MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 14 September 2019 15:18
Kabut Semakin Pekat, Di Kaltara Terpantau 15 Titik Api
SEMAKIN PEKAT: Kabut asap di Tanjung Selor memperpendek jarak pandang.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR – Kabut asap di sejumlah daerah di Kalimantan Utara semakin tebal. Bahkan, pada pagi hari pantauan BMKG Kelas III Tanjung Harapan, jarak pandang akibat kabut asap hanya 1 kilometer.

“Untuk kabut asap ini, selain diakibatkan kebakaran hutan yang ada di Kaltara, juga ada kiriman dari luar Kaltara seperti Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah,” ujar Kepala BMKG Kelas III Tanjung Harapan Muhammad Sulam Khilmi.

Karena jarak pandang yang semakin pendek, dia mengatakan, transportasi udara, air maupun darat harus diwaspadai. “Kalau dari kami minta tetap memperhatikan kondisi yang ada saat ini. Masyarakat yang berkendara menggunakan roda dua ataupun roda empat harus berhati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman mengatakan, sampai saat ini belum menerima adanya laporan mengenai dampak yang ditimbulkan oleh kabut asap. Meskipun begitu, ia meminta agar masyarakat dapat mengantisipasi sedini mungkin.

“Untuk dampaknya sejauh ini masih kami monitor. Yang pasti, kami minta masyarakat untuk menggunakan masker saat bepergian ke luar rumah,” ujarnya.

Dinkes Kaltara juga akan berkoordinasi dengan Dinkes di kabupaten/kota untuk mendata dan memantau kondisi kabut asap. “Kalau misalnya ada bahaya yang ditimbulkan, tentu ada langkah yang kita ambil. Namun, sampai saat ini belum ada,” tambahnya.

Terkait apakah kabut asap sudah mencemari udara, Usman mengaku pihaknya belum mendapatkan data lengkap dari kabupaten/kota. “Memang untuk standarnya itu bermacam-macam. Kalau 0-50 artinya baik dan kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan. Sementara, jika sudah mencapai 200-299, artinya sangat tidak sehat dan merugikan kesehatan. Yang paling berbahaya jika kualitas udaranya itu 300-500. Itu bisa merusak kesehatan yang cukup serius,” bebernya.

Sementara itu, jadwal penerbangan dari Bandara Juwata Tarakan terpantau normal, kemarin. Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bandara Juwata Tarakan Budi Prayitno mengatakan, kondisi kabut asap pada Jumat memang lebih pekat dari hari-hari sebelumnya. Tapi tidak menanggu penerbangan. 

“Kalau hari ini (kemarin) lebih parah. Ini jelas kelihatan, visualnya kan kelihatan. Tapi pesawat-pesawat ini tetap (beroperasi),” ujarnya.

Dijelaskan, biasanya jika kondisi langit diselimuti kabut asap, yang banyak terganggu adalah penerbangan pesawat berbadan kecil, karena pantauannya menggunakan visual. Sedangkan pesawat berbadan besar tidak menemui kendala, karena sudah menggunakan peralatan instrumen.

Manajer Keselamatan Air Navigation Tarakan, Dedi Sudaryono juga membenarkan tidak terganggunya jadwal penerbangan karena kabut asap. Aktivitas penerbangan normal seperti biasanya. 

“Terkait operasionalnya tidak ada yang cancel, normal saja,” ungkap Dedi. Namun, lanjutnya, kabut asap bisa juga mengganggu penerbangan jika kondisinya semakin pekat. Karena sesuai aturan, ada jarak pandang minimum yang ditetapkan.

Untuk pesawat yang melakukan pendekatan secara visual atau berorientasi pada pandangan mata, ground visibility minimal 3 statute miles atau 4,8 kilometer. 

“Kalau memang sudah mencapai kondisi minimum, nanti akan kita klaim bahwa Tarakan kondisi berasap dan jarak pandang minimum berkurang, jadi tidak memenuhi syarat untuk penerbangan yang visual,” tuturnya. 

Demikian juga dengan pesawat yang menggunakan peralatan atau instrumen. Menurut Dedi, ada juga aturan yang mengatur jarak pandang penerbangan, dengan ground visibility minimalnya 2.300 meter.

Berdasarkan pantauan BMKG Tarakan melalui satelit, sebaran titik panas yang terdeteksi di Kaltara hingga pukul 07.00 Wita, kemarin, sebanyak 15 titik api yang tersebar di Bulungan, Malinau dan Kabupaten Tana Tidung (KTT). 

“Yang terbanyak di Kabupaten Bulungan. Ada 6 titik,” sebut prakirawan BMKG Tarakan, Willem Sinaga. Tarakan semakin terdampak setelah pola angin bertiup dari arah selatan dan barat daya. “Jadi asapnya mengarah ke kita,” tambahnya. (*/fai/mrs/fen)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 15:35

Perketat Keamanan di Bandara

TARAKAN – Antisipasi terhadap aksi terorisme, menjadi perhatian dalam rapat…

Kamis, 21 November 2019 15:24

Janji Menjaga Kepercayaan Setia kepada Negeri

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…

Kamis, 21 November 2019 15:21

Empat Rumah ‘Diterjang’ Tanah Longsor

TARAKAN – Tanah longsor kembali terjadi. Kali ini terjadi di…

Kamis, 21 November 2019 15:19

Harus Penuhi 11 Kriteria

Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara terus…

Kamis, 21 November 2019 15:17

Gugur sebelum Ikut Tes

TANJUNG SELOR – Pendaftar CPNS harus mencermati betul formasi yang…

Kamis, 21 November 2019 15:12

Yakin Tak Ada Desa Fiktif

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kaltara…

Rabu, 20 November 2019 19:25

Mantan Napi Wajib Lampirkan Bukti Publikasi

TANJUNG SELOR –  Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang…

Rabu, 20 November 2019 19:22

Pemprov Kaltara Tetap Tarik Pajak Alat Berat

TANJUNG SELOR – Ketentuan pajak alat berat telah diatur dalam…

Rabu, 20 November 2019 19:19

Banyak Pelaku Usaha Pariwisata Tak Bersertifikasi

TARAKAN – Dinas Pariwisata Kalimantan Utara mencatat masih banyak pelaku…

Rabu, 20 November 2019 19:18

Wajib Pajak Banyak Menunggak

TARAKAN – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*