MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Februari 2020 14:06
Harga Udang Windu Anjlok, HNSI Kaltara Minta Keterbukaan Pemerintah Daerah
HARGA ANJLOK: Harga udang black tiger atau udang windu yang menjadi komoditas ekspor Tarakan, kembali turun.

PROKAL.CO, TARAKAN – Resahnya petani tambak terhadap anjloknya harga udang black tiger atau udang windu, membuat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kalimantan Utara mengharapkan kepada pemerintah daerah. Baik provinsi maupun Kota Tarakan untuk terbuka kepada masyarakat terkait penyebab yang sebenarnya.

HNSI masih mempertanyakan jika alasannya dikaitkan dengan dampak dari penyebaran wabah virus corona. Pasalnya, ekspor udang Kaltara tidak ditujukan ke Tiongkok, melainkan ke Jepang, Eropa dan Amerika.

“Harusnya dari pemerintah kota dan pemerintah provinsi, memberi informasi yang sejelas-jelasnya ke masyarakat. Bila perlu undang masyarakat, petambak-petambak, coolstorage, pos-pos, untuk memberi penjelasan, dampaknya apa sih sebenarnya yang membuatnya harga udang turun,” ucap Ketua HNSI Kaltara, Muhammad Nur Hasan.

Jika dampak wabah corona menjadi alasan anjloknya harga ekspor kepiting bertelur, Nur Hasan menilai tepat. Karena 90 persen kepiting bertelur memang diekspor ke Tiongkok, termasuk kepiting dengan berat 300 gram.

Karena itu, keterbukaan dari pemerintah, sangat diharapkan Nur Hasan. Selain itu, kepada pemerintah daerah untuk menekan pengusaha coolstorage terkait harga.

“Seumpama dampaknya penurunan ini hanya Rp 5 ribu, jangan diturunkan Rp 20 ribu. Ini yang kita minta, kita desak. Artinya, penurunan yang terdampak dia sebenarnya akibat penurunan dampak corona ini hanya Rp 5 ribu per kilo, tetapi diturunkan jadi Rp 20 ribu,” harapnya.

Anjloknya harga udang yang signifikan, diakui Nur Hasan, membuat petani tambak bingung harus menjual kemana. Karena meskipun tempat penampungan udang masih menerima, namun harganya turun.

Selain dihadapkan pada harga udang yang turun. Petambak juga dihadapkan pada produktivitas hasil tambak yang menurun karena berbagai faktor. Sehingga petambak merasa sangat berat.

Nur Hasan mengharapkan pemerintah juga fokus menyelesaikan persoalan produktivitas tambak yang menurun. “Kepada pemerintah provinsi dan kota jangan fokus pada yang lain, fokuslah pada produktivitas tambak,” tutur Nur Hasan. (mrs/uno)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:46

Tetap Siap walau Pilkada Ditunda

TARAKAN – Pandemi corona virus desiase (Covid-19), telah menunda tahapan…

Minggu, 05 April 2020 15:44

5 Sampel Dinyatakan Negatif

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara kembali menerima laporan…

Minggu, 05 April 2020 15:42

Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

TARAKAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan saksi verbal…

Minggu, 05 April 2020 15:38

Kaltara Terima 80 Koli APD, Distribusi ke Kabupaten Kota

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menerima bantuan alat pelindung…

Sabtu, 04 April 2020 15:17

Dewan Ikut Bantu APD dan Logistik Makanan

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 04 April 2020 15:11

WNA Terdampar Dipulangkan

TARAKAN - Dua warga negara asing (WNA) asal Filipina dan…

Sabtu, 04 April 2020 14:46

Lacak 620 Penumpang KM Lambelu

SAAT ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan sedang…

Sabtu, 04 April 2020 14:45

Positif Covid-19 Jadi 8 Orang

TANJUNG SELOR – Pasien terpapar Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Sabtu, 04 April 2020 14:43

Kehabisan Stok Tabung VTM

MESKIPUN telah terpenuhi alat pelindung diri (APD), Rumah Sakit Umum…

Jumat, 03 April 2020 16:35

Gula Makin Langka di Pasar Induk

TANJUNG SELOR – Harga gula pasir di Pasar Induk Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers