MANAGED BY:
SENIN
23 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Minggu, 08 September 2019 17:52
Dana Desa Kurangi Kesenjangan Desa
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah berdampak pada pembangunan desa. Baik itu pembangunan infrastruktur, maupun pemberdayaan masyarakat dan desa.

“Selama ini dana desa sangat membantu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan perekonomian, dan mengurangi kesenjangan pembangunan di desa,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kaltara, Wahyuni Nuzband.

Dia memaparkan, pembangunan yang dilaksanakan menggunakan dana desa sejak 2015 hingga 2019 ini, di antaranya jalan desa sepanjang 770.105 meter, jembatan 9.430 meter, 26 unit pasar desa, 187 unit tambatan perahu, dan 5 unit embung. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat, dana desa membiayai 318 kegiatan BUMDes dan pembangunan 188 sarana olahraga.

Dana desa, lanjut dia, juga diprioritaskan kepada pelayanan kesehatan, pendidikan dan program lainnya. "Ada juga peningkatan pelayanan dan kualitas hidup masyarakat desa. Sebanyak 269 unit MCK (mandi cuci kakus), dan 4.162 unit air bersih," bebernya, Sabtu (7/9).

Pembangunan yang dilakukan selama ini pun cukup berdampak pada status desa. Di 2019 ini, sudah terdapat 11 desa mandiri. Sedangkan desa tertinggal dan sangat tertinggal yang awalnya sebanyak 407 desa, saat ini menjadi 333 desa.

"Kita harapkan jumlah desa mandiri meningkat. inilah bentuk dari pengelolaan dana desa. Bisa kita lihat sudah banyak perubahan yang terjadi," kata Wahyuni.

Namu lanjut Wahyuni, dalam pengelolaan dana desa, masih ada persoalan yang muncul. Seperti kurangnya tenaga pendamping. Dampaknya, masih banyak program yang belum berjalan dari desa. "Saat ini kami terus berupaya mencukupkan tenaga pendamping," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Konsultan Pendamping Wilayah III Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Agus Nugroho mengungkapkan, sebanyak 266 pendamping untuk 447 desa di Kaltara. Meskipun begitu masih saja tidak cukup. “Kenapa belum cukup? Karena ada yang keluar dengan alasan tertentu. Mereka juga kurang respons dengan profesi pendamping," ujarnya. (*/fai/har)


BACA JUGA

Minggu, 22 September 2019 18:07

Jajaki Kerja Sama dengan Investor Rusia

TANJUNG SELOR – Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi…

Sabtu, 21 September 2019 20:12

Caleg Ijazah Palsu Divonis 4 Bulan

TANJUNG SELOR – Proses yang dilalui calon legislatif di Kabupaten…

Jumat, 20 September 2019 17:22

Tiang Listrik Tak Kunjung Dicabut

TANJUNG SELOR – Tiang listrik di sekitar Bandara Tanjung Harapan…

Kamis, 19 September 2019 18:22

Benahi Sektor Laut dan Sungai

PEMBENAHAN transportasi laut dan sungai menjadi fokus Dinas Perhubungan (Dishub)…

Rabu, 18 September 2019 16:02

Zona Pergudangan Kembali Diatur

TARAKAN – Usulan zonasi kawasan pergudangan akan dimasukkan ke kajian…

Rabu, 18 September 2019 15:27

Sektor Perhubungan Saling Berkaitan

PELAYANAN pada bidang transportasi darat terus ditingkatkan. Menurut Kepala Dinas…

Selasa, 17 September 2019 18:10

Usulan Hanura Belum Masuk

USULAN nama yang akan menduduki kursi unsur pimpinan DPRD Kaltara…

Senin, 16 September 2019 14:53

RS Tipe B Tak Masuk APBD 2020

RENCANA pembangunan rumah sakit tipe B di Tanjung Selor, Bulungan…

Minggu, 15 September 2019 23:12

Belasan Warga Long Tungu Positif DBD

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Diskes) Bulungan baru-baru ini menemukan…

Sabtu, 14 September 2019 15:27

Gelombang Tinggi Plus Kabut Asap, Penumpang Menunggu Tiga Jam

KABUT asap di Kalimantan Utara tidak hanya mengganggu penerbangan. Jadwal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*