MANAGED BY:
JUMAT
03 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Rabu, 11 September 2019 19:25
Harga Hancur, Petambak Udang Kembali ‘Menjerit’

Solusi Pemkot Tunggu BUMD

DIHARGAI MURAH: Harga udang di Tarakan yang tak kunjung membaik, dikeluhkan petambak.

PROKAL.CO, TARAKAN – Harga udang yang tak kunjung membaik, sepertinya akan menjadi persoalan yang berlarut-larut bagi pembudidaya tambak udang di Tarakan. Pasalnya, belum ada solusi konkret untuk mengatasi keluhan para pembudidaya tambak udang.

Wali Kota Tarakan Khairul yang dikonfirmasi media ini terkait keluhan para pembudidaya tambak udang, hanya menunggu terbentuknya badan usaha  milik daerah (BUMD) yang bergerak di bidang agrobisnis.

Menurutnya, BUMD tersebut sedang dalam proses dibentuk. Namun, pihaknya belum mendapatkan nomor registrasi rancangan peraturan daerah pembentukan BUMD itu. Dengan demikian, rekrutmen direksi BUMD pun belum bisa dilaksanakan. Dia yakin BUMD agrobisnis itu nantinya mampu menstabilkan harga, dengan menjadi pembanding dari tempat usaha lainnya.

Terkait harga udang di Tarakan yang rendah dari daerah lain, dia menyatakan kemungkinan karena komisi yang menjadi penyebabnya, yang besarannya ditentukan masing-masing. Namun ia pun tidak menyalahkan, karena hal itu masuk mekanisme pasar.

Nantinya, kata dia, BUMD pun akan menerapkan komisi. Namun, tidak sebesar yang diterapkan selama ini sehingga bisa menguntungkan petambak. Dan, dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada pembudidaya tambak udang untuk menjual hasil panennya. Apakah ke BUMD atau kepada perusahaan lain.

“Sudah dikasih tempat mau ke tempat lain, ya silakan, itu mekanisme pasar. Siapa tahu dia rasa lebih senang di sana, enggak bisa kita paksa,” ujarnya.

Sedangkan Yulius Dinandus, Ketua DPRD Tarakan sementara meminta kepada pembudidaya tambak udang untuk bersabar dalam mencari solusinya. “Saya kira mengenai harga udang itu sempat mereka bilang mau ke DPRD, lalu saya menunggu, karena itu secara lisan, tetapi tiba-tiba batal, tidak datang. Jadi belum ada pertemuan sama sekali,” ujarnya.

Persoalan ini, lanjutnya, sempat dibahas beberapa waktu lalu. Solusinya adalah mempersatukan semua komisi dengan maksud harga udang bisa memuaskan pembudidaya. Namun saat berjalan ada kendala, dan saat ini belum diketahui lagi penyebabnya.

Secara terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara Muhammad Nurhasan tidak menampik harga udang kembali dikeluhkan. “Iya. Yang jelas ada size-size tertentu memang jauh harga,” ujarnya.

Pihaknya akan memfasilitasi antara petambak, pengusaha cold storage dan pemerintah untuk membahas persoalan tersebut. Apa sebenarnya yang membuat harga udang turun hingga terjadi perbedaan dengan daerah lain seperti Balikpapan. (mrs/fen)


BACA JUGA

Selasa, 24 November 2015 18:39

Pasar Tenguyun jadi Lautan Sahabat Pejuang

<p><strong>TARAKAN &ndash;</strong> Setelah sukses menggelar jalan sehat santai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers