MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 17 Februari 2020 11:05
Pemulangan Mahasiswa Usai Masa Karantina di Natuna, Tersisa Satu Warga Tarakan
SAMBUT WARGA KALTARA: Kepala Dinkes Tarakan Usman (kanan) menjemput kedatangan mahasiswa Kalimantan Utara di Bandara Juwata Tarakan, Minggu (16/2).

PROKAL.CO, TARAKAN – Warga Kalimantan Utara yang sempat menjalani masa karantina selama 14 hari di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, akhirnya tiba di Bandara Juwata Tarakan, sekira pukul 11.00 Wita, Minggu (16/2).

Warga Kaltara di karantina setelah dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia, bersama ratusan warga Indonesia lainnya. Karena wabah virus corona yang melanda negara Tirai Bambu itu. Khusus warga Kaltara merupakan mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di Tiongkok.

Namun, dari 20 warga yang dikarantina, satu warga belum tiba di Tarakan. Menurut informasi yang diperoleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara, Usman, warga masih berada di Jakarta bersama keluarganya.

“Jumlah sebenarnya yang dari Natuna itu 20 mahasiswa. Tapi kami dapatkan informasi ada satu yang masih tinggal di Jakarta, masih bersama dengan keluarga, nanti akan menyusul pulang,” ujar Usman kepada awak media, ditemui disela menjemput kedatangan warga Kaltara tersebut.

Ke 20 warga berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Kaltara. Terdiri dari 8 orang (Tarakan), 7 orang (Kabupaten Nunukan), 3 orang (Bulungan) dan 2 orang (Malinau). Warga tersebut langsung dipulangkan ke kabupaten dan kota masing-masing.

“Seperti pernyataan Menteri Kesehatan, bahkan dari perwakilan dari WHO. Mereka dinyatakan sehat,” ucapnya.

Usman belum bisa memberikan informasi jadwal kembalinya mereka ke Tiongkok. Karena Pemerintah Tiongkok masih memberlakukan kebijakan menutup akses keluar masuk dari Wuhan.

Selain 20 mahasiswa tersebut, menurut Usman ada mahasiswa Kaltara lainnya yang telah pulang lebih awal. Mereka ada yang masuk melalui Jakarta dan Nunukan. Mereka tetap dipantau oleh petugas dengan thermal scanner dan kartu kewaspadaan kesehatan.

Sementara itu, Wali Kota Tarakan, Khairul menanggapi positif kedatangan mahasiswa Tarakan yang kuliah di Tiongkok tersebut. Ia menilai mereka sudah “aman” dari virus corona.

“Saya kira tidak ada masalah, bila sudah keluar dari karantina maka dianggap amanlah,” ujar Khairul.

Sebenarnya tidak hanya mahasiswa tersebut yang telah kembali, anaknya yang juga kuliah di Tiongkok, terlebih dulu tiba di Tarakan. Khairul pun memastikan kondisi anaknya sehat.

Ia menilai Pemerintah Pusat cepat merespon wabah tersebut dengan upaya penanggulangan. Begitu mewabah, pemerintah memperketat pengawasan warga yang datang dari Tiongkok ke Indonesia.

Dikonfirmasi terpisah, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie menegaskan, tidak ada satupun mahasiswa asal Kaltara yang dipulangkan terjangkit virus corona. Untuk biaya pemulangan tersebut ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.

“Saya tugaskan Kepala Kantor Penghubung Kaltara dan Kepala Dinkes Kaltara menjemput mereka. Kemudian mendampingi mereka hingga sampai di Tarakan dan itu sudah dilakukan,” terangnya, Minggu (16/2).

Selain itu, informasi yang diterima, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengganti biaya pemulangan yang dibiayai oleh Pemprov Kaltara. “Mudahan itu benar-benar dilakukan,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, masyarakat Kaltara tidak boleh berpikir buruk terhadap mahasiswa yang dipulangkan. Sebab mahasiswa yang dipulangkan tidak terjangkit virus corona. “Mereka mendapatkan sertifikat dari pemerintah berdasarkan standar protokol World Health Organization (WHO). Mereka dinyatakan sehat sejak kepulangan ke Indonesia. Mereka dikarantina selama 14 hari di Natuna, karena memang standar dari WHO seperti itu,” tutur Irianto.

Pemulangan itu juga melibatkan seluruh kementerian, khususnya kementerian terkait yakni Kemenkes RI. Bukan hanya itu, ia membeberkan, masih ada sekitar 300 mahasiswa Kaltara di seluruh Universitas di Tiongkok.

“Di daerah yang jauh dari pusat wabah, mungkin masih ada. Ada yang tidak pulang, ada juga yang pulang sendiri. Yang berada di Wuhan itu menjadi prioritas, namun yang tidak pulang tetap dipantau di seluruh Tiongkok,” pungkasnya. (mrs/*/fai/uno)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 17:27

Butuh 5 Jam Padamkan Lahan Terbakar

TANJUNG SELOR — Meski kerap diingatkan agar tidak membakar lahan…

Rabu, 08 April 2020 16:45

Realisasi Triwulan I Lebihi Target

TANJUNG SELOR — Sektor pajak daerah merupakan penyumbang untuk pendapatan…

Rabu, 08 April 2020 16:42

SIAP-SIAP..!! Skema PSBB Dipersiapkan Kota Pulau Ini...

TARAKAN — Skema pembatasan sosial berskala besar (PSSB) mulai dipersiapkan…

Rabu, 08 April 2020 16:31

500 Ton Gula Masuk April Ini

TARAKAN - Tingginya harga gula dikeluhkan masyarakat Kota Tarakan sejak…

Rabu, 08 April 2020 16:25

Di Kota Ini, Industri Hotel Makin Terpukul, Beberapa Memilih Tutup dan Rumahkan Karyawan

TARAKAN - Imbas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai…

Selasa, 07 April 2020 17:08

Sepakati untuk Beribadah di Rumah

TARAKAN – Sikap tegas diambil pemuka agama yang tergabung dalam…

Selasa, 07 April 2020 16:46

Wali Kota Jawab Kritikan Masyarakat

BERTAMBAHNYA pasien positif terinveksi corona virus disease (covid-9) di Tarakan,…

Selasa, 07 April 2020 14:08

Bila Negatif, Pasien Bisa Dipulangkan

TANJUNG SELOR – Kondisi seluruh pasien positif Corona Virus Disease…

Selasa, 07 April 2020 14:05

Soal Lahan Jadi Kendala

TANJUNG SELOR – Rencana pembongkaran jembatan Jelarai urung terlaksana. Dikarenakan…

Selasa, 07 April 2020 14:01

Hoaks, Ajudan Gubernur Kaltara Terpapar Corona

TANJUNG SELOR – Di tengah pandemi virus corona yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers