MANAGED BY:
KAMIS
09 APRIL
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

BENUANTA

Rabu, 25 Maret 2020 19:39
Lanjutan Sidang Kasus Sabu 1,9 Kg, Saksi Mahkota Dihadirkan
SIDANG SABU: Terdakwa Bagong di kursi pesakitan saat ditanya majelis hakim dalam lanjutan sidang kasus sabu 1,9 kg, Selasa (24/3).SEPTIAN/KPG

PROKAL.CO, TARAKANLanjutan sidang perkara Bagong, terdakwa sabu 1,9 kg, kembali berlangsung Selasa (24/3) di Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Sapte yang menjadi saksi mahkota dihadirkan dalam sidang perkara tersebut.

Dalam keterangannya, Sapte sempat membantah beberapa keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP). “Barang itu saya tidak tahu isinya apa, tapi si Undu datang terus simpan barang itu di meja,” katanya.

Meski dia tetap berdalih tidak mengetahui barang itu, namun Sapte dalam pengakuan di BAP sempat membongkar isi tas yang berisikan sabu itu. Bahkan, Sapte sempat membagi dua paket sabu.

Kemudian, salah satu paket sabu itu dibawa Sapte dan disimpan di rumah keluarganya. Meski di persidangan, lagi-lagi Sapte membantah bahwa dia tidak tahu isi sabu itu. “Kalau komunikasi dengan Bagong ada, tapi bukan masalah barang ini. Saya komunikasi terkait sabung ayam,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Junaidi menyatakan, saksi Sapte tetap pada pendiriannya bahwa tidak tahu isi barang tersebut. Dia hanya mengetahui ada titipan dari Undu dan akan diserahkan kepada Rahmat.

“Padahal, dia sempat singgung, antar sebagian bungkusan itu ke rumah keluarganya. Sudah dia buka paketannya, tapi bisa-bisanya tidak tahu isi barang itu,” ungkapnya.

Ditambahkan, meski mengaku tidak mengetahui isi paket itu adalah sabu, Sapte malah menyimpan paket itu di belakang mesin cuci. Disinggung hal tersebut, saksi Sapte langsung tidak bisa menjawabnya. “Jadi keterangannya tidak masuk akal. Dia kalau ditanya diam saja,” imbuhnya.

Terhadap komunikasi dengan Bagong, lanjut Junaidi, di BAP Sapte sebagai saksi sempat menyebutkan keterlibatan dari terdakwa Bagong. Namun di persidangan Sapte menyebutkan, hanya berkomunikasi dengan Bagong lantaran ingin pergi ke arena sabung ayam.

Padahal di BAP, Sapte sudah jelas mendapatkan perintah dari Bagong. “Mungkin masyarakat yang bisa menilai atas semua ini. Nanti dihadirkan saksi verbal lisan lagi,” tuturnya.

Sementara itu, penasihat hukum (PH) terdakwa yaitu Zulkifli SH mengaku akan menghadirkan saksi yang meringankan. Saksi itu diketahui melihat langsung ada kekerasan dan tekanan yang dihadapi oleh saksi Sapte.

“Intinya peristiwa demi peristiwa sudah direkayasa untuk menekan Bagong dan target akhirnya adalah Bagong,” singkatnya. (*/sas/kpg/kri/k8)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:16

165 Calon Banpol PP Tak Lolos Tes Fisik

<p><strong>TANJUNG SELOR</strong> &ndash; Sebanyak 165 orang calon anggota Bantuan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers