MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 09 Oktober 2019 16:33
BPOM Tak Temukan Ranitidine Dilarang Edar
Ilustrasi

PROKAL.CO, class="p1">TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidine. Hal tersebut dipicu oleh adanya temuan Badan Kesehatan Amerika (US FDA) yang menyatakan bahwa ranitidine mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu kanker.

Kepala Kantor BPOM Tarakan Musthofa Anwari mengaku pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap penarikan produk yang mengandung ranitidine. Produk tersebut terdiri dari produk injeksi dan sirup atau cair.

“Ini sesuai arahan dari pusat. Di Kaltara sudah kami pantau di tiga pedagang besar farmasi (PBF) penyalur resmi ke apotek. Yakni, di Osada, Tri Sapta Jaya dan Laksa. Mereka ini yang menyuplai ke apotek se-Kaltara,” ujar Musthofa, Selasa (8/10).

Dari hasil pemantauan tersebut, kata Musthofa, ada dua PBF yang menyalurkan ranitidine. Akan tetapi, ranitidine yang disalurkan tidak ada masuk daftar rilis BPOM Pusat. Diketahui ada empat produk yang dilakukan penarikan, yakni ranitidine injeksi, zantac, rinadin dan indoran.

“Sebenarnya bukan dilarang, tapi dilakukan penarikan. Sifatnya voluntary dan wajib. Itu dikasih waktu 80 hari (sejak 17 September lalu). Tapi untuk di Kaltara tidak ada produk (ranitidine) yang dari pabrik PT Pharos, PT Glaxo Wellcome Indonesia, PT Global Multi Pharmalab dan PT Indofarma,” bebernya.

Dia juga mengatakan, pengawasan juga dilakukan pada profesi apoteker. Bahkan, per minggu pihaknya melakukan pengawasan di apotek-apotek serta toko obat. “Kalau jalur resmi kan dari pusat. Nanti akan kita pantau keaktifan produsen melakukan penarikan,” katanya.

Musthofa menjelaskan, ranitidine merupakan obat gejala penyakit tukak lambung dan usus. Ranitidine mampu berfungsi mengurangi asam lambung. Jika asam lambung meningkat, dinding lambung akan terjadi iritasi dan pembengkakan. 

“Itulah yang menyebabkan penyakit maag, usus lambung dan sebagainya,” ujarnya.

Setelah dilakukan penelitian oleh US FDA, kata dia, adanya ranitidine di dalam obat ternyata bukan merupakan hal yang murni. Dan, dapat memicu munculnya penyakit kanker. “Ranitidine ini adalah zat aktifnya. Misalnya, kaya paracetamol. Kalau nama petannya juga seperti Sanmol dan Pamol dan sebagainya,” bebernya. (*/sas/fen)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 12:21

Pastikan Speedboat Laik Berlayar

TARAKAN – Menyambut perayaan Natal dan tahun baru 2020, Kantor…

Selasa, 19 November 2019 12:20

Sarankan Anak Daerah Disekolahkan

TANJUNG SELOR – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltara Muhammad…

Senin, 18 November 2019 12:15

Simdali Tunggu Alat Pendukung

TANJUNG SELOR - Keinginan untuk mengurai antrean di SPBU, baik…

Senin, 18 November 2019 12:13

SMAN 1 Dibangun Dua Tahap

TANJUNG SELOR – Pembangunan tahap pertama ruang kelas baru (RKB)…

Sabtu, 16 November 2019 13:36

Remaja Putus Sekolah Jadi Pelaku Curanmor

TARAKAN – Kenakalan remaja semakin memprihatinkan. HD (14) dan RS…

Jumat, 15 November 2019 16:07

Remaja 16 Tahun Terlibat Kasus Narkotika

TARAKAN – Budak narkotika kembali ditangkap jajaran Polres Tarakan. Yakni,…

Jumat, 15 November 2019 16:06

Masih Kurang 600 Personel

TARAKAN – Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Kaltara masih memiliki…

Kamis, 14 November 2019 16:53

IPK Ikut PPG Minimal 3,0

TANJUNG SELOR – Calon guru yang akan mengikuti pendidikan profesi…

Kamis, 14 November 2019 16:51

Pembatasan demi Keselamatan Penumpang

TARAKAN – Warga yang ingin mengirim barang melalui speedboat di…

Kamis, 14 November 2019 16:50

Dua Pencuri SBW Diciduk

TANJUNG SELOR – Pencuri sarang burung walet (SBW) di Desa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*