MANAGED BY:
SELASA
25 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Sabtu, 18 Januari 2020 22:48
Tenaga Jaksa Belum Ideal

Kejari Tarakan Tunggu Rekrutmen

Fatkhuri

PROKAL.CO, TARAKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan saat ini masih kekurangan tenaga untuk jaksa yang menangani pidana umum. Dengan kekurangan tersebut, tidak sebanding terhadap jumlah kasus pidana yang ditangani.  

Menurut Kepala Kejari Tarakan, Fatkhuri, kekurangan jaksa tidak hanya terjadi di Tarakan. Bahkan dialami seluruh wilayah di Indonesia. Meskipun demikian, Fatkhuri merasa optimis akan mendapat tambahan sumber daya manusia (SDM) dari hasil rekrutmen jaksa, yang diperkirakan sebanyak 5.000 orang se Indonesia.

“Ke depannya hasil rekrutmen ini bisa di tempatkan di kantor kejaksaan. Jadi bisa menambah SDM yang kurang di masing-masing kejari di seluruh Indonesia,” kata Fatkhuri, Kamis (16/1). Untuk Kejari Tarakan idealnya jumlah jaksa yang harus dimiliki minimal 15-20 orang jaksa.

Hal tersebut dengan melihat jumlah perkara yang ditangani. Saat ini, jaksa yang ada di Kejari Tarakan jumlahnya tidak mencapai 10 orang. Bahkan, jumlah tersebut sudah termasuk kepala seksi yang ada. Sementara, perkara terbanyak ditangani di Seksi Pidana Umum. Namun, untuk seksi non pidana umum juga ada yang menangani perkara, seperti pidana khusus yang menangani penyelidikan kasus pidana korupsi maupun sidang kasus korupsi.

“Biar tidak terganggu dengan teknisnya masing-masing. Ditambah lagi ada perkara Kejaksaan Tinggi (Kejati) yang sidang di Tarakan. Untuk yang menyidangkan juga dari jaksa di Tarakan. Faktor jarak dari Kejati, tentu membutuhkan biaya. Jadi, otomatis akan sedikit mengganggu,” terang Fatkhuri.

Meski jumlah jaksa masih tergolong minim, tapi Kejari Tarakan berupaya maksimal untuk bisa menyelesaikan perkara yang ditangani. Kaltara, saat ini masih dibawah Kejaksaan Tinggi Kaltim, karena belum memiliki Kejati Kaltara. “Kita urutan ketiga, setelah Samarinda dan Balikpapan. Dari perkara umum yang ditangani, narkotika mendominasi di Indonesia. Sedangkan Tarakan karena perbatasan, sebagai transit dan lalu lintasnya memang perlu penanganan serius untuk bisa menekan jumlah peredaran narkotika,” pungkasnya. (*/sas/uno)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 14:51

2020, 52 Event Bakal Digelar di Tarakan

TARAKAN – Guna menumbuhkan sektor pariwisata, menambah pendapatan asli daerah…

Jumat, 21 Februari 2020 15:34

Perwali PTSL Diusulkan untuk Direvisi, Masalahnya Dimana?

TARAKAN – Adanya usulan revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:19

Produk UMKM Berpotensi Tingkatkan Devisa Ekspor

TARAKAN - Produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di…

Selasa, 11 Februari 2020 10:37

Disdagkop dan UKM Ingatkan Soal RAT

TARAKAN – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop…

Minggu, 09 Februari 2020 16:27

Cari Figur yang Diinginkan Rakyat

TARAKAN – Partai Demokrat belum memastikan figur yang akan diusung…

Minggu, 09 Februari 2020 16:24

Satpol PP Masih Temukan Pengetap

TARAKAN – Sebulan lebih sudah surat edaran Wali Kota Tarakan…

Minggu, 09 Februari 2020 16:19

Dimediasi Polisi, Latihan Hanya Digelar Sabtu-Minggu

TARAKAN - Belum lama ini, oknum yang mengatasnamakan warga sekitar…

Selasa, 04 Februari 2020 18:13

Hentikan Ekspor Kepiting ke Tiongkok

TARAKAN – Open season pengiriman kepiting bertelur, sudah dimulai sejak…

Jumat, 31 Januari 2020 18:29

Pelarian Tersangka Penganiayaan Berakhir

TANJUNG SELOR – Tersangka penikaman yang terjadi di Berau, Kalimantan…

Rabu, 29 Januari 2020 15:30

Didominasi Mantan Penyelenggara Pemilu

TANJUNG SELOR – Tim seleksi (Timsel) komisioner Badan Pengawas Pemilu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers