MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 24 Februari 2020 14:54
Rumah Singgah jadi Penampungan Sementara

Bagi Warga Luar Tarakan yang Terlantar

TEMPAT PENAMPUNGAN SEMENTARA: Rumah singgah milik Pemerintah Kota Tarakan menjadi tempat penampungan sementara warga terlantar.

PROKAL.CO, TARAKAN – Rumah singgah menjadi wadah bagi warga dari luar Tarakan yang terlantar. Di rumah singgah yang dikelola Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, warga terlantar ditempatkan sementara sambil menunggu kepulangan ke daerah asal.

Di awal tahun ini, menurut Kepala Dinsos dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, Mariyam, sudah dua kali rumah singgah yang terletak di Jalan Tengku Umar, Kelurahan Pamusian itu digunakan untuk menampung warga terlantar. Dengan jumlah warga diperkirakan lebih dari 10 orang.

“Iya, sudah dua kali,” ucap Mariyam, Jumat (19/2) lalu. Kebanyakan warga terlantar yang ditampung di rumah singgah itu, merupakan warga yang keluar dari pekerjaannya di Kalimantan Utara.

Menurut Mariyam, biasanya ada pekerja yang mengakomodir mereka untuk bekerja di perusahaan. Namun, beberapa waktu kemudian, karena kondisi yang tidak memungkinkan, memutuskan untuk lari dari pekerjaannya.

Meskipun demikian, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan tidak asal menampung mereka. Pihaknya bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian untuk mewawancarai warga tersebut. Hal itu dilakukan untuk menghindari tuntutan dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Selama ditampung di rumah singgah, warga terlantar juga tetap mendapatkan perhatian dari Pemkot Tarakan. Untuk solusi pemulangan warga terlantar ke daerah asalnya, Dinsos dan Pemberdayaan Masyarakat menggandeng sejumlah lembaga zakat, infaq dan sedekah. Termasuk berkoordinasi dengan keluarga warga tersebut untuk menyiapkan tiket pulang ke daerah asal.

“Siapa yang bisa meng SPJ-kan dengan anggaran itu, itulah kita kadang-kadang berbagi,” ungkapnya. Karena anggaran terbatas, pemulangan kebanyakan dilakukan dengan menggunakan kapal laut. Terkecuali kondisinya memprihatinkan, sehingga dilakukan dengan pesawat udara. Seperti yang pernah dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan, terhadap seorang ibu muda yang sedang hamil yang harus dipulangkan ke Lombok, daerah asalnya. (mrs/uno)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 08 April 2020 17:27

Butuh 5 Jam Padamkan Lahan Terbakar

TANJUNG SELOR — Meski kerap diingatkan agar tidak membakar lahan…

Rabu, 08 April 2020 16:45

Realisasi Triwulan I Lebihi Target

TANJUNG SELOR — Sektor pajak daerah merupakan penyumbang untuk pendapatan…

Rabu, 08 April 2020 16:42

SIAP-SIAP..!! Skema PSBB Dipersiapkan Kota Pulau Ini...

TARAKAN — Skema pembatasan sosial berskala besar (PSSB) mulai dipersiapkan…

Rabu, 08 April 2020 16:31

500 Ton Gula Masuk April Ini

TARAKAN - Tingginya harga gula dikeluhkan masyarakat Kota Tarakan sejak…

Rabu, 08 April 2020 16:25

Di Kota Ini, Industri Hotel Makin Terpukul, Beberapa Memilih Tutup dan Rumahkan Karyawan

TARAKAN - Imbas pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) mulai…

Selasa, 07 April 2020 17:08

Sepakati untuk Beribadah di Rumah

TARAKAN – Sikap tegas diambil pemuka agama yang tergabung dalam…

Selasa, 07 April 2020 16:46

Wali Kota Jawab Kritikan Masyarakat

BERTAMBAHNYA pasien positif terinveksi corona virus disease (covid-9) di Tarakan,…

Selasa, 07 April 2020 14:08

Bila Negatif, Pasien Bisa Dipulangkan

TANJUNG SELOR – Kondisi seluruh pasien positif Corona Virus Disease…

Selasa, 07 April 2020 14:05

Soal Lahan Jadi Kendala

TANJUNG SELOR – Rencana pembongkaran jembatan Jelarai urung terlaksana. Dikarenakan…

Selasa, 07 April 2020 14:01

Hoaks, Ajudan Gubernur Kaltara Terpapar Corona

TANJUNG SELOR – Di tengah pandemi virus corona yang terjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers