MANAGED BY:
RABU
27 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 01 September 2019 20:57
Ngga Kalah dengan di Kota, di Perbatasan Sekarang Siaran Televisi Bening..!!

Peresmian Televisi Digital di Nunukan oleh Menkominfo

DIBERLAKUKAN: Menkominfo Rudiantara didampingi Gubernur Kaltara Irianto Lambrie, dan Bupati Nunukan Laura Hafid meresmikan era televisi digital di perbatasan (31/8).

PROKAL.CO, Upaya Pemerintah Pusat membangun Indonesia dari pinggiran tidak hanya di bidang infrastruktur jalan. Tetapi juga di bidang telekomunikasi. Hadirnya layanan televisi digital di perbatasan menjadi salah satu bukti keseriusan membangun Indonesia dari pinggiran.

Muhammad Rajabsyah, Nunukan

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara meresmikan dimulainya era televisi digital di wilayah perbatasan, Sabtu (31/8). Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dipilih sebagai pusat peresmian.

Selain belum pernah dikunjungi Menkominfo, juga untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat Kaltara terutama di Nunukan yang belum memahami akan manfaat televisi digital. "Nunukan sengaja dipilih. Ini juga pada saat bersamaan kita meluncurkan di perbatasan Batam, di Jayapura dan di Nunukan. Di Batam sudah terbiasa, di Jayapura juga sudah sering, karena saya belum pernah ke Nunukan, jadi kita laksanakan di Nunukan," kata Rudiantara, sebelum menutup arahannya di GOR Dwi Kora.

Lalu apa itu televisi digital ini? Rudiantara menjelaskan bahwa televisi digital merupakan transformasi dari sebelumnya berupa televisi analog. Dengan televisi digital, Rudiantara menjamin warga perbatasan Kaltara sudah bisa menyaksikan dengan kualitas gambar yang bersih.

“Yang pasti kualitas gambarnya itu jauh lebih bagus. Kalau analog ada semutan gambarnya. Kalau digital ini mulus,” ungkap Rudiantara menjamin kualitasnya.

Menurutnya, negara maju seperti Jepang sudah menerapkan televisi digital sejak beberapa tahun lalu. Saat ini sudah dalam tahap lanjut sehingga bisa menghasilkan gambar televisi seperti tiga dimensi.

Sejumlah media televisi nasional, menurut Rudiantara, sebenarnya sudah menerapkan era digitalisasi sejak 2007. Namun, Rudiantara tidak menampik, ada kendala yang menghambat serta butuh proses transisi layaknya proses transformasi dari taksi mangkal menuju taksi argometer.

Kendala yang menghambat kata Rudiantara, yakni proses legislasi yakni mengubah Undang-Undang agar bisa menerapkan outomatic switch off, di mana semua media nasional nantinya bisa berpindah ke era digital.

Yang lebih penting lagi, kata Rudiantara, dengan televisi digital, sekaligus melakukan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Sehingga sisanya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan lainnya. Pemerintah Pusat sendiri berencana untuk memanfaatkan sisa frekuensi itu nantinya untuk kegiatan kebencanaan.

“Karena kalau menggunakan digital, frekuensi yang sekarang digunakannya berbagi dengan kualitas yang lebih bagus. Sisa frekuensinya inilah yang dimanfaatkan untuk membangun kembali terutama di daerah-daerah yang seperti perbatasan ini,” ungkapnya.

Untuk menonton televisi digital, masyarakat bisa menggunakan dua cara. Jika membeli televisi model baru (LED), sudah bisa langsung menonton siaran televisi digital. Namun kalau masih menggunakan televisi tabung, harus menyiapkan peralatan set top box.

Program transformasi digital ini juga menjadi bagian dari upaya pihaknya mendukung kebijakan Pemerintah Pusat memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur.

Dikatakannya, Kemenkominfo bersama operator seluler saat ini sedang merancang jaringan untuk Kalimantan, sebagaimana program palapa ring yang membangun jaringan internet berkecepatan tinggi di seluruh Indonesia.

“Nantinya kita mempunyai khusus di Kalimantan. Kalau Indonesia palapa ring, nanti kita buat namanya Kalimantan ring untuk meningkatkan keandalan infrastruktur digital di Kalimantan,” tutur Rudiantara. (*/har)


BACA JUGA

Rabu, 27 Mei 2020 15:32

Ramadan dan Lebaran, Volume Sampah Capai 45 Ton

TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui terjadi kenaikan…

Rabu, 27 Mei 2020 15:31

Mawar Disetubuhi Kenalan Baru

TARAKAN - Nasib sial dialami Mawar, nama samaran korban pencabulan,…

Rabu, 27 Mei 2020 15:24

PDAM Siapkan 5 Ribu Sambungan Gratis

TARAKAN – Pemerintah Kota Tarakan terus berupaya mewujudkan program pemasangan…

Rabu, 27 Mei 2020 15:08

Tambah 6 Unit Sekolah Baru

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara akan menambah sarana…

Rabu, 27 Mei 2020 15:04

Kebijakan Melonggarkan Transportasi Umum

TANJUNG SELOR – Kebijakan Pemerintah Pusat untuk melonggarkan transportasi umum,…

Rabu, 27 Mei 2020 15:02

Catridge Menipis TCM Terhenti Sementara

TANJUNG SELOR – Persediaan catridge yang didatangkan dari Kementerian Kesehatan…

Rabu, 27 Mei 2020 13:10

ABK Dinyatakan Bebas Covid-19

TARAKAN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 10…

Rabu, 27 Mei 2020 13:03

Pemilik Akun FB Dilaporkan ke Polisi

TANJUNG SELOR – Didampingi Kuasa Hukumnya, Jaya Wardana dari JW…

Selasa, 26 Mei 2020 12:28

Transmisi Lokal, Satu Pekerja Tambang Emas Positif Covid-19

Tanjung Selor – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kalimantan Utara mengumumkan penambahan…

Senin, 25 Mei 2020 15:03

Bertambah Satu, Total Pasien Sembuh 60 Orang

TANJUNG SELOR - Kembali, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers