MANAGED BY:
MINGGU
15 DESEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 01 Agustus 2019 13:46
BPN Temukan Pelanggaran RTRW

Warga Bangun Rumah di Kawasan Hutan Lindung

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menemukan 4 titik pelanggaran tata ruang di Kaltara. Yakni, adanya permukiman di wilayah hutan lindung.

Kepala Seksi (Kasi) Penertiban Wilayah III Kementerian ATR/BPN, Tondi Satria Harahap mengungkapkan, kasus tersebut ditemukan di Tarakan. Bahkan, dia menyebut ada tambang galian C di kawasan hutan lindung.

“Hutan lindung fungsinya memberikan keharmonisan lingkungan. Intinya tata ruang. Pemerintah pusat menetapkan lokasi yang dimaksud adalah hutan lindung. Namun pada kenyataannya di lapangan titik itu bukan lagi kawasan hutan lindung,” ujarnya, Rabu (31/7).

Menyikapi temuan tersebut, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Pemprov Kaltara dan Pemkot Tarakan. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), kata dia, harus sesuai dengan kondisi di lapangan dan perlu dikendalikan.

“Pembangunan harus disesuaikan. Ini yang coba kami perbaiki,” ujarnya.

Selama ini, lanjutnya, apa yang ada di lapangan belum sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Sama halnya dengan RTRW di Kaltara yang selama ini tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Kami akui masih banyak masyarakat yang tidak tahu rencana tata ruang dan melakukan pembangunan di lokasi yang menjadi kawasan hutan lindung. Seharusnya kita melakukan penanganan dengan memberikan sanksi. Karena imbasnya ke masyarakat juga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR-Perkim) Kaltara, Panji Agung mengatakan, temuan dari Kementerian ATR/BPN akan dikoordinasikan dengan Pemkot Tarakan.

Pihaknya pun akan melakukan tindakan dengan memberikan teguran dan pembinaan. “Percuma dokumen RTRW dibuat namun tidak ditegakan. Misalnya, hutan lindung dibangun rumah dan sebagainya itu jelas pelanggaran. Jika tidak ditindak dan diperingatkan bisa timbul dampak sosial,” ujarnya.

Soal di mana saja lokasi hujan lindung yang dibangun permukiman, Panji enggan berkomentar. “Yang jelas ada 4 titik. Takutnya timbul persoalan baru lagi. Jadi kami akan bahas lagi nanti dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Tarakan beserta Wali Kota Tarakan,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Senin, 09 Desember 2019 14:01

Intake Sungai Buaya Bakal Dipindahkan

TANJUNG SELOR – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Danum Benuanta…

Sabtu, 07 Desember 2019 18:42

Rekrutmen Jabatan Terbuka

TANJUNG SELOR - Jabatan Kapolsek Sembakung, Kabupaten Nunukan, merupakan hasil…

Sabtu, 07 Desember 2019 18:40

THM Jadi Target Razia Narkoba

TARAKAN - Tempat hiburan malam (THM) dimungkinkan terjadinya penyalahgunaan narkotika.…

Jumat, 06 Desember 2019 15:24

Realisasi PKB Tersisa 3 Persen

TANJUNG SELOR - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengelolaan Pajak…

Jumat, 06 Desember 2019 15:23

BETAH KALI YA..!! Pria Ini Oktober Keluar Penjara, Desember Masuk Lagi

TARAKAN – Pernah hidup di dalam penjara dan baru keluar…

Selasa, 03 Desember 2019 17:28

Bakal Cakep, Sekolah Ini Dikucur Rp 21 M

TARAKAN – Pembangunan gedung SMPN 7 kembali dilanjutkan pada tahun…

Senin, 02 Desember 2019 14:11

Tarakan Potensi Diguyur Hujan Lebat

TARAKAN – Wilayah Tarakan dalam beberapa hari ini diguyur hujan…

Senin, 02 Desember 2019 14:09

Pemuda Diajak Melawan Hoaks

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kaltara…

Senin, 02 Desember 2019 14:00

Parkir Berlangganan Tunggu Perda

TARAKAN – Rencana penerapan e-Parkir saat ini sambil memantapkan persiapan…

Sabtu, 30 November 2019 17:18

Promosikan Jabatan Setiap Guru Berprestasi

MALINAU - Usai mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.