MANAGED BY:
RABU
25 NOVEMBER
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 14 Februari 2020 17:08
Dahulukan Pembangunan PLBN Sei Pancang dan Long Nawang
Donny Fitriandy

PROKAL.CO,

PEMBANGUNAN 4 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Kaltara direncanakan tahun ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) maupun Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kaltara, saat ini masih menunggu kontrak lelang dan surat keputusan penunjukan lokasi diterbitkan.

Dari 4 PLBN, dua lokasi yang akan dibangun terlebih dahulu. Yakni PLBN Sei Pancang dan Long Nawang. Demikian disampaikan Kepala Balai Prasarana Permukimam Wilayah Kaltara, Donny Fitriandy. Jika proses kontrak pembangunan ditandatangani, maka Februari ini fisik PLBN di Long Nawang dan Sei Pancang bisa dilakukan. Untuk PLBN Labang direncanakan lelang pada Maret mendatang.

“Rentang waktu pelelangan setengah tahun. Pada September atau Oktober sudah kontrak dan bisa dilakukan pembangunan fisik. PLBN Long Midang, ada evaluasi kembali sehingga tak bisa bersamaan. Kontraknya di pertengahan tahun dan mulai fisiknya sekaligus,” tuturnya.

Sesuai Inpres Nomor 1 Tahun 2019, Kementerian PUPR sudah melakukan upaya penyusunan dokumen perencanaan. Sehingga, lelang bisa dilakukan secepatnya. Meski sudah dilaksanakan lelang untuk beberapa PLBN, diharapkan awal 2020 ini sudah dilaksanakan pembangunan fisik. “Ini sudah merupakan percepatan yang diamanatkan oleh Inpres itu,” ungkapnya.

Dia juga mengatakan, sejak ditetapkannya Inpres Nomor 9 Tahun 2019, yang menjadi kendala untuk memproses pengadaan lahan. Beberapa tempat seperti Sei Pancang, sebagian lahan milik masyarakat. Tentunya, untuk mengadakan lahan membutuhkan prosedur yang baku. “Perlu proses yang tidak sebentar. Untuk Sei Pancang ini, kita menunggu SK penunjukan lokasi. Ada appraisal hingga dilakukan pembayaran,” ungkapnya.

Untuk pembangunan PLBN, dibutuhkan waktu selama 2 tahun. Namun tetap melihat kondisi di lapangan. Terkait PLBN Sei Pancang, ujar dia, terdapat lahan yang sudah siap kurang lebih 4 hektare dari 7,2 hektare yang dibutuhkan. Sementara 3,2 hektare masih berproses, karena merupakan milik masyarakat. “Kita akan membangun di lahan yang sudah ada terlebih dahulu sambil menunggu SK tersebut. Kami harap secepatnya, agar bisa terangkaikan dengan kegiatan appraisal,” tuturnya. Pembangunan 4 PLBN memiliki tipe yang berbeda-beda.

Halaman:
loading...

BACA JUGA

Selasa, 24 November 2020 19:00

Tak Efektif Jika PSBB (Lagi)

KASUS Covid-19 di Tarakan terus meningkat. Bahkan, kemarin (23/11) terjadi…

Selasa, 24 November 2020 18:59

Ruang Isolasi 2 RS Penuh

TARAKAN – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tarakan kembali terjadi…

Selasa, 24 November 2020 18:56

Miliki Laboratorium PCR

SEMAKIN banyak pilihan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik…

Senin, 23 November 2020 20:45

Target Vaksin Corona 465.036 Orang

TANJUNG SELOR – Ketersediaan vaksin virus Corona (Covid-19) saat ini…

Senin, 23 November 2020 20:43

PancaMain, Pembumian Pancasila Lewat Permainan Tradisional

TANJUNG SELOR – Dengan mengundang gubernur se-Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi…

Senin, 23 November 2020 20:42

KRI Bima Suci Pengganti Dewa Ruci

TARAKAN - Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci-945 tiba di…

Senin, 23 November 2020 20:40

Aplikasi e-Rekap Jadi Perdebatan

TANJUNG SELOR – Penggunaan Rekapitulasi Elektronik atau e-Rekap, saat ini…

Senin, 23 November 2020 20:38

Rata-rata Penyebar Hoaks Akun Bodong

TANJUNG SELOR – Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Suryani…

Minggu, 22 November 2020 22:35

Pekerja Bangunan Meninggal Tersengat Listrik

TARAKAN - Salah seorang pekerja bangunan, Pither (20), meninggal dunia…

Minggu, 22 November 2020 22:35

Yakinkan Masyarakat, Jangan Takut ke TPS

TANJUNG SELOR – Seluruh daerah yang melaksanakan Pilkada serentak 2020,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers