MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 08 Oktober 2019 15:55
Sabu 38 Kg Gagal Diselundupkan, Oknum ASN Pemkot Tarakan Jadi Tersangka
TANGKAPAN BESAR: Rilis pengungkapan sabu-sabu seberat 38 kilogram di Balikpapan, kemarin (7/10).

PROKAL.CO, class="p1">BALIKPAPAN – Penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dengan jumlah besar, 38 kilogram berhasil digagalkan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Samarinda, Kalimantan Timur. Ada lima pria yang diamankan dalam kasus ini. Namun setelah penyelidikan ditetapkan 4 tersangka. Yakni, Rudi (32), Agus (39) Firman (34) dan Tanco (51). 

Salah satu tersangka yaitu Firman merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang berdinas di Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan yang mengantar sabu-sabu 38 kg tersebut ke Samarinda melalui jalur darat dari Bulungan. 

Pengungkapan jaringan narkoba ini bermula pada Sabtu (5/10) pagi, petugas mendapatkan informasi adanya peredaran sabu dalam jumlah besar melintas di wilayah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. 

Sebelumnya, pengembangan informasi masyarakat bahwa sabu tersebut dikirim dari Tawau, Malaysia dengan tujuan Kaltim melalui Kaltara, petugas melakukan pengintaian sekira dua pekan. 

Tepat di Jalan A. Yani, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutim petugas menghentikan satu unit mobil jenis double cabin yang ditumpangi Agus dan Firman.  

Petugas pun langsung melakukan penggeledahan dan mengamankan dua karung berisi sabu yang dikemas ke dalam 38 bal dimasukkan bungkusan teh merek Guan Yin Wang seberat 38 Kg. Petugas selanjutnya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan Rudi dan Tanco. Tanco merupakan pengendali masuknya barang dari Malaysia ke Kaltim. 

"Barang bukti yang berhasil kami sita adalah 38 bungkus narkotika jenis sabu yang diselundupkan asal barang dari Tawau Malaysia. Kemudian dibawa ke Nunukan, Tarakan, Tanjung Selor, Berau dan ke Samarinda," ungkap Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari di Balikpapan, Senin (7/10) sore.

 Dia menuturkan bahwa pada umumnya barang haram tersebut diedarkan di Samarinda. "Namun berdasarkan hasil interview bukan di sana saja. Samarinda secara keseluruhan termasuk Kutai dan termasuk Balikpapan ini. Bahkan salah satu tersangkanya berhasil kami tangkap di Bandara Sepinggan ketika yang bersangkutan baru saja keluar dari pesawat yang merupakan pengendali," bebernya. 

Modus operandi yang dilakukan pelaku, kata dia, dengan memasukkan sabu ke bungkusan teh cina selanjutnya dikemas menggunakan karung.  

"Sebenarnya kita memiliki catatan tertentu mengenai kemasan ini. Paling tidak dengan bentuk warna dan jenis kemasannya jika berbeda, maka itu menujukkan kepemilikan sindikat yang berbeda. Ada 38 bungkus dengan 38 kg," ujarnya. 

"Selanjutnya kami akan kembangkan, karena dalam kasus narkoba bukan saja penangkapan dan penyitaan tetapi sekaligus memutuskan jaringannya," tambah Arman. 

Jika ditemukan bukti yang signifikan, lanjut Arman, maka dilanjutkan dengan penyidikan tindak pidana pencucian uang."Untuk memastikan seluruh aset bisa kita sita, kita bekukan dengan harapan sindikat ini tidak bisa beroperasi lagi. Sebab, kalau mereka masih punya uang akan memudahkan gerakan mereka untuk membiayai, bahkan untuk melincinkan bisnis ilegal yang mereka lakukan," paparnya.

 Keempat tersangka bersama barang bukti diamankan oleh BNN. Selain itu, mereka juga dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimum hukuman mati atau seumur hidup.

 Sementata itu, Wali Kota Tarakan Khairul yang dikonfirmasi terkait dugaan ASN Pemkot terlibat penyelundupan sabu-sabu itu, mengaku belum mendapatkan informasi, baik dari BNN maupun kepolisian. “Tahunya dari media,” singkatnya kepada media ini, . 

Terpisah, Kepala Dinas Satpol PP dan PMK Tarakan Hanip Matiksan, juga mengaku baru mengetahui sebatas dari media. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, oknum ASN yang diduga bawahannya itu memang sedang tidak masuk kerja, karena meminta izin. 

“Cuma ngomong sama temannya kalau dia izin (urusan, Red) keluarga. Tapi nanti kami tunggu Pak Wali Kota dulu nih. Untuk informasi akuratnya belum ada,” ujarnya. (kpnn/pri/*/sep/fen)


BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 18:03

IPK Kaltara di Atas Jakarta

JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Kaltara sudah mampu…

Selasa, 15 Oktober 2019 17:53

Persaingan Sengit di PAN

TARAKAN – Figur-figur yang telah matang di kancah politik, bersaing…

Selasa, 15 Oktober 2019 17:50

Pemkab Hanya Sanggup Rp 21,5 M

TANJUNG SELOR - Penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah (NPHD) akhirnya…

Selasa, 15 Oktober 2019 17:46

Nikmati Pesona Kebun Teh, Pohon Pinus dan Udara Dingin

Edukasi dan media gathering yang digelar SKK Migas bersama wartawan…

Selasa, 15 Oktober 2019 17:43

LPj Bankeu Parpol Disorot

TANJUNG SELOR – Laporan pertanggungjawaban (LPj) bantuan keuangan yang disampaikan…

Senin, 14 Oktober 2019 17:20

Pengangguran di Bawah 6 Persen, Konstruksi Paling Banyak Serap Tenaga Kerja

TANJUNG SELOR – Gubernur Kaltara Irianto Lambrie mengatakan, penyerapan tenaga…

Senin, 14 Oktober 2019 17:18

Kejati Tunggu Kepastian Lahan

TANJUNG SELOR – Pembangunan kantor kejaksaan tinggi di Tanjung Selor,…

Senin, 14 Oktober 2019 17:14

Harus Utamakan Verifikasi Agar Tak Terjebak Hoaks

Sebanyak 46 awak media berkumpul di Makassar, Sulsel, 8-9 Oktober…

Senin, 14 Oktober 2019 17:11

DUH LAMANYA BAH...!! PLTMG Itu Ternyata Molor Lagi

TANJUNG SELOR - Uji coba pembebanan pembangkit listrik tenaga mesin…

Minggu, 13 Oktober 2019 18:38

Sudah Ditunggu Pengesahan APBD 2020

TANJUNG SELOR - Pimpinan definitif DPRD Kaltara dilantik, Jumat (11/10)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*