MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 14 Agustus 2019 14:13
Perbuatan MN Dikecam

DP3AP2KB Minta Dihukum Berat

Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB) Bulungan mengecam kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya yang masih berusia 16 tahun.

Kepala DP3AP2KB Bulungan Aryani Arsyad meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Karena tindakan pelaku dianggap perbuatan bejat. Seharusnya, kata dia, sebagai orangtua, pelaku yang berinisial MN (74), melindungi dan memberikan kasih sayang kepada anaknya.

Dia juga berharap kasus asusila dengan korban anak di bawah umur tidak kembali terjadi. Orangtua, kata mantan Kepala Dinas Kesehatan Bulungan itu, juga harus mengetahui tentang pola asuh anak.

"Sebenarnya, kami sudah pernah lakukan pengetahuan reproduksi di sekolah-sekolah dan bina keluarga remaja. Kami juga pernah meminta orangtua untuk mengikuti sosialisasi, namun yang datang hanya ibu-ibunya. Sementara ayahnya tidak hadir. Sehingga pola asuh terhadap anak pun tidak banyak diketahui dari kalangan ayah,” bebernya.

Diwartakan sebelumnya, seorang gadis berusia 16 tahun. Sebut saja Anggrek (bukan nama sebenarnya). Diperlakukan tidak senonoh oleh ayah kandungnya, MN (74).

Aksi becat MN mencabuli darah dagingnya dilakukan di Jalan Meranti, Tanjung Selor, Bulungan, Kamis (8/8) lalu. Kasat Reskrim Polres Bulungan AKP Gede Adi Prasetia Sasmita melalui Kanit PPA Aiptu Lince Karlinawati, mengatakan akibat perlakuan yang didapatkan dari sang ayah, gadis 16 tahun itu takut pulang ke rumah.

Lince juga mengatakan, perbuatan MN pernah diketahui oleh istrinya. Namun, justru sang istri mendapat perlakuan kasar dari MN. Tak hanya itu, lanjut Lince, korban pun diancam agar tidak memberitahukan kepada orang lain.

Dari penyidikan yang dilakukan kepolisian, pelaku pun bahkan pernah melakukan aksi bejatnya kepada anak keduanya yang merupakan kakak kandung Anggrek. Hanya saja, tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Karena perlakuan bejatnya, MN dijerat Pasal 82 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (uno/fen)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 10:03

Gara-Gara Diputusin, Foto Syur Disebar

TARAKAN – Merasa tidak terima karena hubungannya kandas di tengah…

Kamis, 20 Februari 2020 10:00

Jemput Suami, Kontrakan Hangus Terbakar

TANJUNG SELOR – Kebakaran menimpa rumah kontrakan yang berada di…

Kamis, 20 Februari 2020 09:58

Hafid-Makinun Maju Jalur Independen

TANJUNG SELOR – Jadwal penyerahan berkas dukungan bagi bakal calon…

Kamis, 20 Februari 2020 09:55

Pembangunan Kota Baru Mandiri, Lahan Masih jadi Persoalan

PROSES pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM) masih ada persoalan, yakni…

Rabu, 19 Februari 2020 12:13

Oknum Pengetap Tendang Personel Satpol PP

TARAKAN– Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tarakan mengamankan pengemudi mobil…

Rabu, 19 Februari 2020 12:09

PPK Wajib Bebas Narkoba

TARAKAN – Tes urine dilakukan terhadap 20 calon anggota Panitia…

Rabu, 19 Februari 2020 12:07

Penataan Kawasan Jadi Solusi

TARAKAN – Awal 2020 menyisakan duka bagi Tarakan. Kurun waktu…

Rabu, 19 Februari 2020 12:03

Pembangunan Kejati, Tunggu Keputusan Resmi Pemerintah Pusat

PEMBENTUKAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Utara belum terealisasi hingga saat…

Rabu, 19 Februari 2020 12:00

Pegawai Bidang Transportasi Darat Minim

TARAKAN – Kebutuhan pegawai di sejumlah kabupaten dan kota di…

Rabu, 19 Februari 2020 11:59

MASIH KURANG..!! Tes CPNS Hanya Terisi Satu Dokter Spesialis

TANJUNG SELOR – Perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers