MANAGED BY:
JUMAT
22 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Selasa, 08 Oktober 2019 16:08
Ketersediaan Air Jadi Evaluasi Tim Karhutla
KASUS KARHUTLA: Personel BPBD Bulungan berjibaku memadamkan kobaran api yang membakar lahan, belum lama ini.

PROKAL.CO, class="p1">TANJUNG SELOR - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi, belum lama ini, menjadi atensi penting untuk diantisipasi pada tahun depan. Mengingat, berdasarkan perkiraan BMKG Tanjung Harapan bahwa tahun depan bakal terjadi musim kemarau dan kekeringan cukup kering. 

Dikatakan Kapolres Bulungan AKBP Andrias Susanto Nugroho, salah satu yang menjadi persoalan dalam menangani karhutla adalah ketersediaan air. Hasil kesepakatan bahwa perusahaan yang berada di wilayah Kecamatan Tanjung Palas Timur dengan membuat embung.  

"Jadi, kendala tim di lapangan dalam memadamkan api kesulitan air. Karena jarak sumber air dengan kebakaran butuh waktu sejam," ujar Kapolres.  

Selain embung, ujar dia, bisa membuat sumur bor, terutama di wilayah rawan terjadinya karhutla. Apabila terjadi karhutla, maka sudah ada sumber air direncanakan terdapat 26 titik. "Kita juga imbau perusahaan lain di luar Kecamatan Tanjung Palas Timur," ungkapnya. 

 Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan Fatokah mengatakan, antisipasi tahun depan dengan meningkatkan personel. Termasuk memenuhi perlengkapan peralatan untuk mengatasi karhutla bekerja sama dengan pihak swasta dan masyarakat.  

Selama Maret-September tahun ini, BPBD menangani karhutla dengan banyaknya ada 21 titik api. Namun, titik api yang dipadamkan bersama-sama tim lainnya seperti TN/Polri ada beberapa titik. "Luasan lahan yang selama kita kendalikan karhutla sekitar 80-90 hektare," sebutnya.  

Jumlah luasan tersebut, belum yang ditangani bersama tim karhutla lain. Terjadinya karhutla yang cukup menyita perhatian untuk di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Akan tetapi, kata Fatokah, wilayah kecamatan lain juga diantisipasi khususnya wilayah utara. 

 "Memang minim masalah karhutla wilayah utara. Cuma ada tiga desa yang kekurangan air bersih, yakni di Klubir, Bumi Rahayu dan Adimulyo," sebutnya.  

Tahun depan, menurut Fatokah, menjadi atensi untuk penanganan karhutla. Masalah karhutla juga tak menutup kemungkinan terjadi di wilayah Tanjung Selor. Selain Tanah Kuning, Mangkupadi, wilayah Tanjung Selor sampai September ada 20 titik api. (uno/fen)


BACA JUGA

Sabtu, 02 November 2019 20:44

Tunggu Aturan Resmi

RENCANA pemerintah pusat memangkas jabatan eselon III dan IV, sejauh…

Jumat, 25 Oktober 2019 18:55

Bantah Ada Pegawai KUPP Kena OTT

TANJUNG SELOR – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli)…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:15

Randis Parkir Sembarangan Bakal Ditindak

TANJUNG SELOR – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltara…

Minggu, 20 Oktober 2019 17:09

Laboratorium Pengujian Tanah Masih Diusulkan

TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sampai saat ini…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:12

Expo Dikeluhkan Pedagang Pujasera

TANJUNG SELOR – Kegiatan expo yang rutin digelar di Lapangan…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:45

Hanya Bisa Dipakai Sekali Isi BBM

TANJUNG SELOR - Untuk mengurai antrean panjang yang terjadi selama…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:43

Warga Kesulitan Air Bersih

TANJUNG SELOR – Ratusan warga di Desa Ruhui Rahayu, Kecamatan…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:31

Tolak Demo Anarkis

TANJUNG SELOR – Penolakan terhadap demontrasi anarkis, terorisme dan paham…

Jumat, 18 Oktober 2019 13:30

Tersangka Video Mesum Bertambah

TANJUNG SELOR - Polisi menetapkan tersangka baru dalam kasus penyebaran…

Kamis, 17 Oktober 2019 18:45

Buka Lapangan Kerja

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Muhammad Akbar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*