MANAGED BY:
SABTU
25 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Sabtu, 28 September 2019 18:19
Empat Bakal Bermain di Klub Liga 1, Satu Seleksi Timnas

Pemain Putri Kaltara Menembus Sepak Bola Nasional

TALENTA MUDA KALTARA: Magdalena, salah satu pemain Malinau yang dilirik PSM Makassar untuk berlaga di Liga 1.

PROKAL.CO,

Kalimantan Utara terus mencetak bibit-bibit pesepak bola yang menembus klub papan atas. Sejumlah bakat pesepak bola wanita asal Kaltara kini dilirik klub-klub besar.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

JEJAK Muhammad Taufiq, pesepak bola asal Tarakan yang sukses menembus kompetisi level nasional dengan malang melintang di sejumlah klub Liga 1 Indonesia, serta pernah mengisi starting eleven tim nasional dan kini jadi salah satu andalan Bali United, pemuncak klasemen Liga 1 Indonesia, tidak lama lagi akan diikuti juniornya di provinsi ke-34 ini.

Lima pemain wanita asal Malinau mendapatkan kesempatan tersebut setelah talenta mereka terpantau oleh tim pencari bakat ketika tampil di Kompetisi Sepakbola Wanita U-17 Piala Menpora 2019, beberapa waktu lalu.

Mereka adalah Marseli, pelajar kelas 10 SMAN 1 Malinau, Risma Apriliani yang kini duduk di kelas 12 SMAN 1 Malinau, Magdalena Unyat dan Austin Melan yang merupakan alumni SMAN 1 Malinau, serta Desi Natalia yang kini sudah berstatus mahasiswi.

Magdalena, Austin Melan dan Marseli bakal mengenakan jersey klub PSM Makassar. Sementara, Desi Natalia resmi berseragam Bali United. Adapun Risma Apriliani sedang mengikuti pemusatan latihan timnas proyeksi Sea Games 2019 di Filipina.

Adalah Yulius bersama rekan-rekannya yang menemukan bakat-bakat mereka ketika mempersiapkan tim putri Malinau menuju Kompetisi Sepakbola Wanita U-17 Piala Menpora.

Sebelum tampil di Piala Menpora U-17 wilayah Kaltara, ia dan tim pelatih lain melakukan pencarian pemain dengan menyusuri talenta di cabang futsal. Upaya itu berbuah hasil dengan mendapatkan pemain-pemain muda berbakat.

Yulius mengakui talenta-talenta mereka lahir dari bakat alami yang terasah di futsal. Ditambah lagi postur yang mendukung. Akhirnya Yulius dan tim pelatih membentuk kerangka tim, termasuk lima pemain yang akan memperkuat klub Liga 1 dan timnas.

“Sebenarnya, basic-nya di futsal. Kalau kita memindahkan ke konvensional, lapangan besar, itu memang butuh waktu,” ujar Yulius, Jumat (27/9).

Setelah melalui latihan beberapa bulan, Yulius dan anak asuhnya kemudian tampil di Piala Menpora U-17 seri provinsi yang ketika itu digelar di Tarakan. Hasilnya, tim putri Malinau menjadi pemenang, sekaligus memastikan diri mewakili Kaltara di level nasional yang diikuti 34 provinsi.

Di seri nasional yang digelar di Bandung, Jawa Barat, tim putri Kaltara berhasil melaju sampai babak delapan besar. Mereka disingkirkan DKI Jakarta yang menurut Yulius diperkuat sejumlah pemain timnas, dengan skor 3-0. DKI Jakarta sendiri tampil sebagai runner up di kompetisi tersebut. Sebelum lawan DKI Jakarta, tim putri Kaltara lebih dulu bersua Banten di 16 besar dan menang melalui adu pinalti.

Selama tampil di level nasional itulah telanta anak didiknya terpantau oleh tim pencari bakat dari PSSI maupun klub-klub. Sebenarnya, menurut Yulius, ada enam pemain yang terpantau. Satu pemain lain adalah Sella Susanti, siswi SMAN 8 Malinau yang dipanggil untuk seleksi timnas proyeksi Sea Games. 

“Cuma tidak diizinkan sama orangtuanya. Akhirnya kita kirim satu saja, si Risma,” ujarnya.  

Saat ini, informasi yang diperoleh Yulius, Desi Natalia sudah menandatangani kontrak dengan Bali United. Sementara, Magdalena, Austin Melan dan Marseli yang memperkuat klub PSM Makassar sudah sudah diperkenalkan dan masuk dalam line up.

Yulius pun merasa hasil itu sebagai pencapaian besar baginya dan tim pelatih, meskipun hanya mampu melaju hingga babak delapan besar. Itu merupakan prestasi pertama kali yang dicapainya. Selain itu, sejumlah anak didiknya juga dilirik klub dan timnas. 

“Kalau menurut kami, selama kita ke nasional ya 8 besar prestasi paling tinggi lah, karena selama ini saya bawa U-17, U-14, itu paling mentok-mentoknya lolos di penyisihan masuk di 16 besar. Apalagi kita istilahnya provinsi baru, masuk 8 besar itu sangat-sangat luar biasa,” ungkapnya. 

Melihat potensi pemain lokal yang cukup menjanjikan, Yulius berencana mempersiapkan tim putri Malinau menghadapi Piala Menpora tahun depan dengan lebih matang lagi. Ia berencana melakukan latihan jangka panjang dengan memulai persiapan pada November tahun ini. (*/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 19 November 2015 18:03

Penghitungan Suara Gunakan Sistem Online

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Utara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers