MANAGED BY:
RABU
16 OKTOBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 09 Oktober 2019 16:33
BPOM Tak Temukan Ranitidine Dilarang Edar
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidine. Hal tersebut dipicu oleh adanya temuan Badan Kesehatan Amerika (US FDA) yang menyatakan bahwa ranitidine mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu kanker.

Kepala Kantor BPOM Tarakan Musthofa Anwari mengaku pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap penarikan produk yang mengandung ranitidine. Produk tersebut terdiri dari produk injeksi dan sirup atau cair.

“Ini sesuai arahan dari pusat. Di Kaltara sudah kami pantau di tiga pedagang besar farmasi (PBF) penyalur resmi ke apotek. Yakni, di Osada, Tri Sapta Jaya dan Laksa. Mereka ini yang menyuplai ke apotek se-Kaltara,” ujar Musthofa, Selasa (8/10).

Dari hasil pemantauan tersebut, kata Musthofa, ada dua PBF yang menyalurkan ranitidine. Akan tetapi, ranitidine yang disalurkan tidak ada masuk daftar rilis BPOM Pusat. Diketahui ada empat produk yang dilakukan penarikan, yakni ranitidine injeksi, zantac, rinadin dan indoran.

“Sebenarnya bukan dilarang, tapi dilakukan penarikan. Sifatnya voluntary dan wajib. Itu dikasih waktu 80 hari (sejak 17 September lalu). Tapi untuk di Kaltara tidak ada produk (ranitidine) yang dari pabrik PT Pharos, PT Glaxo Wellcome Indonesia, PT Global Multi Pharmalab dan PT Indofarma,” bebernya.

Dia juga mengatakan, pengawasan juga dilakukan pada profesi apoteker. Bahkan, per minggu pihaknya melakukan pengawasan di apotek-apotek serta toko obat. “Kalau jalur resmi kan dari pusat. Nanti akan kita pantau keaktifan produsen melakukan penarikan,” katanya.

Musthofa menjelaskan, ranitidine merupakan obat gejala penyakit tukak lambung dan usus. Ranitidine mampu berfungsi mengurangi asam lambung. Jika asam lambung meningkat, dinding lambung akan terjadi iritasi dan pembengkakan. 

“Itulah yang menyebabkan penyakit maag, usus lambung dan sebagainya,” ujarnya.

Setelah dilakukan penelitian oleh US FDA, kata dia, adanya ranitidine di dalam obat ternyata bukan merupakan hal yang murni. Dan, dapat memicu munculnya penyakit kanker. “Ranitidine ini adalah zat aktifnya. Misalnya, kaya paracetamol. Kalau nama petannya juga seperti Sanmol dan Pamol dan sebagainya,” bebernya. (*/sas/fen)


BACA JUGA

Selasa, 15 Oktober 2019 19:09

Pungli, Oknum Honorer Diberhentikan, ASN Teguran Tertulis

TARAKAN – Oknum honorer Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tarakan…

Selasa, 15 Oktober 2019 19:04

Terpidana Korupsi Bayar Rp 150 Juta

TARAKAN – Terpidana kasus korupsi pengadaan bahan ajar Program Sarjana…

Selasa, 15 Oktober 2019 17:59

Dua Dinas ‘Kurang’ Diminati, Diduga karena Hal Ini...

TARAKAN – Seleksi pejabat tinggi pratama di lingkup Pemkot Tarakan…

Senin, 14 Oktober 2019 17:31

Sampah Menumpuk, Ini Penyebabnya

TARAKAN – Persoalan sampah kembali menjadi sorotan masyarakat, menyusul  sampah…

Sabtu, 12 Oktober 2019 13:54

HAH KOK BISA..!! Dituntut 20 Tahun, Terdakwa Sabu Malah Divonis Bebas

TARAKAN – Empat terdakwa kasus dugaan kepemilikan sabu-sabu seberat 480…

Jumat, 11 Oktober 2019 20:16

RSU Tarakan Target Predikat Madya

TARAKAN – Untuk mencapai akreditasi madya, Rumah Sakit Umum (RSU)…

Kamis, 10 Oktober 2019 18:03

SKB PTSL Salah Dipersepsikan

TARAKAN – Permasalahan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) masih terjadi,…

Rabu, 09 Oktober 2019 17:39

Tahun Depan Terapkan Parkir Elektronik

TARAKAN – Perencanaan parkir kendaraan dengan sistem elektronik atau e-Parking…

Rabu, 09 Oktober 2019 16:33

BPOM Tak Temukan Ranitidine Dilarang Edar

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan…

Rabu, 09 Oktober 2019 12:23

Sanksi Diputuskan Pekan Ini

TARAKAN – Setelah diamankan Tim Saber Pungli pada 9 September…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*