MANAGED BY:
RABU
26 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

EKONOMI

Sabtu, 21 September 2019 19:42
Budi Daya Rumput Laut Keluar dari Zona
POTENSI: Budi daya rumput laut yang semakin menjamur, menjadi pekerjaan rumah baru bagi pemerintah daerah.

PROKAL.CO,

TARAKAN – Budi daya rumput laut menjadi primadona di Kalimantan Utara, terutama bagi warga di Nunukan, Tarakan dan Bulungan sejak beberapa tahun terakhir. Namun, budi daya yang semakin menjamur menjadi pekerjaan rumah baru bagi pemerintah daerah.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara Amir Bakry, budi daya rumput laut ada yang dilakukan di alur pelayaran. "Karena tidak sesuai alokasi ruang, nanti kami tertibkan semuanya. Di Amal (Tarakan) sama Nunukan paling banyak (melanggar zonasi)," ujar Amir.

Dikatakan, sudah ada payung hukum yang mengatur soal zonasi. Yakni, Perda Nomor 4 Tahun 2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Tahun 2018–2038. Selain itu, dia juga mengaku bahwa pihaknya telah memasang rambu pembatas untuk budi daya rumput laut.

Hanya saja, lanjutnya, ada saja oknum yang menghilangkan pembatas zona yang diperbolehkan untuk budi daya rumput laut. "Kami sebenarnya sudah lakukan sosialisasi untuk zonasi (budi daya). Karena jalur pelayaran saja sampai terganggu. Rambu (jangkar sama drum) saja sampai hilang dicuri," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII/Tarakan Laksamana Pertama TNI Judijanto mengatakan, pembudidaya rumput laut seharusnya diberikan pemahaman terkait alur pelayaran.

"Harusnya DKP Kaltara kasih tahu zonasinya sampai mana saja. Sinergitas antara Pemprov dan pemda itu juga diperlukan. Jadi, penegak hukum bisa menegakkan aturan," ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa budi daya rumput laut masih ditemukan dekat perbatasan Malaysia. Dan, dianggap mengganggu kapal patroli. Karena menurutnya, kapal patroli terpaksa harus memutar ke perairan Malaysia untuk menghindari budi daya rumput laut.

"Sempat KRI tersangkut tali (rumput laut). Bagaimana kita mau kelola wilayah kita sendiri, kalau rakyat sendiri tidak bisa diatur. Kami harap segera ditindaklanjuti," ujarnya. (*/sas/fen)


BACA JUGA

Kamis, 20 Februari 2020 09:53

Harga Udang Windu Terjun Bebas

TARAKAN – Nasib para petani semakin tak menentu akibat harga…

Jumat, 29 November 2019 22:26

Voucher Game yang Gampang Dibeli Secara Online

Tidak ada perusahaan yang tidak mau cari untung. Begitu pula…

Kamis, 21 November 2019 20:12

Tujuh Atraksi Menarik yang Wajib Dikunjungi di Padang

Ketika ada yang menyebut Sumatera, tempat pertama yang sering terlintas…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:51

SOA Barang Bakal Lebih Awal

TANJUNG SELOR – Subsidi ongkos angkut (SOA) barang pada tahun…

Selasa, 22 Oktober 2019 17:17

Berharap Ada Terobosan Ekonomi

TARAKAN – Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin resmi dilantik…

Senin, 21 Oktober 2019 19:00

Produk Pelaku Usaha Wajib Bersertifikat Halal

TANJUNG SELOR - Pelaksanaan wajib sertifikasi halal dikeluarkan oleh Badan…

Kamis, 17 Oktober 2019 15:57

Rp 5 M Dikawal TNI AL

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) mendistribusikan Rp 5 miliar ke…

Rabu, 16 Oktober 2019 18:05

Target PAD 105 Persen

PENDAPATAN asli daerah (PAD) Kaltara sejauh ini telah mencapai Rp…

Selasa, 15 Oktober 2019 18:48

Pembenihan Akan Dibuatkan Aturan

TARAKAN – Tempat-tempat pembenihan kepiting di Tarakan mendapat pengawasan Balai…

Jumat, 11 Oktober 2019 19:04

Tengkayu I Sumbang Rp 5 M Per Tahun

TANJUNG SELOR – Pelabuhan Tengkayu I Tarakan menjadi salah satu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers