MANAGED BY:
JUMAT
10 JULI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Kamis, 10 Oktober 2019 18:27
Tiga Budaya Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Gubernur Berharap Masyarakat Menjaga dan Melestarikan

WARISAN BUDAYA TAK BENDA: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mendapatkan sertifikat WBTB untuk 3 budaya asli Kaltara oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Selasa (8/10) malam.

PROKAL.CO,

JAKARTA – Kalimantan Utara menjadi salah satu provinsi yang kaya akan tradisi dan kebudayaan. Hingga 2019, tercatat ada 19 tradisi dan budaya asli daerah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).  

Selasa (8/10) malam kemarin, tiga warisan budaya asli Kaltara kembali mendapatkan sertifikat penetapan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Ketiga budaya Kaltara yang ditetapkan sebagai WBTB oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud antara lain budaya Dolop dari masyarakat Dayak Agabak. Kemudian budaya Mamat dan Pekiban tradisi masyarakat Dayak Kenya, Kaltara. 

Unuk diketahui, budaya Dolop merupakan ritual sumpah, pembuktian apakah orang dituduh bersalah atau tidak dengan cara menyelam di sungai. Dengan kata lain, Dolop adalah jalan terakhir dalam penyelesaian sengketa.  

Warisan budaya selanjutnya adalah Mamat. Yaitu merupakan upacara besar dan sakral yang dilaksanakan oleh suku Dayak Kenyah, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta atas kemenangan yang diraih dalam medan peperangan. Secara rinci, Mamat juga disebut sebagai penyucian diri yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Selanjutnya ada warisan budaya Pekiban dari Dayak Kenyah. Ini adalah ritual yang sah dalam menikahkan masyarakat pada sukunya.   

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, provinsi termuda di Indonesia ini sejak 2015 sering mendapatkan sertifikat warisan budaya tak benda dari Kemendikbud. Tercatat sudah ada 19 WBTB. Ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam melestarikan budaya asli yang ada di daerah.  

“Ada banyak budaya yang masih asli di Kaltara dan harus terus diusulkan ke Kemendikbud agar mendapatkan sertifikasi WBTB,” ujarnya. 

Halaman:

BACA JUGA

Kamis, 09 Juli 2020 18:14

Pandemi Covid-19, Realisasi APBD Masih Aman

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Kamis, 09 Juli 2020 18:12

2019, Realisasi Fisik Jalan Nasional 100 Persen

TANJUNG SELOR – Sesuai informasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan…

Kamis, 09 Juli 2020 18:10

Hadapi Pandemi, PKK Kaltara Gagas Pembinaan Virtual

TANJUNG SELOR – Pandemi Covid-19 yang berdampak besar bagi kehidupan masyarakat…

Kamis, 09 Juli 2020 17:28

Wali Kota Apresiasi Pelaksanaan UTBK

TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr Khairul M.Kes mengapresiasi komitmen…

Kamis, 09 Juli 2020 17:26

Penataan Pantai Amal Sudah 30 Persen

TARAKAN – Meskipun wabah Coronavirus Disease 19 (Covid-19) sedang merebak,…

Kamis, 09 Juli 2020 17:25

Raperda Pengelolaan Zakat Diajukan

TARAKAN – Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan akan…

Kamis, 09 Juli 2020 17:24

Ingatkan Protokol Kesehatan saat Iduladha

TARAKAN – Hari raya Iduladha 1441 Hijriah akan dirayakan di…

Selasa, 07 Juli 2020 17:47

Dokter Terbang Siap Kembali di Tengah Masyarakat

TANJUNG SELOR – Sempat sedikit terkendala karena adanya pandemi Coronavirus…

Selasa, 07 Juli 2020 17:46

Hentikan Aktivitas 3 Menit

Kurang lebih sebulan ke depan, Bangsa Indonesia akan memperingati ke-75…

Selasa, 07 Juli 2020 17:43

70 Peserta Seleksi JPT Pratama Lolos Administrasi

TANJUNG SELOR – Sejak dibuka hingga ditutup pendaftaran, dan selanjutnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers