MANAGED BY:
SELASA
31 MARET
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Senin, 24 Februari 2020 14:58
Penentuan Alokasi Pupuk Bersubsidi Ditentukan Petani
Infografis

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Penentuan jumlah alokasi pupuk bersubsidi ditentukan oleh petani. Ini dinyatakan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Andi Santiaji, ketika dikonfirmasi, belum lama ini.

Syaratnya, sebut Santiaji petani wajib menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok secara online (e-RDKK). Pasalnya, pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang sudah tergabung dalam kelompok tani yang sudah menyusunnya.

“Setelah itu akan kita usulkan dengan jadwal musim tanam,” kata Santiaji. Dalam pendistribusiannya, semua akan disalurkan berdasarkan e-RDKK yang diusulkan. Apabila terjadi kekurangan di tingkat kecamatan, maka kabupaten berhak melakukan re-alokasi. Sedangkan bila kekurangan di kabupaten, maka pemerintah provinsi yang berwenang melakukan re-alokasi.

Proses pendistribusiannya sendiri, DPKP Kaltara akan menerbitkan surat keputusan kepala DPKP Kaltara sebagai dasarnya. Ini menyusul dengan diterbitkannya, Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun 2020.

“Kami segera menyusun SK Kepala Dinas sebagai dasar pendistribusiannya,” katanya. Seperti diketahui, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsdi, dalam Permentan No 01 Tahun 2020 ini disebutkan pupuk Urea seharga Rp 1.800/Kg, SP-36 seharga Rp 2.000/Kg, ZA seharga Rp 1.400/Kg dan NPK seharga Rp 2.300/Kg. Sementara pupuk NPK Formula Khusus HET seharga Rp 3.000/Kg dan pupuk organik seharga Rp 500/Kg.

Penyaluran pupuk bersubsidi ini tetap menggunakan sistem distribusi tertutup. “Saat ini yang menjadi penanggung jawab dalam penyaluran pupuk bersubsidi di Wilayah Kalimantan Utara yaitu Pupuk Kaltim untuk pupuk Urea dan NPK Phonska, Petrokimia Gresik untuk pupuk ZA, SP – 36, dan Petroganik,” kata Santiaji.

Diingatkan kembali, bahwa pupuk bersubsidi ini tidak diperuntukan bagi perusahaan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan atau perusahaan perikanan budidaya. Adapun tahun ini rencana alokasi pupuk bersubsidi secara nasional untuk pupuk Urea 3.274.303 ton, SP-36 500.000 ton, ZA 750.000 ton, NPK 2.688.000, NPK Formula Khusus 17.000, dan Organik 720.000 ton.

“Tahun ini alokasi subsidi pupuk memang mengalami penurunan. Dikarenakan Kementerian Keuangan memblokir alokasi sekitar 2,17 juta ton, dengan alasan sesuai dengan validasi data lahan baku sawah dari Kementerian ATR sekaligus kebutuhan pupuknya,” kata Santiaji.

Gubernur Kaltara, melalui Kepala DPKP Provinsi Kaltara mengatakan pengawasan realisasi distribusi pupuk bersubsidi menjadi prioritas saat ini agar tepat sasaran. “ Gubernur Kaltara menaruh perhatian lebih terkait pengawasannya, dan beliau terlibat langsung. Dalam hal ini yang tergabung pada Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Provinsi Kaltara yang dibentuk pada tahun 2018 lalu,” ujarnya.

Untuk diketahui yang menjadi tujuan dari KP3, adalah mengawasi dan mengamankan penyediaan, penyaluran atau distribusi dan penggunaan pupuk bersubsidi kepada petani yang berhak mendapatkan di seluruh wilayah Indonesia, khususnya kaltara.

Berdasarkan informasi dari DPKP Provinsi Kaltara, harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sesuai Permentan Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020. “Tahun ini harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi sama dengan tahun sebelumnya, berlaku untuk pembelian oleh petani, pekebun, peternak, pembudidaya ikan dan/atau udang di Penyalur Lini IV (Kios Resmi) secara tunai dan diambil sendiri dalam kemasan tertentu,” kata Santiaji. (humas)

loading...

BACA JUGA

Senin, 30 Maret 2020 15:27

Data Pedagang Kecil, Pemerintah Siapkan BLT

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto…

Senin, 30 Maret 2020 15:25

RSUD Nunukan Dijadikan Rumah Sakit Rujukan COVID-19

TANJUNG SELOR - Berkaitan dengan kewajiban karantina terhadap para migran…

Jumat, 27 Maret 2020 19:56

Stok Sembako Masih Aman

TANJUNG SELOR - Menghadapi Coronavirus Disease 19 (Covid-19) membuat pemerintah…

Jumat, 27 Maret 2020 19:55

Akhir Triwulan I, Realisasi Pajak Daerah Capai Rp 79,6 M

TANJUNG SELOR – Memasuki triwulan I 2020, sejak awal Januari…

Jumat, 27 Maret 2020 19:53

Gubernur Ajak Beri Dukungan untuk Tenaga Medis

TARAKAN – Sebanyak 2.000 set alat kesehatan berupa Alat Pelindung…

Jumat, 27 Maret 2020 19:51

Alokasikan Rp 1,1 Miliar untuk Fasilitas Keselamatan Jalan

TANJUNG SELOR – Guna meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan bagi pengguna…

Kamis, 26 Maret 2020 17:48

UN Tidak Lagi Jadi Faktor Kelulusan

TANJUNG SELOR - Pemerintah pusat, secara resmi mengumumkan penghapusan ujian…

Kamis, 26 Maret 2020 17:46

Antisipasi Corona, Gubernur Minta Malaysia Tunda Deportasi TKI

TANJUNG SELOR – Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi…

Kamis, 26 Maret 2020 17:45

Kaltara Terima Bantuan 2 Ribu APD

TANJUNG SELOR – Berdasarkan hasil komunikasi dan koordinasi Gubernur Kalimantan…

Kamis, 26 Maret 2020 17:43

Review DED Tuntas, Tahun Ini Mulai Pembangunan Jalan Utama

TANJUNG SELOR – Review DED (Detail Engineering Design) pembangunan Kota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers