusahaan di Kaltara.

Sementara itu, Gubernur Dr H Irianto Lambrie atas nama Pemprov dan masyarakat Kaltara, berterima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kehadiran Kapolri untuk yang kedua kalinya.

Irianto menegaskan, Pemprov Kaltara akan memberikan dukungan penuh keberadaan Polda. Hal ini, karena kaitan erat dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Termasuk juga dalam hal pelayanan.

“Keamanan sangat penting. Tak hanya memberikan rasa keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat. Namun juga mendukung investasi di Kaltara. Jika daerah kita aman, investor tidak segan untuk masuk. Sebaliknya jika daerah tidak aman, akan sulit mendatangkan investasi,” kata Irianto.

Tak hanya kepada Polri, dukungan juga diberikan kepada TNI, dan institusi lain yang ada di daerah. (humas)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 19:36

RS Tipe B Tetap Dibangun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:35

Pemprov dan BP2W Seriusi Pembangunan 2 PLBN

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

LPPOM MUI Diminta Kerja Nyata

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

Pejabat Tinggi Pratama Akan Ditentukan PPK

TANJUNG SELOR – Setelah menjalani seleksi terbuka pada 3 lowongan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:37

Gubernur Akan Surati Menteri ATR

GUNA memudahkan proses koordinasi, komunikasi dan konfirmasi terkait proses keagrariaan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:36

Kuota Sertifikasi Lahan Tambak Ditarget 1.500

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan penerbitan sertifikat…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:35

Pembebasan Lahan Bandara Ditarget Cepat Selesai

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:34

Pencatatan dan Pengamanan Aset Jadi Penekanan Gubernur

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menekankan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

PKSN, Jalan Lingkar dan Gas Kota Masuk Major Project

BALIKPAPAN – Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

Kalimantan Harus Bertransisi ke Industri Hilirisasi

BALIKPAPAN – Pada 5 tahun ke depan, tepatnya pada masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*