MANAGED BY:
MINGGU
23 FEBRUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 14 Februari 2020 18:30
Barang Bukti Pakaian Bekas Dimusnahkan

Hasil Tindak Pidana Kepabeanan

DIMUSNAHKAN: Kejakasaan Negeri Tarakan bersama Bea Cukai melakukan pemusnahan barang bukti berupa pakaian bekas dengan cara dibakar dan ditimbun, Kamis (13/2).

PROKAL.CO, TARAKAN – Barang bukti berupa pakaian bekas dimusnahkan oleh Kejaksanaan Negeri (Kejari) Tarakan bersama Bea Cukai, dengan cara dibakar, kemarin (13/2). Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan tindak pidana kepabeanan yang diamankan pada 13 Agustus tahun lalu, di sekitar Muara Tudang, perairan Tarakan. 

Pemusnahan dilakukan setelah memperoleh kekuatan hukum tetap. “Ini dari tindak pidana kepabeanan atas nama Muhammad Rani yang sudah diputus oleh Pengadilan Negeri Tarakan pada tahun lalu,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan, Fatkhuri, yang ditemui usai pemusnahan barang bukti, kemarin (13/2).

Hasil perkara tersebut diputus dengan hukuman 2 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider dan 6 bulan kurungan. Bahkan, terpidana kasus tersebut sudah menjalani hukuman di Lapas Kelas II Tarakan. “Barang buktinya dibakar dan ditimbun. Sehingga tidak bisa dipergunakan lagi,” ungkapnya.

Sesuai koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup, barang bukti sebagian harus ditimbun. Pasalnya, jika pakaian bekas semuanya dibakar, maka bisa menimbulkan polusi. Di tempat yang sama, Kepala Kantor Bea Cukai Tarakan, Minhajuddin Napsah mengatakan, pakaian bekas impor tersebut dilarang, sesuai diatura dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri).

“Kami selaku garda terdepan dititipi tugas itu. Jika ada impor kami awasi dan kita bisa buktikan barang tersebut merupakan impor dan barang bekas,” ungkapnya. Untuk mengantisipasi adanya pengiriman pakaian bekas impor, pihaknya terus meningkatkan pengawasan melalui patroli laut, darat yang ada di wilayah di perbatasan.

“Terbukti dengan adanya bukti-bukti ini, kerjasama dengan kejaksaan kita serahkan berkas penyidikannya untuk dilanjutkan. Karena tidak bisa dihibahkan lagi tentu salah satu metode pemusnahannya dengan dibakar. Barang lain mungkin bisa dilelang, tapi ini semua atas persetujuan menteri,” pungkasnya. (*/sas/uno)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 22 Februari 2020 15:44

Satu Paslon Batal Maju Jalur Perseorangan

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Utara hanya…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:42

Tarakan Masih Butuh 1.400 PNS

TARAKAN – Moratorium penerimaan pegawai negeri sipil (PNS) yang diberlakukan…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:40

Hindari Razia Kendaraan, Nekat Lawan Arah

TARAKAN– Pengendara sepeda motor anak dibawah umur masih menjadi perhatian,…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:38

Kuota Petugas PPS 60 Orang

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan mempersiapkan petugas untuk…

Sabtu, 22 Februari 2020 15:37

Azam Belum Bisa Makan

TANJUNG SELOR – Kondisi Muhammad Azam, balita berusia 25 bulan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:51

Ikut Penjaringan jadi Cawagub

TARAKAN – Sinyal Irwan Sabri maju di Pemilihan Gubernur dan…

Jumat, 21 Februari 2020 15:48

Korban Kebakaran Usul Bantuan ke Kemensos

TARAKAN – Korban kebakaran di Pasar Batu, Kelurahan Sebengkok, Tarakan,…

Jumat, 21 Februari 2020 15:47

10.237 Syarat Dukungan Faridil-Masnur

PASANGAN calon (Paslon) Faridil Murad dan Masnur Anwar yang maju…

Jumat, 21 Februari 2020 15:46

Harga Udang dan Komisi Dipisah

TARAKAN– Terjadinya penurunan harga udang dikeluhkan petani tambak, sejak beberapa…

Jumat, 21 Februari 2020 15:31

Target di Bandara Juwata Tarakan, Tambah Maskapai Penerbangan

TARAKAN - Memiliki nakhoda baru, Kepala Bandara Internasional Juwata Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers