MANAGED BY:
SENIN
06 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Kamis, 13 Februari 2020 14:09
UKMK Masih Ada yang Belum Terdata
TUMBUH PESAT: Wali Kota Tarakan Khairul ketika melihat produk UKM olahan perikanan, 8 Juli 2019 lalu.

PROKAL.CO, SEKTOR Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Tarakan tumbuh pesat. Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop dan UKM) Tarakan mencatat tidak kurang dari 5 ribu pelaku usaha mikro kecil di Bumi Paguntaka—sebutan lain Kota Tarakan.

“Dari yang mengurus izin usaha mikro dan kecil di kecamatan itu update kami yang terakhir, sudah 5 ribuan lah kurang lebih. Itu kita ambil dari izin usaha mikro kecil yang berizin,” ujar Kepala Bidang Kepala Bidang Koperasi dan UKM Disdagkop dan UKM Tarakan, Retna Sulistya Rini.

Namun, diperkirakan masih ada pelaku UKM yang belum terdata. Karena data yang ada hanya yang memiliki surat izin usaha mikro kecil (SUMK). 

“Sementara yang belum berizin itu tidak terdata di kami dan masih banyak. Kayak yang dipinggir-pinggir jalan, malam jualan itu, itu kan pelaku usaha, gerobak-gerobak. Tapi mereka kan belum terdata di kami, kecuali dia punya izin,” bebernya.

Saat ini, pembuatan SUMK, menurut Rini, sudah mudah. Tidak perlu lagi ke kecamatan, tapi sudah bisa melalui online single submission (OSS) yang servernya dikelola Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Pembuatan SUMK, menurut Rini, juga tidak membutuhkan biaya. Hanya memerlukan nomor pokok wajib pajak (NPWP) yang menjadi kewajiban semua warga negara Indonesia.

“Dengan regulasi yang baru juga terkait dengan online single submission, pengurusan izin melalui online juga kita masih lagi mencari formula. Agar pelaku usaha ini tidak lagi di kecamatan, tapi mereka bisa langsung di aplikasi itu,” ujarnya.

Rini menilai, memiliki SUMK punya manfaat banyak bagi pelaku usaha. “Misalnya ada pelatihan apa, kita ambil data di situ. Kalau dia tidak terdata kan, ya akses untuk mengikuti itu kan kecil kan kesempatan itu, makanya dia harus punya izin,” ungkapnya.

Namun, lanjut Rini, tidak semua pelaku UKM di bawah  pembinaan Disdagkop dan UKM Tarakan, akan tetapi berdasarkan sektornya.

Jika bergerak di sektor industri maka pembinaannya di bawah Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Jika sektor perikanan dan pertanian, di bawah Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan. Sedangkan jika bergerak di sektor makanan dan warung kopi, maka di bawah Dinas Pariwisata. (mrs/uno)


BACA JUGA

Minggu, 05 April 2020 15:46

Tetap Siap walau Pilkada Ditunda

TARAKAN – Pandemi corona virus desiase (Covid-19), telah menunda tahapan…

Minggu, 05 April 2020 15:44

5 Sampel Dinyatakan Negatif

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara kembali menerima laporan…

Minggu, 05 April 2020 15:42

Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan

TARAKAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan saksi verbal…

Minggu, 05 April 2020 15:38

Kaltara Terima 80 Koli APD

TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menerima bantuan alat pelindung…

Sabtu, 04 April 2020 15:17

Dewan Ikut Bantu APD dan Logistik Makanan

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 04 April 2020 15:11

WNA Terdampar Dipulangkan

TARAKAN - Dua warga negara asing (WNA) asal Filipina dan…

Sabtu, 04 April 2020 14:46

Lacak 620 Penumpang KM Lambelu

SAAT ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan sedang…

Sabtu, 04 April 2020 14:45

Positif Covid-19 Jadi 8 Orang

TANJUNG SELOR – Pasien terpapar Covid-19 di Kalimantan Utara (Kaltara)…

Sabtu, 04 April 2020 14:43

Kehabisan Stok Tabung VTM

MESKIPUN telah terpenuhi alat pelindung diri (APD), Rumah Sakit Umum…

Jumat, 03 April 2020 16:35

Gula Makin Langka di Pasar Induk

TANJUNG SELOR – Harga gula pasir di Pasar Induk Tanjung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers