MANAGED BY:
SENIN
16 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Rabu, 21 Agustus 2019 21:07
Gubernur Sampaikan 4 Tanggapan dan 7 Usulan
TANGGAPAN: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menyampaikan tanggapan terhadap Rancangan Teknokraktik RPJMN 2020-2024 di Ballroom Novotel Balikpapan, Selasa (20/8).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Ada 4 tanggapan yang disampaikan Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie terhadap Rancangan Teknokraktik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

Tanggapan pertama, perlunya kesinambungan yang kuat antara RPJMN 2015-2019 dengan RPJMN 2020-2024. Ini bertujuan agar setiap rencana pembangunan dapat berlanjut, holistik dan terintegratif.

“Saya yakin pula rancangan Bappenas ini sudah bagus. Namun, tetap harus disadari bahwa tak ada karya manusia yang sempurna. Dari itu, butuh masukan,” kata Gubernur saat menyampaikan tanggapannya pada Konsultasi Regional Pulau Kalimantan Penyusunan Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 di Ballroom Novotel Balikpapan, Selasa (20/8).

Tanggapan kedua, Gubernur menilai bahwa perencanaan pembangunan antarpulau yang termuat di dalam rancangan teknokratik saat ini, belum detail. “Masih sangat makro. Saya khawatir pada pembahasan perencanaan tahunan di tiap regional akan muncul fragmentasi pemikiran dan usulan lagi. Sehingga terjadi perdebatan,” ujarnya.

Gubernur juga menilai perlunya mem-booming-kan tema pembangunan yang dipampang pada RPJMN 2020-2024. “Tema pembangunan yang diangkat untuk 5 tahun ke depan adalah Indonesia berpenghasilan menengah, tinggi yang sejahtera, adil dan berkesinambungan. Tema ini harus diselaraskan di seluruh wilayah Indonesia, dan harus benar-benar dapat ditindaklanjuti bukan mengambang,” ujarnya.

Tanggapan selanjutnya, adalah belum tergambarkannya kebhinekaan dalam rancanan teknokratik RPJMN 2020-2024. “Indonesia tak bisa dibangun secara seragam. Jangan lagi kita berpikir untuk membangun di wilayah yang banyak penduduknya, tapi harus berpikir bagaimana membangun untuk mendatangkan penduduk dan peningkatan perekonomiannya. Dengan kata lain, pembangunan harus disesuaikan dengan kultur daerah masing-masing,” jelasnya.

Selain 4 tanggapan tersebut, Gubernur juga menyampaikan 7 usulan. Usulan pertama, yakni pemerintah harus memiliki kemauan yang kuat untuk menjadikan Kalimantan sebagai pusat energi listrik nasional. “Kaltara sendiri, terus berusaha keras untuk mewujudkan pembangunan kelistrikan. Dalam hal ini, pembangunan PLTA diharapkan dalam beberapa tahun ke depan sudah dapat terbangun. Meski memang investasi PLTA jauh lebih mahal dibandingkan PLTU,” ujarnya.

Usulan kedua, mewujudkan Kalimantan sebagai pusat penelitian dan pelestarian hutan gambut nasional. “Selama ini, pemerintah di Kalimantan terus berupaya melestarikan keberadaan hutannya. Dan, itu memberikan sumbangsih besar terhadap oksigen dunia. Dari itu, saya kira wajar jika Kalimantan menuntut perlakuan lebih atas hal ini,” katanya.

Usulan ketiga, yakni pentingnya melanjutkan pembangunan jalan Trans Kalimantan. “Usulan keempat, perlunya penegasan isu pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan. Di dalam rancangan teknokratik tersebut, tidak dijelaskan di mana lokasinya, jadi tidak menimbulkan banyak pertanyaan,” ungkap Irianto.

Dan, usulan kelima adalah penguatan pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan NKRI di Kalimantan dengan melakukan pergeseran pasukan. “Usulan selanjutnya, adalah pemanfaatan lahan secara maksimal, termasuk perairan dan lahan konversi untuk peningkatan ketahanan pangan di wilayah Kalimantan. Dan usulan terakhir, pentingnya melakukan pemekaran wilayah secara terbatas. Seperti kepada Tanjung Selor yang masih berstatus kecamatan, sementara wilayahnya adalah ibu kota Kaltara yang seharusnya berstatus kota,” ujarnya. (humas)

 


BACA JUGA

Senin, 16 September 2019 15:08

Gubernur Instruksikan Bergerak Cepat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie…

Senin, 16 September 2019 15:05

Dokter Terbang Telah Layani 8.835 Pasien

TANJUNG SELOR – Layanan kesehatan di wilayah perbatasan terus berlanjut.…

Senin, 16 September 2019 15:03

Deteksi Dini PTM, ASN Akan Diperiksa

TANJUNG SELOR – Untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular (PTM),…

Senin, 16 September 2019 14:56

BPK Gelar Goes to Campus

TARAKAN – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyelenggarakan kegiatan BPK Goes…

Jumat, 13 September 2019 17:26

PAD dari Pelabuhan Tengkayu II Meningkat

TANJUNG SELOR – Pembenahan secara fisik maupun administrasi pada Pelabuhan…

Jumat, 13 September 2019 17:23

Dua Kapal Pelra Tiba di Kaltara

TANJUNG SELOR – Dua dari tiga unit kapal pelayaran rakyat…

Jumat, 13 September 2019 17:21

Pemprov Terus Berkomitmen untuk Tertib Administrasi

TARAKAN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara berharap Badan Pemeriksa Keuangan…

Kamis, 12 September 2019 22:48

Kaltara Bersiap Hadapi MCP KP

TANJUNG SELOR – Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup…

Kamis, 12 September 2019 22:46

Rp 202,6 M Dana Desa untuk Stunting

TANJUNG SELOR – Selama 5 tahun, pemanfaatan dana desa di…

Kamis, 12 September 2019 22:44

Kaltara Berpeluang Buka Penerimaan CPNS

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui Badan Kepegawaian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*