MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Selasa, 06 Agustus 2019 19:48
Disperindag Pastikan Stok Aman
AMAN: Ketersediaan kebutuhan pokok di pasaran dipastikan Disperindagkop mencukupi hingga Iduladha.

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara memastikan kebutuhan bahan pokok tidak kosong jelang Iduladha.

Kasi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Disperindagkop-UKM Kaltara, Septi Yustina mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa distributor agar stok aman hingga Iduladha.

Dari keterangan beberapa pedagang di Pasar Induk Tanjung Selor yang diperoleh pihaknya, juga menyatakan stok kebutuhan pokok mencukupi. "Setiap hari kami melakukan pemantauan dan mencatat harga-harga di pasar," ujarnya.

Menurutnya, jelang Iduladha ada potensi kenaikan harga. Oleh sebab itu, pengawasan dilakukan lebih ketat. Apalagi, sebelumnya terjadi kenaikan harga. Misal, kata dia, cabai yang sempat dijual Rp 100 ribu per kilogram.

“Tapi (kenaikan harga, Red) itu tidak lama. Saat ini sudah normal Rp 65 ribu sampai Rp 70 ribu. Kemudian, untuk komoditas lain seperti bawang tidak terlalu signifikan naiknya," ujarnya.

Terkait harga daging ayam yang sempat naik dari distributor, dia memastikan sudah kembali normal. "Memang sempat naik harga daging ayam. Setelah dilakukan pertemuan dengan distributor dan beberapa pihak lainnya, disepakati harga jual tetap Rp 29 ribu per kilogram. Jadi, harga di tingkat pedagang itu Rp 45 ribu. Jika di atas harga yang ditetapkan, maka akan ditindak," ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers