MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 24 Januari 2020 16:59
Kasus DBD Renggut Nyawa 14 Pasien
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Tahun lalu, sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara ada 1.796 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari kasus DBD tersebut hingga merenggut nyawa sebanyak 14 pasien. Dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy, kasus DBD mulai mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2018 dan terus berlanjut hingga pertengahan 2019.

“Data terakhir yang kita miliki, pada pertengahan 2019 ada 941 kasus dengan korban meninggal dunia 12 orang,” ujar dia. Penyebab kasus DBD meningkat, ujar dia, salah satunya intensitas hujan yang cukup tinggi saat memasuki awal tahun 2019. Hasil survei Dinkes ke beberapa lokasi, untuk angka bebas jentik (ABJ) masih sangat rendah.

“Kita survei ke rumah-rumah melihat penampungan air. Banyaknya profil tank milik warga yang tidak pernah dilihat, tapi tetap terbuka,” ungkapnya. Bahkan di beberapa desa, khususnya yang belum tersedia air bersih banyak dari masyarakat yang masih menggunakan profil tank. Sebagai tempat penampungan air hujan dan tidak pernah ditutup. Masyarakat pun enggan menguras air di profil tank, dengan waktu tertentu.

Padahal, menurut dia, di dalam air profil tank banyak berkembang biak jentik. Pemberian abate kepada masyarakat, dinilai tidak akan efektif. Dengan pemberian abate di profil tank, tidak sesuai kapasitas. “Ketersediaan stok abate sekarang ini, jika dibagi ke setiap daerah tentu tidak mencukupi. Tapi bila ada masyarakat yang ingin mendapatkan abate, silahkan datang ke tempat pelayanan kesehatan di setiap daerah,” imbaunya. Pemberantasan dan penekanan angka DBD dibutuhkan kesadaran masyarakat. Termasuk memberantas sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus. Yakni, menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air.

Seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan lain-lain. Lalu kedua, menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Langkah ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. (*/fai/uno)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 15:42

Tarakan Masih Butuh 1.400 PNS

TARAKAN – Moratorium penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang diberlakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:40

Hindari Razia Kendaraan, Nekat Lawan Arah

TARAKAN– Pengendara sepeda motor anak dibawah umur masih menjadi perhatian,…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:38

Kuota Petugas PPS 60 Orang

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mempersiapkan petugas untuk…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:37

Azam Belum Bisa Makan

TANJUNG SELOR – Kondisi Muhammad Azam, balita berusia 25 bulan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:51

Ikut Penjaringan jadi Cawagub

TARAKAN – Sinyal Irwan Sabri maju di Pemilihan Gubernur dan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:48

Korban Kebakaran Usul Bantuan ke Kemensos

TARAKAN – Korban kebakaran di Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok, Tarakan,…

Jumat, 21 Februari 2020 15:47

10.237 Syarat Dukungan Faridil-Masnur

PASANGAN calon (Paslon) Faridil Murad dan Masnur Anwar yang maju…

Jumat, 21 Februari 2020 15:46

Harga Udang dan Komisi Dipisah

TARAKAN– Terjadinya penurunan harga udang dikeluhkan petani tambak, sejak beberapa…

Jumat, 21 Februari 2020 15:31

Target di Bandara Juwata Tarakan, Tambah Maskapai Penerbangan

TARAKAN - Memiliki nakhoda baru, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan…

Kamis, 20 Februari 2020 10:03

Gara-Gara Diputusin, Foto Syur Disebar

TARAKAN – Merasa tidak terima karena hubungannya kandas di tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers