MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Februari 2020 14:06
Harga Udang Windu Anjlok, HNSI Kaltara Minta Keterbukaan Pemerintah Daerah
HARGA ANJLOK: Harga udang black tiger atau udang windu yang menjadi komoditas ekspor Tarakan, kembali turun.

PROKAL.CO, TARAKAN – Resahnya petani tambak terhadap anjloknya harga udang black tiger atau udang windu, membuat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara mengharapkan kepada pemerintah daerah. Baik provinsi maupun Kota Tarakan untuk terbuka kepada masyarakat terkait penyebab yang sebenarnya.

HNSI masih mempertanyakan jika alasannya dikaitkan dengan dampak dari penyebaran wabah virus corona. Pasalnya, ekspor udang Kaltara tidak ditujukan ke Tiongkok, melainkan ke Jepang, Eropa dan Amerika.

“Harusnya dari pemerintah kota dan pemerintah provinsi, memberi informasi yang sejelas-jelasnya ke masyarakat. Bila perlu undang masyarakat, petambak-petambak, coolstorage, pos-pos, untuk memberi penjelasan, dampaknya apa sih sebenarnya yang membuatnya harga udang turun,” ucap Ketua HNSI Kaltara, Muhammad Nur Hasan.

Jika dampak wabah corona menjadi alasan anjloknya harga ekspor kepiting bertelur, Nur Hasan menilai tepat. Karena 90 persen kepiting bertelur memang diekspor ke Tiongkok, termasuk kepiting dengan berat 300 gram.

Karena itu, keterbukaan dari pemerintah, sangat diharapkan Nur Hasan. Selain itu, kepada pemerintah daerah untuk menekan pengusaha coolstorage terkait harga.

“Seumpama dampaknya penurunan ini hanya Rp 5 ribu, jangan diturunkan Rp 20 ribu. Ini yang kita minta, kita desak. Artinya, penurunan yang terdampak dia sebenarnya akibat penurunan dampak corona ini hanya Rp 5 ribu per kilo, tetapi diturunkan jadi Rp 20 ribu,” harapnya.

Anjloknya harga udang yang signifikan, diakui Nur Hasan, membuat petani tambak bingung harus menjual kemana. Karena meskipun tempat penampungan udang masih menerima, namun harganya turun.

Selain dihadapkan pada harga udang yang turun. Petambak juga dihadapkan pada produktivitas hasil tambak yang menurun karena berbagai faktor. Sehingga petambak merasa sangat berat.

Nur Hasan mengharapkan pemerintah juga fokus menyelesaikan persoalan produktivitas tambak yang menurun. “Kepada pemerintah provinsi dan kota jangan fokus pada yang lain, fokuslah pada produktivitas tambak,” tutur Nur Hasan. (mrs/uno)


BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 15:44

Satu Paslon Batal Maju Jalur Perseorangan

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara hanya…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:42

Tarakan Masih Butuh 1.400 PNS

TARAKAN – Moratorium penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang diberlakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:40

Hindari Razia Kendaraan, Nekat Lawan Arah

TARAKAN– Pengendara sepeda motor anak dibawah umur masih menjadi perhatian,…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:38

Kuota Petugas PPS 60 Orang

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mempersiapkan petugas untuk…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:37

Azam Belum Bisa Makan

TANJUNG SELOR – Kondisi Muhammad Azam, balita berusia 25 bulan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:51

Ikut Penjaringan jadi Cawagub

TARAKAN – Sinyal Irwan Sabri maju di Pemilihan Gubernur dan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:48

Korban Kebakaran Usul Bantuan ke Kemensos

TARAKAN – Korban kebakaran di Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok, Tarakan,…

Jumat, 21 Februari 2020 15:47

10.237 Syarat Dukungan Faridil-Masnur

PASANGAN calon (Paslon) Faridil Murad dan Masnur Anwar yang maju…

Jumat, 21 Februari 2020 15:46

Harga Udang dan Komisi Dipisah

TARAKAN– Terjadinya penurunan harga udang dikeluhkan petani tambak, sejak beberapa…

Jumat, 21 Februari 2020 15:31

Target di Bandara Juwata Tarakan, Tambah Maskapai Penerbangan

TARAKAN - Memiliki nakhoda baru, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers