MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 10 Februari 2020 21:29
Telat Datang Pin Peserta Terkunci

Wajib Hadir 90 Menit Sebelum Tes

REGISTRASI: Pelamar CPNS yang akan mengikuti tes SKD di Laboratorium CAT di Jalan Durian, Tanjung Selor, kemarin (9/2).

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Seleksi kompetensi dasar (SKD) bagi peserta calon pegawai negeri sipil (CPNS) sudah memasuki hari kedelapan. Namun, masih ada peserta yang terlambat mengikuti tes dan itu sangat disayangkan.  

Padahal, peserta yang terlambat itu masih berada di wilayah Tanjung Selor. Bahkan, masih ditemukan peserta yang lupa mencetak kartu ujian. Menurut Kasubbid Pengadaan dan Pensiun Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara, Arya Mulawarman, sejak hari pertama ujian, ada saja peserta yang terlambat di setiap sesinya.

“Telat itu ada kategorinya. Jika masih ada waktu kurang lebih 45 menit sebelum tes dilaksanakan. Maka masih bisa dilakukan registrasi. Tapi jika tersisa waktu 10-15 menit, peserta tidak bisa mengikuti tes. Secara otomatis pin peserta akan terkunci dan tidak bisa dibuka,” jelas Arya, Minggu (9/2).

Dalam aturan sudah sangat jelas, bahwa peserta itu wajib hadir 90 menit sebelum tes dimulai. Jika peserta terlambat 30 menit, masih dimungkinkan untuk melakukan registrasi dan mengikuti ujian. “Biasanya 5 menit sebelum ujian tidak boleh masuk ke dalam ruangan tes. Sudah ada beberapa kali kejadian. Peserta terlambat dan pintu ruangan ujian ditutup dan pin tidak dapat diakses,” ungkapnya.

Diakui Arya, pin peserta sudah masuk dalam sistem. Sehingga pin peserta dikunci dari pusat ketika terlambat mengikuti tes. “Peserta agar tidak terlambat dalam mengikuti ujian,” imbaunya.

Selain keterlambatan peserta, masih ada juga yang lupa mencetak kartu ujian. Padahal, sebelumnya sudah disampaikan agar peserta mempersiapkannya.

“Ada yang datang dari jauh, kemudian tidak mencetak kartu ujian. Ini yang menjadi salah satu persoalan saat ujian. Persyaratan itu untuk kepentingan pelamar, makanya harus diperhatikan,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BKD Kaltara menyiapkan operator dan alat mencetak kartu ujian di lokasi tes. “Masih bisa kita bantu, tapi harus jadi perhatian bagi peserta berikutnya yang akan mengikuti tes. Menjadi ASN itu berat dan mereka harus mempersiapkan diri mulai dari hal-hal kecil,” tutur Arya. (*/fai/uno)


BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 15:21

AS Belum Sempat Buka Warkop

TARAKAN – Seorang pria pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial AS…

Senin, 30 Maret 2020 15:18

PWI Kaltara: Utamakan Keselamatan Liputan

TARAKAN - Merebaknya wabah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19), Ketua…

Senin, 30 Maret 2020 15:13

Bulungan Tak Lockdown

TANJUNG SELOR – Opsi karantina wilayah atau lockdown dilakukan beberapa…

Senin, 30 Maret 2020 15:08

Naikkan Status Covid-19

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan menaikkan status menjadi tanggap darurat bencana…

Senin, 30 Maret 2020 15:02

Terbanyak Warga di Nunukan

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltara mencatat sebanyak 23.500…

Senin, 30 Maret 2020 14:53

Karantina Wilayah Perbatasan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) berencana…

Minggu, 29 Maret 2020 16:45

Penumpang Harus Masuk Bilik Sterilisasi

TANJUNG SELOR – Pengelola Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, makin…

Minggu, 29 Maret 2020 16:42

Dua Pelaku Penyebar Hoaks Tentang Corona Diamankan

TARAKAN – Informasi hoaks yang sempat beredar di masyarakat terkait…

Minggu, 29 Maret 2020 16:33

Pelni Tunggu Instruksi Pemberhentian Berlayar

TARAKAN - Setelah satu orang warga Tarakan dinyatakan positif Covid-19,…

Minggu, 29 Maret 2020 16:31

Hasil Tes Keluarga Pasien Covid-19 Negatif

TARAKAN – Sebanyak 50 petugas medis di Rumah Sakit Umum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers