MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Rabu, 16 Oktober 2019 18:09
Buat Aplikasi AHSIAF Berawal dari Keprihatinan

Adip Dwi Sasongko, Peraih Juara II KIR Pentas PAI 2019

BERPRESTASI: Adip Dwi Sasongko meraih juara kedua KIR Pentas PAI 2019 di Makassar, belum lama ini.

PROKAL.CO, class="p1">Siswa SMAN 1 Tarakan kembali mengukir prestasi tingkat nasional. Adalah Adip Dwi Sasongko yang meraih juara II Karya Ilmiah Remaja (KIR) Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) yang berlangsung di Makassar, Sulsel, belum lama ini.

 

MUHAMMAD RAJAB, Tarakan

 

MEWAKILI Kalimantan Utara pada lomba yang digelar Kementerian Agama pada 7–13 Oktober lalu, Adip Dwi Sasongko mampu membuat para juri memberikan perhatian lebih terhadap project yang dibawanya.

Siswa kelas X MIPA 3 SMA 1 Tarakan ini membawa karya ilmiah berupa aplikasi AHSIAF. Yakni, perancangan aplikasi pembelajaran antara akidah, syariah dan tasawuf.

“Aplikasi yang dirancang dengan berbasi Android Studio 3.4.1, yang mana AHSIAF ini singkatan dari akidah syariah dan tasawuf,” ujar guru kegiatan ektrakurikuler SMAN 1 Tarakan, Ade Kuswara, Sabtu (12/10).

Aplikasi tersebut lahir atas dasar keprihatinan Adip Dwi Sasongko terhadap informasi yang menyimpang tentang ajaran Islam. Adip pun terpikir bagaimana mencarikan solusi, agar informasi yang terpublikasi di media online maupun media sosial dapat tersaring dengan baik.

Lahirlah aplikasi AHSIAF yang dibuatnya untuk memberikan informasi dan edukasi kepada umat muslim, terutama kaum muda seputar ajaran akidah, syariah dan tasawuf yang sesuai tuntunan agama. Sehingga, endingnya dapat mewujudkan generasi Islam yang baik di era millenium.

“Kalau sumber-sumbernya memang kita masih dari media juga, media online, tapi media online ini memang filter, yang mana bisa kami kutip dan tidak, lalu kami juga berpedoman sama Alquran dalam memberikan kajian informasi,” terang Ade Kuswara. 

Untuk membuat aplikasi tersebut, Adip membutuhkan waktu kurang lebih tiga bulan. Meski cukup lama, namun Ade mengaku siswanya tidak menemui hambatan berarti, karena kebetulan Adip cukup memahami tentang multimedia.

Sebelum diikutkan dalam KIR PAI tingkat nasional, aplikasi tersebut juga sempat diuji coba pada kelompok rohani Islam SMAN 1 Tarakan. Aplikasi tersebut ternyata mendapat respons positif dan dinilai dapat meningkatkan pengetahuan maupun motivasi siswa dalam mempelajari agama Islam. (*/fen)


BACA JUGA

Kamis, 14 November 2019 19:50

Pemerintah Canangkan 2 Agenda Besar

BOGOR - Dalam lima tahun ke depan, ada 2 agenda…

Kamis, 14 November 2019 19:45

Hanya Daftar di Golkar

TANJUNG SELOR – Anggota DPRD Kaltara Syarwani merupakan salah satu…

Kamis, 14 November 2019 19:43

Akun Kepala ORI Kaltara Di-hack

TARAKAN – Akun media sosial Kepala Ombudsman Republik Indonesia (ORI)…

Kamis, 14 November 2019 19:42

Gara-Gara Lamaran Kerja Ditolak dan Ingin Hijrah

Bagi penggemarnya, tato merupakan karya seni. Namun, tak sedikit juga…

Kamis, 14 November 2019 19:37

Tingkatkan Pengamanan

TARAKAN – Ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera…

Kamis, 14 November 2019 19:32

Optimistis 2020 Sudah Lengkap

TANJUNG SELOR – Lapangan terbang di sejumlah daerah perbatasan dan…

Selasa, 12 November 2019 14:36

Surat Lamaran Kelewat Rapi

MALANG - Setelah viral tulisan dokter yang rapi dan mudah…

Selasa, 12 November 2019 14:17

Utamakan Pendidikan, Tanamkan Agama dan Moral sejak Dini

Supriyadi dan Paryanti termasuk di antara 32 pasangan orang tua…

Selasa, 12 November 2019 14:15

Jalan di Perbatasan Harus Jadi Prioritas

TANJUNG SELOR – Pembangunan jalan maupun sarana pendidikan dan kesehatan…

Selasa, 12 November 2019 14:10

Pendaftaran CPNS Diundur

TANJUNG SELOR – Pendaftaran CPNS Pemprov Kaltara yang sebelumnya dijadwalkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*