MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 13 September 2019 16:58
Karier Barawal dari Auditor, Komitmen Jaga Kode Etik

Mengenal Ketua BPK Perwakilan Kaltara Agus Priyono

TUGAS BARU: Agus Priyono resmi menjabat Kepala Perwakilan BPK Kaltara. serah terima jabatan dilakukan di Tarakan, kemarin (12/9).

PROKAL.CO, class="p1">Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Kalimantan Utara berganti dari Kariyadi kepada Agus Priyono.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

SERAH terima jabatan kepala BPK Perwakilan Kaltara dilakukan kemarin (12/9), yang disaksikan Wakil Ketua BPK RI Bahrullah Akbar di Kantor BPK Perwakilan Kaltara. 

Karyadi yang sebelumnya Kepala BPK Perwakilan Kaltara, promosi jabatan menjadi Kepala BPK Perwakilan Sulawesi Utara. Adapun Agus Priyono, sebenarnya memiliki pengalaman yang banyak juga di bidang auditor. 

Sebelum menjabat Kepala BPK Perwakilan Kaltara, pria kelahiran Banyumas, 21 April 1972, itu telah bertugas di sejumlah kantor perwakilan BPK di Indonesia selama kurang lebih 21 tahun. Ia pun memulai kariernya dari bawah. 

“Saya itu masuk BPK tahun 1998, penempatan pertama di perwakilan DIY (Yogyakarta). Saya sebagai pemeriksa itu sampai dengan tahun 2008,” ujar Agus Priyono kepada awak media, Kamis (12/9). 

Dari menjadi pemeriksa di Kantor BPK Perwakilan DIY, kariernya mulai menanjak. Pada tahun yang sama, 2008, ia promosi jabatan menjadi Kepala Seksi Jambi IA BPK Perwakilan Jambi dan menjabat kurang lebih lima setengah tahun.  

Dari Jambi, ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Sub Auditorat Maluku I BPK Perwakilan Maluku kurang lebih tiga tahun. Setelah itu, Agus Priyono dipindahkan ke BPK Pewakilan Maluku Utara dengan jabatan yang sama, kurang lebih 2 setengah tahun. 

Dengan pengabdiannya itu, pria yang sudah menikah dan dikaruniai tiga anak ini mengaku telah dianugerahi perhargaan Satya Lencana 20 tahun dari pemerintah. Tidak hanya penghargaan, ia juga mengaku merasakan banyak suka dan duka menjadi pegawai auditor.

“Sebenarnya, jiwa saya memang pemeriksa, saya sangat menikmati bekerja di BPK karena banyak tantangan yang harus kita hadapi. Kita harus bisa menilai suatu pengelolaan. Kalau misalnya ada penyimpangan-penyimpangan, itu adalah suatu tantangan kita. Setelah kita mengungkapkan suatu penyimpangan itu tentunya adalah untuk mendorong pengelolaan yang lebih baik. Jadi kita harus bisa menemukan sebab yang utama,” tuturnya.

Sebab utama itulah yang nantinya dijadikan rekomendasi BPK kepada pemerintah daerah untuk dilakukan perbaikan. Ia pun berbagi pengalaman. Sebenarnya, untuk pengelolaan keuangan yang baik di pemerintah daerah, sangat tergantung pada komitmen dari kepala daerah. 

“Saya rasa dengan menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh BPK, itu sebenarnya bisa, apa yang harus dilakukan, perbaikan-perbaikan apa, misalnya untuk kelemahan sistem, kita sarankan sistem ini perlu diperbaiki karena ada kelemahan-kelemahan,” sarannya.   

Namun, tidak hanya suka, Agus Priyono juga mengaku kariernya diwarnai duka. Misalnya, dalam melaksanakan tugas melakukan pemeriksaan tidak selalu berjalan lancar.

Terkadang harus melintasi lautan untuk bertugas di tempat terpencil. Belum lagi tidak didukung dengan jaringan telekomunikasi dan kelistrikan. Ditambah juga dukungan pemerintah setempat yang terkadang tidak terlalu terbuka memberikan data yang dibutuhkan, sehingga butuh waktu lama baginya untuk menyelesaikan pemeriksaan. 

Terlepas suka dan duka yang dialaminya, Agus Priyono sangat tegas menolak terhadap praktik korupsi dan sejenisnya. Sebelum ditawari imbalan ataupun fasilitas, dari awal ia sudah membangun komitmen dengan pemerintah setempat untuk tidak melakukan hal seperti itu. 

“Tergantung kita menempatkan posisi di awal. Jadi saya di awal pada saat pemeriksaan saya sampaikan kepada entitas bahwa BPK sekarang itu ada kode etik. Jadi kita tidak boleh menerima fasilitas, karena itu dapat pengaruhi independensi kita. Kita sudah sampaikan di awal. Memang kita punya strategi bagaimana kita menjaga kode etik itu,” tegasnya. 

Namun, selama bekerja di BPK, Agus Priyono mengaku tidak pernah menjumpai adanya kepala daerah yang melakukan hal seperti itu. Karena kesadaran yang dibangunnya sejak awal sehingga membuat kepala daerah terinsiprasi untuk tidak melakukan hal seperti itu. 

Kini, dengan jabatan barunya sebagai Kepala BPK Perwakilan Kaltara, Agus Priyono mengaku akan melaksanakan tugas sesuai fungsinya. Selain memeriksa keuangan pemerintah daerah dan BUMD dan BLUD, sebagai perwakilan, pihaknya juga siap membantu BPK RI maupun lintas sektoral melakukan pemeriksaan yang sifatnya tematik. 

Khusus terhadap pemerintah daerah, Agus Priyono berupaya mendorong seluruh pemerintah di Kalimantan Utara untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dengan meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Kalau saya memang mau melakukan koordinasi dengan pemda yang belum memperoleh opini WTP, nanti akan kita identifikasi, kita sampaikan ada kelemahan-kelemahan seperti ini yang harus dilakukan oleh pemda, agar sebenarnya pengelolaan lebih baik. Jadi kami akan mengoordinasi dengan pemda, melalui upaya itulah kita diskusi, kita minta mereka aktif untuk menindaklanjuti rekomendasi kita,” bebernya. (*/fen) 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 17:08

Maju Pilgub karena Dorongan Sahabat

TARAKAN – Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kaltara yang kini aktif…

Senin, 21 Oktober 2019 17:01

DPT Terakhir Jadi Acuan

TANJUNG SELOR – Syarat dukungan calon perseorangan akan ditetapkan Komisi…

Senin, 21 Oktober 2019 16:59

Duit Rp 3 M untuk Pangkas Jalan Menanjak

TANJUNG SELOR – Jalan menanjak di sekitar Kilometer 16 Jalan…

Senin, 21 Oktober 2019 16:56

Banjir Tak Masuk Prioritas, Khairul Instruksikan OPD Buat Program

TARAKAN – Persoalan banjir kembali menjadi sorotan masyarakat setelah hujan…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:11

Cari Figur di Luar Kader

TANJUNG SELOR – Memiliki satu kursi di DPRD Kaltara, Partai…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:08

Dukung Pembentukan Korem

TANJUNG SELOR – Pembentukan Komando Resimen (Korem) Kaltara tengah berproses.…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:06

Telusuri Aliran Dana Kasus TPPU

TANJUNG SELOR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kaltara,…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:07

Kasus OTT Kepala BPJN XII, Tak Berdampak Pembangunan di Kaltara

TANJUNG SELOR – Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kepala Balai…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:03

Transaksi Narkoba di Laut Bunyu

TARAKAN – Bea Cukai Tarakan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 14:59

Meninggal di Speedboat

TANJUNG SELOR – Sempat dikira sedang tidur di atas speedboat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*