MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Minggu, 25 Agustus 2019 20:49
Kaltara Perluas Pasar Ekspor Buah
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR — Hasil perkebunan di Kaltara masih bisa bersaing dengan daerah lain. Bahkan, Kaltara saat ini menjadi salah satu daerah pengekspor buah, seperti tomat, cabai, avokad, dan mangga.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara, Budi Harsono Laksono menerangkan, tahun lalu, Kaltara mampu mengekspor buah-buahan sebanyak 145,2 ton. Rinciannya, tomat 58 ton, avokad, 19,4 ton, cabai 36 ton dan mangga 31,8 ton.

"Pada 2018 lalu, empat komoditas buah-buahan itu mendominasi ekspor di Kaltara. Selain keempat komoditas itu, ada juga pisang dan durian Sebatik yang dapat dikembangkan,” jalas Budi.

Pihaknya pun terus memperluas pasar ekspor ke berbagai negara. Sebab, sampai saat ini, Malaysia masih menjadi tujuan ekspor buah-buahan Kaltara. Dikatakan Budi, Balai Karantina Tarakan telah memberikan rekomendasi agar pertumbuhan ekspor buah-buahan mendapat pendampingan. Rekomendasi diberikan agar Pemerintah Daerah dapat mengembangkan produksinya di seluruh wilayah Kaltara. “Inilah yang akan kita tidak lanjuti,” ucapnya.

Selain pendampingan, pihaknya juga berupaya memberikan edukasi prosedur ekspor, perbaikan kemasan dan mengupayakan pasar terbuka lebar secara berkelanjutan. Pihaknya juga berupaya agar produk olahan tanaman pangan dapat dipasarkan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di setiap Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Indonesia untuk negara lain. (*/fai/har)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers