MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 26 Januari 2020 11:20
Vonis Pasutri Kasus Sabu Lebih Ringan
PESAKITAN: Terdakwa Kamsiah yang terlibat kasus sabu-sabu menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tarakan, kemarin (24/1).

PROKAL.CO, TARAKAN – Pasangan suami istri (Pasutri) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan, dengan sangkaan kepemilikan sabu sebesar 656,84 gram. Proses sidang itu berkaitan dengan vonis yang diterima keduanya.  

Dalam persidangan yang digelar Jumat (24/1), pembacaan putusan keduanya dilakukan terpisah. Vonis yang diberikan pun lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pembacaan putusan pertama terhadap terdakwa Kamsiah, yang divonis 9 tahun penjara. Sementara suaminya, Dedi Irawan diputus bersalah dengan hukuman 1 tahun penjara. Sebelumnya, pasutri ini dituntut hukuman 16 tahun penjara oleh JPU saat persidangan pekan lalu.

Humas Pengadilan Negeri Tarakan , Melcky Johny Ottoh menyebutkan, pasutri didakwa Pasal 114 ayat 2 junto Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Lalu dikenakan juga pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1. “Terdakwa Dedi Irawan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak melaporkan adanya tindak pidana tanpa hak melawan hukum. Memiliki narkotika golongan 1 bukan tanaman,” tearngnya.

Pertimbangan yang disampaikan Majelis Hakim, tidak termasuk dalam dakwaan. Melainkan Pasal 131 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama setahun,” imbuhnya.

Usai sidang, Penasehat Hukum kedua terdakwa Jerry Jesson Mathias mengatakan, putusan lebih tinggi terhadap Kamsiah. Karena pasal yang dikenakan kepada pasutri ini berbeda. “Dedi dikenakan pasal mengetahui tapi tidak melaporkan. Untuk Kamsiah, sebenarnya barang itu dititipkan ke dia, oleh orang yang katanya mau sewa kontrakan rumahnya. Saat dibuka, baru ketahuan bahwa barang titipan itu ternyata sabu,” bebernya.

Atas putusan ini, lanjut Jerry, masih pikir-pikir dan akan berkonsultasi dengan kliennya. Sebaliknya, JPU langsung menyatakan sikap banding terhadap putusan Majelis Hakim. Sekedar diketahui, pasutri ini ditangkap BNNP Kaltara pada 14 Maret 2019. Keduanya diduga merupakan penyedia tempat untuk bisnis sabu dirumahnya, di Jalan Damai, Kelurahan Karang Anyar. (*/sas/uno)


BACA JUGA

Jumat, 21 Februari 2020 15:34

Perwali PTSL Diusulkan untuk Direvisi, Masalahnya Dimana?

TARAKAN – Adanya usulan revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:19

Produk UMKM Berpotensi Tingkatkan Devisa Ekspor

TARAKAN - Produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di…

Selasa, 11 Februari 2020 10:37

Disdagkop dan UKM Ingatkan Soal RAT

TARAKAN – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop…

Minggu, 09 Februari 2020 16:27

Cari Figur yang Diinginkan Rakyat

TARAKAN – Partai Demokrat belum memastikan figur yang akan diusung…

Minggu, 09 Februari 2020 16:24

Satpol PP Masih Temukan Pengetap

TARAKAN – Sebulan lebih sudah surat edaran Wali Kota Tarakan…

Minggu, 09 Februari 2020 16:19

Dimediasi Polisi, Latihan Hanya Digelar Sabtu-Minggu

TARAKAN - Belum lama ini, oknum yang mengatasnamakan warga sekitar…

Selasa, 04 Februari 2020 18:13

Hentikan Ekspor Kepiting ke Tiongkok

TARAKAN – Open season pengiriman kepiting bertelur, sudah dimulai sejak…

Jumat, 31 Januari 2020 18:29

Pelarian Tersangka Penganiayaan Berakhir

TANJUNG SELOR – Tersangka penikaman yang terjadi di Berau, Kalimantan…

Rabu, 29 Januari 2020 15:30

Didominasi Mantan Penyelenggara Pemilu

TANJUNG SELOR – Tim seleksi (Timsel) komisioner Badan Pengawas Pemilu…

Rabu, 29 Januari 2020 15:28

UPT BKN Tarakan Difungsikan

TARAKAN – Setelah diresmikan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers