MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Selasa, 15 Oktober 2019 18:03
IPK Kaltara di Atas Jakarta

Gubernur Ingatkan untuk Sikapi Perubahan

TERBAIK: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menerima penghargaan IPK 2019 dari Menaker M. Hanif Dhakiri, Senin (14/10).

PROKAL.CO, class="p1">JAKARTA - Meski baru berusia 6 tahun, Kaltara sudah mampu mengungguli provinsi-provinsi lain dalam ketenagakerjaan. Bahkan, sesuai indeks pembangunan ketenagakerjaan (IPK) yang dirilis Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (14/10), Kaltara berada di atas Jakarta.

Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan, sesuai hasil pengukuran IPK sejak 2017 menggunakan metodologi berbasis SDGs, dan mulai tahun ini menggunakan aplikasi berbasis web dalam situs ipk.kemnaker.go.id, menunjukkan IPK nasional pada 2019 adalah 61,06. IPK nasional ini meningkat 0,25 dibandingkan 2018 yang sebesar 60,81. 

Dengan IPK sebesar 61,06, maka status pembangunan ketenagakerjaan nasional masih berada pada kategori menengah bawah. Secara nasional, kata dia, hampir semua provinsi IPK-nya mengalami kenaikan. IPK tertinggi pada 2019 diraih Jogjakarta dengan 70,79 poin. Peringkat kedua ditempati Kaltara dengan 69,63 poin. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Jakarta dengan 68,34 poin. 

"Pada 2019, jumlah provinsi dengan IPK berkategori menengah atas atau IPK di atas 66,00 juga bertambah menjadi 7 provinsi. Naik dari tahun 2018 yang berjumlah 6 provinsi. Hal ini menunjukkan pemerintah daerah sudah cukup aware dengan pembangunan ketenagakerjaan sebagai salah satu instrumen pencapaian tujuan SDGs," kata Hanif. 

Disebutkan, provinsi dengan IPK berstatus menengah atas adalah Jogjakarta, Kalimantan Utara, Jakarta, Kalimantan Tengah, Papua Barat, Kalimantan Timur, dan Kepulauan Riau. Sebaliknya, jumlah provinsi IPK berstatus rendah berkurang dari 2 provinsi di 2018 menjadi hanya 1 provinsi di 2019. Yakni, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengaku bangga dan bersyukur dengan melihat penilaian IPK di provinsi termuda ini yang cukup tinggi. Bahkan, tertinggi kedua setelah Jogjakarta. 

"Pertama saya apresiasi kepada jajaran OPD yang menangani ketenagakerjaan di Kaltara. Saya juga berterima kasih kepada para pelaku usaha, pelaku industri yang selama ini telah menjalankan fungsinya dengan baik. Terutama dalam memberikan perhatian kepada para tenaga kerja. Dan yang terutama lagi, terima kasih kepada asosiasi pekerja, serikat pekerja dan seluruh stakeholder lainnya yang berhubungan dengan ketenagakerjaan di Kaltara. Semua ini berhasil karena koordinasi, sinergi dan komunikasi yang terus berjalan dengan baik," ungkapnya.

Gubernur juga mengatakan, ada beberapa hal yang menjadi perhatian bersama. Yaitu mengenai tantangan ke depan di bidang ketenagakerjaan. Di era digital seperti sekarang, perubahan teknologi yang begitu cepat dituntut adanya inovasi dan gerak cepat. Di antaranya, dengan melakukan pengembangan digital skill bagi para generasi muda, kemudian meningkatkan industri kreatif dan industri digital. 

"Di era sekarang telah terjadi disrupsi-disrupsi, atau perubahan industri dari berbagai bidang. Hal ini memengaruhi dalam bidang ketengakerjaan. Contoh, kalau orang menganggap Blue Bird sebagai pengusaha taksi kaya, wajar. Karena memiliki ribuan taksi. Tapi pengusaha taksi yang terkaya sekarang adalah Uber,” ujarnya.

Namun, kata dia, uniknya Uber tidak memiliki taksi. “Begitupun dengan perusahaan media. Orang melihat CNN, Fox News sebagai media kaya, wajar, ada produknya. Tapi ternyata perusahaan media yang terkaya sekarang adalah Facebook. Dan, Facebook tidak punya wartawan. Itulah contoh perubahan industri yang begitu jauh berbeda. Ini harus kita sikapi, kita siapkan," ujarnya. (hms/fen) 


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 19:50

Pemerintah Canangkan 2 Agenda Besar

BOGOR - Dalam lima tahun ke depan, ada 2 agenda…

Kamis, 14 November 2019 19:45

Hanya Daftar di Golkar

TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Kaltara Syarwani merupakan salah satu…

Kamis, 14 November 2019 19:43

Akun Kepala ORI Kaltara Di-hack

TARAKAN – Akun media sosial Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI)…

Kamis, 14 November 2019 19:42

Hapus Tato Gara-Gara Lamaran Kerja Ditolak dan Ingin Hijrah

Bagi penggemarnya, tato merupakan karya seni. Namun, tak sedikit juga…

Kamis, 14 November 2019 19:37

Tingkatkan Pengamanan

TARAKAN – Ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera…

Kamis, 14 November 2019 19:32

Optimistis 2020 Sudah Lengkap

TANJUNG SELOR – Lapangan terbang di sejumlah daerah perbatasan dan…

Selasa, 12 November 2019 14:36

Surat Lamaran Kelewat Rapi

MALANG - Setelah viral tulisan dokter yang rapi dan mudah…

Selasa, 12 November 2019 14:17

Utamakan Pendidikan, Tanamkan Agama dan Moral sejak Dini

Supriyadi dan Paryanti termasuk di antara 32 pasangan orang tua…

Selasa, 12 November 2019 14:15

Jalan di Perbatasan Harus Jadi Prioritas

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan maupun sarana pendidikan dan kesehatan…

Selasa, 12 November 2019 14:10

Pendaftaran CPNS Diundur

TANJUNG SELOR – Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara yang sebelumnya dijadwalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*