MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 24 Januari 2020 16:59
Kasus DBD Renggut Nyawa 14 Pasien
Ilustrasi

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Tahun lalu, sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara ada 1.796 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari kasus DBD tersebut hingga merenggut nyawa sebanyak 14 pasien. Dikatakan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy, kasus DBD mulai mengalami peningkatan sejak akhir tahun 2018 dan terus berlanjut hingga pertengahan 2019.

“Data terakhir yang kita miliki, pada pertengahan 2019 ada 941 kasus dengan korban meninggal dunia 12 orang,” ujar dia. Penyebab kasus DBD meningkat, ujar dia, salah satunya intensitas hujan yang cukup tinggi saat memasuki awal tahun 2019. Hasil survei Dinkes ke beberapa lokasi, untuk angka bebas jentik (ABJ) masih sangat rendah.

“Kita survei ke rumah-rumah melihat penampungan air. Banyaknya profil tank milik warga yang tidak pernah dilihat, tapi tetap terbuka,” ungkapnya. Bahkan di beberapa desa, khususnya yang belum tersedia air bersih banyak dari masyarakat yang masih menggunakan profil tank. Sebagai tempat penampungan air hujan dan tidak pernah ditutup. Masyarakat pun enggan menguras air di profil tank, dengan waktu tertentu.

Padahal, menurut dia, di dalam air profil tank banyak berkembang biak jentik. Pemberian abate kepada masyarakat, dinilai tidak akan efektif. Dengan pemberian abate di profil tank, tidak sesuai kapasitas. “Ketersediaan stok abate sekarang ini, jika dibagi ke setiap daerah tentu tidak mencukupi. Tapi bila ada masyarakat yang ingin mendapatkan abate, silahkan datang ke tempat pelayanan kesehatan di setiap daerah,” imbaunya. Pemberantasan dan penekanan angka DBD dibutuhkan kesadaran masyarakat. Termasuk memberantas sarang nyamuk dengan gerakan 3M plus. Yakni, menguras, membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air.

Seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan lain-lain. Lalu kedua, menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya. Langkah ketiga, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. (*/fai/uno)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 19:14

Sehari, Tarakan Dilanda 3 Musibah

TARAKAN – Bumi Paguntaka (sebutan lain Kota Tarakan) berduka. Tiga…

Selasa, 29 September 2020 19:08

IRAW Ungguli 2 Paslon

TARAKAN – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Deny JA merilis hasil…

Selasa, 29 September 2020 19:05

4 Bangunan Hangus Terbakar

TARAKAN – Saat dilakukan evakuasi terhadap korban musibah tanah longsor…

Selasa, 29 September 2020 19:03

Batas Tertinggi Dana Kampanye Rp 20 M

TANJUNG SELOR - Empat pasangan calon (Paslon) kepala daerah Bulungan…

Senin, 28 September 2020 20:47

Bakal Sambangi 4 Kabupaten

TANJUNG SELOR – Setelah diberikan amanah untuk mengemban jabatan sebagai…

Senin, 28 September 2020 20:45

BUKTI TAK DISIPLIN..!! Ada 1.414 Pelanggar Selama Operasi Yustisi

TANJUNG SELOR - Operasi Yustisi yang dilaksanakan oleh Polda Kaltara…

Senin, 28 September 2020 20:43

Bacalon Wabup Nunukan Sembuh dari Covid-19

TARAKAN – Bakal calon Wakil Bupati Nunukan Muhammad Nasir akan…

Senin, 28 September 2020 20:40

Ada 4 Kategori APK

TARAKAN – Masa kampanye pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak telah…

Minggu, 27 September 2020 20:47

Tak Sekadar Dibacakan, tapi Dilaksanakan

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara, menggelar pelaksanaan…

Minggu, 27 September 2020 20:44

Langsung Kukuhkan Pjs Bupati Tana Tidung

Baru saja tiba di Kaltara, Pjs Gubernur Kaltara DR Teguh…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers