MANAGED BY:
RABU
30 SEPTEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

KALTARA

Minggu, 26 Januari 2020 11:21
Kapal Itu Tak Dilengkapi SPB saat Berlayar
TAHAP DUA: Kasi Intel Kejari Tarakan, Irawan (kanan) melihat kondisi barang bukti berupa 2 unit kapal yang diamankan Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III A Tarakan.

PROKAL.CO,

TARAKAN – Penyidik Pegawasi Negeri Sipil (PPNS) Kantar Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III A Tarakan, menyerahkan berkas perkara pelanggaran kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan. Berkaitan dengan dua unit kapal yang diamankan pada 19 Desember lalu.  

Bahkan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Tarakan, Banan Prasetya melihat kondisi barang bukti tersebut. Satu unit speedboat dan kapal kayu. Dalam perkara itu, ada dua terdakwa yang ditahan. Yakni Rudi nahkoda SB Harapan Baru Ekspres dan Tahir merupakan nahkoda KM Azhar. Keduanya dilakukan penahanan selama 20 hari. “Penahanan nantinya di Lapas Kelas II Tarakan. Kemudian perkara akan segera dilimpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Keduanya terdakwa dikenakan Pasal 323 tentang Undang-Undang Pelayaran oleh PPNS KSOP. Karena keduanya berlayar tanpa dilengkapi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang dikeluarkan oleh KSOP. “Ini menyangkut keamanan dan keselamatan kapal. Ancaman hukuman dari pasal itu lima tahun penjara,” jelas Banan.

Di lain pihak, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas III Tarakan, Syaharuddin mengatakan, barang bukti speedboat diamankan menyusul adanya laporan warga. Bahwa speedboat SB Harapan Baru Exspress tidak dilengkapi SPB saat berlayar pada 19 Desember lalu. Dengan tujuan Malinau-Tarakan sekitar pukul 09.00 Wita.

“Seharusnya SB Harapan Baru Ekspres berangkat dari Malinau jam 12.00 Wita. Tapi saat itu didapati berangkat pukul 07.00 Wita. Untuk perkara KM Azhar pun sama, karena berangkat dari Pulau Bunyu ke Tarakan tidak dilengkapi dengan SPB,” bebernya.

Hal tersebut diperkuat dari pengakuan terdakwa, saat berangkat tidak sesuai trayek yang sudah ditentukan. Dikarenakan speedboat mendapat carteran di pagi hari di waktu yang sama. Sehingga alasan kedua terdakwa tidak sempat mengurus SPB.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 29 September 2020 19:46

Longsor Dipicu Hujan Berintensitas 130 MM

TARAKAN – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan memprediksi,…

Senin, 28 September 2020 20:54

NAH KENAPA INI..?? Aktivitas di PN Tarakan Dihentikan Sementara

TARAKAN – Terhitung sejak 25 September hingga 1 Oktober 2020,…

Sabtu, 26 September 2020 21:33

Sabu Cair Jadi Modus Baru

TARAKAN – Temuan narkotika jenis sabu cair yang diamankan pada…

Kamis, 24 September 2020 21:41

Lapas Tarakan Kekurangan Dokter

TARAKAN – Kesehatan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi Lembaga…

Rabu, 23 September 2020 16:21

Hasil Autopsi Belum Diketahui Penyidik

TARAKAN – Unit Satreskrim Polres Tarakan masih mencari tahu identitas…

Rabu, 23 September 2020 16:16

Sanksi Teguran dan Penghentian Kegiatan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bersama Komisi Pemilihan Umum…

Selasa, 22 September 2020 22:34

Vaksin Terbaik Disiplin Protokol Kesehatan

TARAKAN - Memperingati Hari Perhubungan Nasional, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas…

Selasa, 22 September 2020 22:29

RSUD Tarakan Tiadakan Jam Besuk

TARAKAN – Pelayanan jam besuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Senin, 21 September 2020 21:09

Terungkap Sejumlah Praktek Togel di Warkop

TARAKAN – Hingga dua pekan terakhir, Unit Satreskrim Polres Tarakan…

Senin, 21 September 2020 21:06

Tarakan dan KTT Rampungkan Data Mutu Pendidikan

TARAKAN - Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Kalimantan Utara (Kaltara)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers