MANAGED BY:
RABU
08 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Jumat, 28 Februari 2020 17:19
Ajukan Banding Kasus Tipikor

Dinilai Vonis Hukuman Lebih Ringan

Christian Gultom

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Oknum pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berinisial MY yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) telah divonis satu tahun penjara. Namun, putusan Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan tidak puas.  

Kejari Bulungan akan mengajukan banding ke PN Tipikor Samarinda. Dalam kasus tipikor tersebut, MY tidak sendirian melainkan bersama Mardiansyah yang sebelumnya sudah dijatuhi hukuman penjara 5 tahun.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Bulungan, Christian Gultom mengatakan, jaksa penuntut umum menuntut MY dengan enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 4 bulan. Tetapi dipersidangan MY hanya divonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 juta serta subsider 3 bulan.

“Vonis yang dijatukan jauh lebih rendah dari tuntuan kami. Oleh sebab itu, kami mengajukan banding,” tegasnya, Kamis (27/2). Bahkan, pengajuan banding telah disampaikan pada Kamis (20/2) lalu.

Namun hingga saat ini putusan banding itu belum juga turun. Sehingga belum dapat dipastikan, apakah tetap dengan tuntuan awal atau tidak. Saat ini, Kejari Bulungan hanya bisa menunggu. “Kami juga tidak bisa memastikan kapan putusan itu bisa turun,” imbuhnya.

Apabila banding tersebut tidak dikabulkan, maka jaksa akan kembali mengajukan kasasi. Karena vonis itu masih jauh dari tuntuan. Menurutnya, vonis yang diberikan kepada MY lebih ringan dibandingkan Mardiansyah. Terlibatnya MY karena dari fakta persidangan, Mardiansyah ada satu nama yang terungkap dan ikut menerima uang ganti rugi tertabraknya dermaga di KTT.

“Jadi dermaga itu ditabrak kapal perusahaan, kemudian dilakukan ganti rugi. Uang ganti rugi itu tidak dipergunakan untuk memperbaiki dermaga. Justru dipergunakan untuk keperluan pribadi,” tuturnya. Dalam kasus tipikor ini, Kejari Bulungan belum bisa berkomentar ada tidaknya tersangka baru. “Sekarang ini kami belum bisa pastikan, tunggu hasil persidangan saja,” tutupnya. (fai/uno)


BACA JUGA

Selasa, 07 April 2020 17:08

Sepakati untuk Beribadah di Rumah

TARAKAN – Sikap tegas diambil pemuka agama yang tergabung dalam…

Selasa, 07 April 2020 16:46

Wali Kota Jawab Kritikan Masyarakat

BERTAMBAHNYA pasien positif terinveksi corona virus disease (covid-9) di Tarakan,…

Selasa, 07 April 2020 14:08

Bila Negatif, Pasien Bisa Dipulangkan

TANJUNG SELOR – Kondisi seluruh pasien positif Corona Virus Disease…

Selasa, 07 April 2020 14:05

Soal Lahan Jadi Kendala

TANJUNG SELOR – Rencana pembongkaran jembatan Jelarai urung terlaksana. Dikarenakan…

Selasa, 07 April 2020 14:01

Hoaks, Ajudan Gubernur Kaltara Terpapar Corona

TANJUNG SELOR – Di tengah pandemi virus corona yang terjadi…

Senin, 06 April 2020 15:10

Penumpang Menurun 60 Persen

 TANJUNG SELOR - Pandemi Covid-19 membuat operasional moda transportasi air…

Senin, 06 April 2020 15:08

Mumpung di Rumah Segera Ikut Sensus

TARAKAN - Badan Pusat Statistik (BPS) menyesuaikan periode pelaksanaan Sensus…

Senin, 06 April 2020 15:07

Sampah Ganggu Pengguna Jalan

TANJUNG SELOR - Kurang lebih dua pekan sudah pemandangan sampah…

Senin, 06 April 2020 15:03

Tagihan 5.705 Pelanggan Digratiskan

TANJUNG SELOR – Kebijakan listrik gratis bagi golongan pelanggan berdaya…

Senin, 06 April 2020 15:01

Klaster Gowa Menambah Jumlah Positif Corona, Penumpang KM Lambelu Dilacak

TIM Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tarakan harus kerja keras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers