MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 16 Februari 2020 17:26
Di Kaltara, Masih Ada Kasus HIV Belum Terdeteksi
Ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara telah mendeteksi adanya kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) sejak 2018 lalu. Bahkan, berdasarkan data pada tahun lalu, tercatat ada 170 kasus HIV di Kaltara. Dinkes menduga masih ada kasus HIV yang belum terdeteksi. Sehingga, Dinkes pun memperluas jaringan hingga ke kelompok berisiko.

“Kelompok berisiko, seperti pekerja seks komersial (PSK), gay, termasuk pelanggan PSK dan kelompok berisiko lainnya yang rentan mengidap HIV. Jika ditemukan pengidap HIV, kita segera berikan pelayanan kesehatan,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kaltara, Agust Suwandy.

Bila mendeteksi adanya pasien yang mengidap HIV maka harus segera ditangani serius. Dinkes juga telah menyiapkan obat HIV secara gratis dan harus dikonsumsi seumur hidup. “Obat itu untuk mengontrol virus yang menjangkiti pengidapnya. Jika tak ditangani dengan baik, bisa berkembang menjadi AIDS,” ungkap Agust.

Agust mengakui, kasus HIV tahun lalu paling banyak ditemukan di Kota Tarakan. Pasalnya, Tarakan memiliki jumlah penduduk terbilang cukup banyak di Kaltara. “Di Tarakan migrasi penduduk tinggi dan tempat transit, makanya banyak kasus HIV ditemukan. Saat ini, kami belum memperoleh update data pengidap HIV dari kabupaten/kota,” tutur Agust.

Menurut Agust, dalam penanganan HIV/AIDS, Kaltara belum memiliki lembaga swadaya masyarakat yang berkonsentrasi terhadap kasus tersebut. Dinkes mengharapkan keberadaan LSM itu, untuk menjangkau kelompok sasaran yang berisiko terkena HIV/AIDS, seperti wanita penjajah seks. Apabila wanita penjajah seks ini berada dilokalisasi, lanjut dia, tentu akan mempermudah petugas kesehatan melakukan pemeriksaan. Selain wanita penjajah seksi, kelompok waria juga berisiko, meski cakupannya masih sedikit. Tidak terkecuali bagi kelompok homo seks atau gay, yang sulit untuk dideteksi. (*/fai/uno)


BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 17:27

Butuh 5 Jam Padamkan Lahan Terbakar

TANJUNG SELOR — Meski kerap diingatkan agar tidak membakar lahan…

Rabu, 08 April 2020 16:45

Realisasi Triwulan I Lebihi Target

TANJUNG SELOR — Sektor pajak daerah merupakan penyumbang untuk pendapatan…

Rabu, 08 April 2020 16:42

SIAP-SIAP..!! Skema PSBB Dipersiapkan Kota Pulau Ini...

TARAKAN — Skema pembatasan sosial berskala besar (PSSB) mulai dipersiapkan…

Rabu, 08 April 2020 16:31

500 Ton Gula Masuk April Ini

TARAKAN - Tingginya harga gula dikeluhkan masyarakat Kota Tarakan sejak…

Rabu, 08 April 2020 16:25

Di Kota Ini, Industri Hotel Makin Terpukul, Beberapa Memilih Tutup dan Rumahkan Karyawan

TARAKAN - Imbas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai…

Selasa, 07 April 2020 17:08

Sepakati untuk Beribadah di Rumah

TARAKAN – Sikap tegas diambil pemuka agama yang tergabung dalam…

Selasa, 07 April 2020 16:46

Wali Kota Jawab Kritikan Masyarakat

BERTAMBAHNYA pasien positif terinveksi corona virus disease (covid-9) di Tarakan,…

Selasa, 07 April 2020 14:08

Bila Negatif, Pasien Bisa Dipulangkan

TANJUNG SELOR – Kondisi seluruh pasien positif Corona Virus Disease…

Selasa, 07 April 2020 14:05

Soal Lahan Jadi Kendala

TANJUNG SELOR – Rencana pembongkaran jembatan Jelarai urung terlaksana. Dikarenakan…

Selasa, 07 April 2020 14:01

Hoaks, Ajudan Gubernur Kaltara Terpapar Corona

TANJUNG SELOR – Di tengah pandemi virus corona yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers