MANAGED BY:
SABTU
22 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 26 Januari 2020 11:21
Kapal Itu Tak Dilengkapi SPB saat Berlayar
TAHAP DUA: Kasi Intel Kejari Tarakan, Irawan (kanan) melihat kondisi barang bukti berupa 2 unit kapal yang diamankan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III A Tarakan.

PROKAL.CO, TARAKAN – Penyidik Pegawasi Negeri Sipil (PPNS) Kantar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III A Tarakan, menyerahkan berkas perkara pelanggaran kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan. Berkaitan dengan dua unit kapal yang diamankan pada 19 Desember lalu.  

Bahkan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tarakan, Banan Prasetya melihat kondisi barang bukti tersebut. Satu unit speedboat dan kapal kayu. Dalam perkara itu, ada dua terdakwa yang ditahan. Yakni Rudi nahkoda SB Harapan Baru Ekspres dan Tahir merupakan nahkoda KM Azhar. Keduanya dilakukan penahanan selama 20 hari. “Penahanan nantinya di Lapas Kelas II Tarakan. Kemudian perkara akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Keduanya terdakwa dikenakan Pasal 323 tentang Undang-Undang Pelayaran oleh PPNS KSOP. Karena keduanya berlayar tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh KSOP. “Ini menyangkut keamanan dan keselamatan kapal. Ancaman hukuman dari pasal itu lima tahun penjara,” jelas Banan.

Di lain pihak, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Tarakan, Syaharuddin mengatakan, barang bukti speedboat diamankan menyusul adanya laporan warga. Bahwa speedboat SB Harapan Baru Exspress tidak dilengkapi SPB saat berlayar pada 19 Desember lalu. Dengan tujuan Malinau-Tarakan sekitar pukul 09.00 Wita.

“Seharusnya SB Harapan Baru Ekspres berangkat dari Malinau jam 12.00 Wita. Tapi saat itu didapati berangkat pukul 07.00 Wita. Untuk perkara KM Azhar pun sama, karena berangkat dari Pulau Bunyu ke Tarakan tidak dilengkapi dengan SPB,” bebernya.

Hal tersebut diperkuat dari pengakuan terdakwa, saat berangkat tidak sesuai trayek yang sudah ditentukan. Dikarenakan speedboat mendapat carteran di pagi hari di waktu yang sama. Sehingga alasan kedua terdakwa tidak sempat mengurus SPB.

“Kapal KM Azhar, membawa muatan oli bekas pada 23 Desember lalu. Kapal ini kita amankan di perairan Tarakan (Pelabuhan Tengkayu I),” tutupnya. (*/sas/uno)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 Februari 2020 15:34

Perwali PTSL Diusulkan untuk Direvisi, Masalahnya Dimana?

TARAKAN – Adanya usulan revisi Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang…

Sabtu, 15 Februari 2020 12:19

Produk UMKM Berpotensi Tingkatkan Devisa Ekspor

TARAKAN - Produksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di…

Selasa, 11 Februari 2020 10:37

Disdagkop dan UKM Ingatkan Soal RAT

TARAKAN – Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop…

Minggu, 09 Februari 2020 16:27

Cari Figur yang Diinginkan Rakyat

TARAKAN – Partai Demokrat belum memastikan figur yang akan diusung…

Minggu, 09 Februari 2020 16:24

Satpol PP Masih Temukan Pengetap

TARAKAN – Sebulan lebih sudah surat edaran Wali Kota Tarakan…

Minggu, 09 Februari 2020 16:19

Dimediasi Polisi, Latihan Hanya Digelar Sabtu-Minggu

TARAKAN - Belum lama ini, oknum yang mengatasnamakan warga sekitar…

Selasa, 04 Februari 2020 18:13

Hentikan Ekspor Kepiting ke Tiongkok

TARAKAN – Open season pengiriman kepiting bertelur, sudah dimulai sejak…

Jumat, 31 Januari 2020 18:29

Pelarian Tersangka Penganiayaan Berakhir

TANJUNG SELOR – Tersangka penikaman yang terjadi di Berau, Kalimantan…

Rabu, 29 Januari 2020 15:30

Didominasi Mantan Penyelenggara Pemilu

TANJUNG SELOR – Tim seleksi (Timsel) komisioner Badan Pengawas Pemilu…

Rabu, 29 Januari 2020 15:28

UPT BKN Tarakan Difungsikan

TARAKAN – Setelah diresmikan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers