MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Kamis, 05 September 2019 19:29
Iuran JKN Naik, Khawatir Semakin Banyak Nelayan Menunggak
LAYANAN KESEHATAN: Warga sedang mendaftar di RSU Tarakan di Jalan Aki Babu, beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Kabar akan naiknya iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dinilai Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustam, cukup mengkhawatirkan nelayan kecil.

“Kenapa? Karena kita ini nelayan penghasilannya tidak menentu. Apalagi yang namanya masyarakat yang hidup di pesisir itu riskan sekali penyakit,” ujarnya. “Apalagi kalau nelayan itu kan rata-rata keluarganya banyak. Dalam satu KK (kepala keluarga) itu ada sampai tujuh, delapan,” sambung Rustam. 

Menurutnya, dengan iuran yang diberlakukan saat ini saja masih ada nelayan menunggak. Apalagi jika dinaikkan. Namun, jika benar terjadi, Rustam berharap ada subsidi yang diberikan pemerintah, terutama kepada nelayan kecil.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tarakan Wahyudi Putra Pujianto menuturkan, rencana kenaikan iuran JKN masih dalam proses. Belum ada keputusan. 

Direncanakan semua kelas akan mengalami kenaikan iuran. Namun, Wahyudi enggan membeberkan besarannya, karena menunggu penetapan resmi dari pemerintah pusat.

Dia menilai rencana kenaikan iuran sudah sesuai kondisi riil. Dimana terjadi ketidakseimbangan antara pendapatan iuran dengan biaya yang dikeluarkan BPJS Kesehatan untuk perawatan peserta memanfaatkan fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan pihaknya. 

Tidak hanya secara nasional, Wahyudi mengaku di Kaltara pun terjadi hal demikian. Namun, ia enggan membeberkan selisih pendapatan dan pengeluaran PBJS Kesehatan setiap bulan. Wahyudi hanya menuturkan selisihnya pengeluaran dan pemasukan hampir dua kali lipat.

Di sisi lain, Wahyudi juga mengakui pihaknya masih perlu melakukan pembenahan terhadap pelayanan peserta JKN. Namun, hal ini ada hubungannya dengan kontrak kerja sama yang dilakukan bersama fasilitas kesehatan. 

“Ya, kami juga perlu berbenah. Intinya masih banyak area perbaikan yang perlu dibaiki bersama,” ujarnya. (mrs/fen) 


BACA JUGA

Sabtu, 21 September 2019 19:39

Kopi Cleng Masuk Daftar Public Warning

TARAKAN – Menyusul timbulnya korban jiwa di Sumedang yang diduga…

Sabtu, 21 September 2019 19:36

Karena Perkelahian Mahasiswa, Perkuliahan di UBT Kembali Diliburkan

TARAKAN – Rektorat Universitas Borneo Tarakan (UBT) kembali harus meliburkan…

Jumat, 20 September 2019 17:21

Baru 4.700 Unit PJU Terpasang

TARAKAN – Belum semua ruas jalan terpasang penerangan jalan umum…

Kamis, 19 September 2019 18:26

TNI/Polri Gelar Salat Istisqa

TARAKAN – Prihatin bencana kabut asap yang melanda sejumlah daerah…

Kamis, 19 September 2019 18:25

Hasil Survei Jadi Acuan Demokrat

TARAKAN - Partai Demokrat belum memastikan siapa bakal calon yang…

Rabu, 18 September 2019 16:04

Tarakan Kasus Tertinggi ISPA

TANJUNG SELOR - Kabut asap yang terjadi belakangan hari ini,…

Rabu, 18 September 2019 15:19

Dua Program untuk Daerah Terpencil

TARAKAN – Perbatasan menjadi salah satu isu strategis bidang perhubungan.…

Selasa, 17 September 2019 21:44

10 Remaja Dijaring Satpol PP

TARAKAN – Taman Oval Ladang di Kelurahan Pamusian menjadi tempat…

Selasa, 17 September 2019 21:39

Pembelian Solar Dibatasi

TARAKAN – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH…

Jumat, 13 September 2019 17:33

PARAH..!! Banyak Sampah Plastik di Laut

TARAKAN – Bersih-bersih di perairan Tarakan dilakukan Distrik Navigasi, Stasiun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*