MANAGED BY:
KAMIS
20 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Minggu, 08 September 2019 17:52
Dana Desa Kurangi Kesenjangan Desa
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Alokasi dana desa yang dikucurkan pemerintah berdampak pada pembangunan desa. Baik itu pembangunan infrastruktur, maupun pemberdayaan masyarakat dan desa.

“Selama ini dana desa sangat membantu mengentaskan kemiskinan, meningkatkan perekonomian, dan mengurangi kesenjangan pembangunan di desa,” jelas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kaltara, Wahyuni Nuzband.

Dia memaparkan, pembangunan yang dilaksanakan menggunakan dana desa sejak 2015 hingga 2019 ini, di antaranya jalan desa sepanjang 770.105 meter, jembatan 9.430 meter, 26 unit pasar desa, 187 unit tambatan perahu, dan 5 unit embung. Sementara untuk pemberdayaan masyarakat, dana desa membiayai 318 kegiatan BUMDes dan pembangunan 188 sarana olahraga.

Dana desa, lanjut dia, juga diprioritaskan kepada pelayanan kesehatan, pendidikan dan program lainnya. "Ada juga peningkatan pelayanan dan kualitas hidup masyarakat desa. Sebanyak 269 unit MCK (mandi cuci kakus), dan 4.162 unit air bersih," bebernya, Sabtu (7/9).

Pembangunan yang dilakukan selama ini pun cukup berdampak pada status desa. Di 2019 ini, sudah terdapat 11 desa mandiri. Sedangkan desa tertinggal dan sangat tertinggal yang awalnya sebanyak 407 desa, saat ini menjadi 333 desa.

"Kita harapkan jumlah desa mandiri meningkat. inilah bentuk dari pengelolaan dana desa. Bisa kita lihat sudah banyak perubahan yang terjadi," kata Wahyuni.

Namu lanjut Wahyuni, dalam pengelolaan dana desa, masih ada persoalan yang muncul. Seperti kurangnya tenaga pendamping. Dampaknya, masih banyak program yang belum berjalan dari desa. "Saat ini kami terus berupaya mencukupkan tenaga pendamping," ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Konsultan Pendamping Wilayah III Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Agus Nugroho mengungkapkan, sebanyak 266 pendamping untuk 447 desa di Kaltara. Meskipun begitu masih saja tidak cukup. “Kenapa belum cukup? Karena ada yang keluar dengan alasan tertentu. Mereka juga kurang respons dengan profesi pendamping," ujarnya. (*/fai/har)


BACA JUGA

Sabtu, 02 November 2019 21:15

Permintaan Pemprov ‘Dicuekin’ Forum CSR

TANJUNG SELOR – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov…

Sabtu, 02 November 2019 20:44

Tunggu Aturan Resmi

RENCANA pemerintah pusat memangkas jabatan eselon III dan IV, sejauh…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:55

Bantah Ada Pegawai KUPP Kena OTT

TANJUNG SELOR – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:15

Randis Parkir Sembarangan Bakal Ditindak

TANJUNG SELOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltara…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:09

Laboratorium Pengujian Tanah Masih Diusulkan

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sampai saat ini…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:12

Expo Dikeluhkan Pedagang Pujasera

TANJUNG SELOR – Kegiatan expo yang rutin digelar di Lapangan…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:45

Hanya Bisa Dipakai Sekali Isi BBM

TANJUNG SELOR - Untuk mengurai antrean panjang yang terjadi selama…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:43

Warga Kesulitan Air Bersih

TANJUNG SELOR – Ratusan warga di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:31

Tolak Demo Anarkis

TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap demontrasi anarkis, terorisme dan paham…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:30

Tersangka Video Mesum Bertambah

TANJUNG SELOR - Polisi menetapkan tersangka baru dalam kasus penyebaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers