MANAGED BY:
SABTU
06 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Rabu, 09 Oktober 2019 16:33
BPOM Tak Temukan Ranitidine Dilarang Edar
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan perintah penarikan pada beberapa obat yang mengandung ranitidine. Hal tersebut dipicu oleh adanya temuan Badan Kesehatan Amerika (US FDA) yang menyatakan bahwa ranitidine mengandung N-Nitrosodimethylamine (NDMA) yang dapat memicu kanker.

Kepala Kantor BPOM Tarakan Musthofa Anwari mengaku pihaknya sudah melakukan pemantauan terhadap penarikan produk yang mengandung ranitidine. Produk tersebut terdiri dari produk injeksi dan sirup atau cair.

“Ini sesuai arahan dari pusat. Di Kaltara sudah kami pantau di tiga pedagang besar farmasi (PBF) penyalur resmi ke apotek. Yakni, di Osada, Tri Sapta Jaya dan Laksa. Mereka ini yang menyuplai ke apotek se-Kaltara,” ujar Musthofa, Selasa (8/10).

Dari hasil pemantauan tersebut, kata Musthofa, ada dua PBF yang menyalurkan ranitidine. Akan tetapi, ranitidine yang disalurkan tidak ada masuk daftar rilis BPOM Pusat. Diketahui ada empat produk yang dilakukan penarikan, yakni ranitidine injeksi, zantac, rinadin dan indoran.

“Sebenarnya bukan dilarang, tapi dilakukan penarikan. Sifatnya voluntary dan wajib. Itu dikasih waktu 80 hari (sejak 17 September lalu). Tapi untuk di Kaltara tidak ada produk (ranitidine) yang dari pabrik PT Pharos, PT Glaxo Wellcome Indonesia, PT Global Multi Pharmalab dan PT Indofarma,” bebernya.

Dia juga mengatakan, pengawasan juga dilakukan pada profesi apoteker. Bahkan, per minggu pihaknya melakukan pengawasan di apotek-apotek serta toko obat. “Kalau jalur resmi kan dari pusat. Nanti akan kita pantau keaktifan produsen melakukan penarikan,” katanya.

Musthofa menjelaskan, ranitidine merupakan obat gejala penyakit tukak lambung dan usus. Ranitidine mampu berfungsi mengurangi asam lambung. Jika asam lambung meningkat, dinding lambung akan terjadi iritasi dan pembengkakan. 

“Itulah yang menyebabkan penyakit maag, usus lambung dan sebagainya,” ujarnya.

Setelah dilakukan penelitian oleh US FDA, kata dia, adanya ranitidine di dalam obat ternyata bukan merupakan hal yang murni. Dan, dapat memicu munculnya penyakit kanker. “Ranitidine ini adalah zat aktifnya. Misalnya, kaya paracetamol. Kalau nama petannya juga seperti Sanmol dan Pamol dan sebagainya,” bebernya. (*/sas/fen)


BACA JUGA

Rabu, 03 Juni 2020 15:37

Susun Konsep Tatanan Baru Kepariwisataan

TARAKAN - Menyusul akan diterapkannya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar…

Rabu, 03 Juni 2020 15:29

ASN Tarakan Kembali Bekerja di Kantor

TARAKAN - Hari pertama pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)…

Selasa, 02 Juni 2020 19:10

Butuh Sosialisasi Sebelum Penerapan

TARAKAN – Seyogianya, Wali Kota Tarakan Khairul, mengumumkan tahapan pelonggaran…

Selasa, 02 Juni 2020 19:08

Petakan 40 Titik Penegakan Disiplin

TARAKAN – Sebelum operasi penegakan disiplin protokol kesehatan digelar, unsur…

Senin, 01 Juni 2020 14:35

Petambak Keluhkan Penjualan Benur di Bawah Umur

TARAKAN – Mewakili petambak, Zainuddin Umar menuntut ketegasan Pemkot Tarakan…

Senin, 01 Juni 2020 14:29

Tarakan Tunda Pelonggaran PSBB

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menunda pengumuman tahapan pelonggaran…

Senin, 01 Juni 2020 14:24

Sistem Kerja PNS Kembali Normal

TARAKAN – Sebelum menerapkan New Normal, Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan…

Minggu, 31 Mei 2020 14:33

Pemkot Bentuk 5 Perumda, Penyertaan Modal Disesuaikan Rencana Bisnis

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah membentuk lima perusahaan…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:13

PARAH BANGET..!! Kakek 72 Tahun Gauli Cucu, Sudah Hamil 3 Bulan

TARAKAN - Entah apa yang ada dipikiran pria renta berinisial…

Sabtu, 30 Mei 2020 13:10

Tarakan Idealnya Butuh 10 Embung

TARAKAN – Lima embung yang dimiliki Tarakan sebagai sumber-sumber air…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers