MANAGED BY:
SABTU
24 AGUSTUS
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Jumat, 19 Juli 2019 14:45
Pemprov Kenalkan Bahaya Rabies ke Pelajar
KIE RABIES: Asisten III Setprov Kaltara H Zainuddin HZ bersama peserta KIE Zoonosis Rabies, Kamis (18/7).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pengenalan dan pencegahan bahaya rabies, menjadi sasaran Pemprov Kaltara dalam upaya pemberantasan penyakit tersebut. Bahaya rabies diperkenalkan kepada pelajar.

“Walaupun rabies dapat dicegah, tidak dapat diobati jika sudah muncul gejala. Dengan kata lain, rabies tergolong penyakit yang sangat mematikan bila sudah terinfeksi virusnya,” kata Asisten III Setprov Kaltara H Zainuddin HZ saat membuka Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Zoonosis Rabies di ruang pertemuan Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (18/7).

Untuk penularan penyakit yang disebut juga penyakit anjing gila ini adalah air liur yang masuk ke tubuh melalui gigitan hewan yang terinfeksi. “Anjing menjadi reservoir virus dan sumber 99 persen infeksi rabies ke manusia. Hewan penular rabies (HPR) lainnya yaitu kucing, monyet, musang, dan kelelawar,” urainya.

Penularannya bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada hewan berdarah panas seperti sapi, kambing, dan ayam. “Hal ini jika dihubungkan dengan struktur sosial budaya kita yang setiap hari hidup berdampingan dengan hewan peliharaan dan ternak, terutama kepada anak-anak yang sering bermain anjing peliharaan. Tentulah ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Zainuddin.

Di Kaltara, secara umum kondisi Rabies masih terkendali. Khususnya, Bulungan sudah tak ada lagi perkembangan kasus sejak dilakukannya pemusnahan terhadap anjing yang menggigit beserta anaknya 7 ekor pada Januari 2019. “Sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian (Mentan) RI No. 776/Kpts/PK.320/11/2018, Pulau Tarakan, Nunukan dan Sebatik telah dinyatakan bebas rabies secara historis. Artinya, tidak pernah terjadi kasus rabies di ketiga pulau tersebut,” ujarnya.

SK ini menjadi pedoman hukum bagi Pemprov Kaltara untuk meningkatkan pengawasan terhadap penyakit rabies, terutama untuk lalu lintas hewan penular rabies.(humas)


BACA JUGA

Jumat, 23 Agustus 2019 19:36

RS Tipe B Tetap Dibangun

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:35

Pemprov dan BP2W Seriusi Pembangunan 2 PLBN

TANJUNG SELOR – Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

LPPOM MUI Diminta Kerja Nyata

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Jumat, 23 Agustus 2019 19:34

Pejabat Tinggi Pratama Akan Ditentukan PPK

TANJUNG SELOR – Setelah menjalani seleksi terbuka pada 3 lowongan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:37

Gubernur Akan Surati Menteri ATR

GUNA memudahkan proses koordinasi, komunikasi dan konfirmasi terkait proses keagrariaan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:36

Kuota Sertifikasi Lahan Tambak Ditarget 1.500

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menargetkan penerbitan sertifikat…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:35

Pembebasan Lahan Bandara Ditarget Cepat Selesai

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Dinas Perhubungan…

Kamis, 22 Agustus 2019 13:34

Pencatatan dan Pengamanan Aset Jadi Penekanan Gubernur

BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menekankan…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

PKSN, Jalan Lingkar dan Gas Kota Masuk Major Project

BALIKPAPAN – Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024,…

Rabu, 21 Agustus 2019 21:10

Kalimantan Harus Bertransisi ke Industri Hilirisasi

BALIKPAPAN – Pada 5 tahun ke depan, tepatnya pada masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*