MANAGED BY:
JUMAT
29 MEI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:11
Sarankan Buat Aturan Penghafal Alquran
Kamal

PROKAL.CO,

TARAKAN – Pembelajaran baca tulis Alquran saat ini semakin mudah ditemui masyarakat seiring berkembangnya tempat-tempat pembelajaran seperti taman pendidikan Alquran maupun sekolah berbasis agama Islam.

Namun, para lulusan penghafal Alquran belum mendapatkan tempat yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Misal, dalam mengikuti seleksi masuk sekolah formal, penghafal Alquran masih dikesampingkan dibandingkan siswa berprestasi di bidang akademik maupun olahraga.

Berangkat dari kondisi itu, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Tarakan menginginkan diterbitkannya payung hukum yang dapat menguatkan keberadaan para lulusan baca tulis Alquran.

“Banyak yang pintar, tapi sayang akidah, akhlaknya kurang. Maka dengan perda Alquran nanti anak-anak akan masuk di dalam sekolah mana pun yang formal, baik negeri maupun swasta akan menjadi acuan pertama. Bukan yang sekadar prestasi olahraga, tetapi diutamakanlah prestasi Alquran bagi yang Islam,” ujar Ketua BKPRMI Tarakan Kamal, Jumat (18/10). 

Menurut Kamal, sejumlah daerah lain di Indonesia sudah menerapkannya. Seperti Makassar, Sulawesi Selatan. Tarakan diharapkannya bisa menjadi pelopor.

Jika tidak melalui perda, kata dia, bisa lewat peraturan wali kota. Yang terpenting, lanjutnya, ada kebijakan yang menguatkan keberadaan para lulusan baca tulis Alquran. 

Kamal juga meyakini anak-anak lulusan dari lembaga pembelajaran Alquran memiliki akhlak yang baik. Karena dalam pembelajarannya tidak hanya diajarkan bagaimana membaca dan menulis Alquran secara benar, tapi juga mengajarkan akhlak yang baik. 

“Anak yang bisa mengaji insya Allah akhlaknya dijamin,” ujarnya.

Namun, dirinya menyerahkan sepenuhnya proses pembuatan payung hukum kepada Pemkot Tarakan.

Menanggapi usulan itu, Wali Kota Tarakan Khairul mendukung. Tidak hanya memberikan tempat utama bagi anak-anak penghafal Alquran, tapi juga memberi jaminan akan standar pendidikan Alquran yang berkualitas, termasuk para pengajarnya. 

“Saya kira ini kan juga harus diatur, distandarisasi-lah istilahnya,” ujarnya.

Khairul juga mengatakan, payung hukum yang dibuat bisa peraturan wali kota atau perda. (mrs/fen)


BACA JUGA

Minggu, 22 November 2015 19:15

Perang Proksi Ancaman Warga Kaltara

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers