MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 25 September 2019 17:56
Karhutla Terbanyak di Tanjung Palas Timur
BAHAS KARHUTLA: Narasumber dari BPBD dan DLH Kaltara dihadirkan pada talkshow Respons Kaltara, Selasa (24/9).

PROKAL.CO, class="p1">BERDASARKAN pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara, wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan paling banyak ditemukan titik api.

Kepala BPBD Kalimantan Utara Muhammad Pandi mengatakan, kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) di Tanjung Palas Timur dipengaruhi faktor tanah dan kondisi lahan.

Dari beberapa kali dilakukan pemadaman kebakaran lahan di kecamatan tersebut, dia menyebutkan bahwa kondisi lahan yang berpasir dengan banyaknya semak belukar, menjadi salah satu pemicu api semakin membesar.

“Di sana itu akar pohon dan daun kering lumayan tebal sampai 30 sentimeter. Mudah sekali terbakar. Apalagi cuaca yang panas tanpa adanya hujan. Terbakar sedikit, api bisa membesar,” ujarnya, Selasa (24/9).

Cepatnya api membesar, lanjutnya, karena Tanjung Palas Timur dekat dengan pantai sehingga terpengaruh embusan angin. Api bisa kembali terjadi jika sisa  dari kebakaran atau masih adanya api kecil yang tertiup oleh angin dan kembali membesar.

"Inilah yang menyulitkan kami. Dan, titik apinya bukan hanya di satu titik, melainkan di banyak titik yang terpencar-pencar. Setelah dipadamkan, hilang asapnya. Daun atau ranting kering itu bisa terbakar lagi karena masih ada sedikit bara api yang ditemukan,” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab karhutla di Kaltara ada beberapa faktor. Menurut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara, karhutla bisa disebabkan oleh cuaca ekstrem yang saat ini melanda Kaltara.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan DLH Kaltara, Obed Daniel mengungkapkan, faktor iklim berpengaruh terhadap kebakaran lahan yang saat ini terjadi.

“Di tahun ini kan cuaca ekstrem. Terjadi El Nino kering atau lemah. Prediksi di tahun depan akan parah lagi. Artinya, rentan kemarau sangat panjang serta curah hujan rendah,” ujarnya. (*/fai/fen)


BACA JUGA

Kamis, 21 November 2019 15:24

Janji Menjaga Kepercayaan Setia kepada Negeri

Gina Gutierez Luceno resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI). Istri…

Kamis, 21 November 2019 15:21

Empat Rumah ‘Diterjang’ Tanah Longsor

TARAKAN – Tanah longsor kembali terjadi. Kali ini terjadi di…

Kamis, 21 November 2019 15:19

Harus Penuhi 11 Kriteria

Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara terus…

Kamis, 21 November 2019 15:17

Gugur sebelum Ikut Tes

TANJUNG SELOR – Pendaftar CPNS harus mencermati betul formasi yang…

Kamis, 21 November 2019 15:12

Yakin Tak Ada Desa Fiktif

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kaltara…

Rabu, 20 November 2019 19:25

Mantan Napi Wajib Lampirkan Bukti Publikasi

TANJUNG SELOR –  Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang…

Rabu, 20 November 2019 19:22

Pemprov Kaltara Tetap Tarik Pajak Alat Berat

TANJUNG SELOR – Ketentuan pajak alat berat telah diatur dalam…

Rabu, 20 November 2019 19:19

Banyak Pelaku Usaha Pariwisata Tak Bersertifikasi

TARAKAN – Dinas Pariwisata Kalimantan Utara mencatat masih banyak pelaku…

Rabu, 20 November 2019 19:18

Wajib Pajak Banyak Menunggak

TARAKAN – Realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Kota Tarakan…

Rabu, 20 November 2019 19:15

Mutu Lulusan SMA dan SMK di Kaltara Dibawah Standar

TARAKAN – Perbaikan mutu lulusan SMA dan SMK menjadi salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*