MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 29 Maret 2020 16:31
Hasil Tes Keluarga Pasien Covid-19 Negatif

Tarakan Tingkatkan Status Jadi Tanggap Darurat Covid-19

Khairul

PROKAL.CO, TARAKAN – Sebanyak 50 petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan yang merawat pasien positif Covid-19, telah menjalani rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya pada Jumat (27/3).

Hasilnya, para petugas kesehatan tersebut dinyatakan negatif corona.“Kemudian hasil foto rontgen dada juga negatif, tidak ditemukan tanda infeksi paru,” kata Direktur RSUD Tarakan Hasbi Hasyim kepada Rakyat Kaltara.

Tes cepat akan dilanjutkan kemarin kepada 45 petugas kesehatan dan pegawai RSUD Tarakan lainnya. Mulai dari perawat hingga petugas kebersihan rumah sakit yang hasilnya kemungkinan baru diketahui hari ini. Sementara rapi test untuk keluarga pasien positif corona, akan diprioritaskan kepada keluarga yang menjaga pasien saat dirawat di rumah sakit.

“Keluarga pasien belum ada dilaporkan. Sementara untuk anak pasien yang menjaga di rumah sakit, sudah dilakukan tes dan hasilnya negatif,” katanya.

Walau demikian, jika tim gugus tugas Covid-19 memutuskan anak tersebut berstatus PDP, maka akan dirujuk ke RSUD Tarakan. Di ruang isolasi Di RSUD Tarakan, ujar dia, memiliki fasilitas 15 bed untuk pasien positif corona, dan 12 bed untuk PDP. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan 27 bed di ruang yang baru, dan mempersiapkan lagi hingga tersedia 75 bed untuk pasien corona, guna mengantisipasi membludaknya pasien. “Setelah itu, siap-siap rumah sakit lain menampung. Di dalam ada alat pendukung seperti emergency kit. Ada juga dua ruangan untuk yang negatif yang terdiri dari 6 bed,” katanya.

PERTIMBANGKAN LOCKDOWN TERBATAS

Sementara itu, Wali Kota Tarakan Khairul, mengimbau masyarakatnya agar tetap tenang namun waspada. Sebab, melihat adanya panic buying, dengan memborong bahan kebutuhan pangan di mini market dan pusat perbelanjaan, disebutnya bukanlah solusi terbaik. Pihaknya, ujar Khairul, sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di beberapa ruas jalan. “Dari awal, jika panik menyikapi masalah ini, tambah tidak menyelesaikan masalah,” katanya.

Khairul juga tengah mempertimbangkan untuk memberlakukan lockdown terbatas. Dirinya masih mempelajari aturannya, karena kebijakan lockdown harus mendapat izin dari presiden melalui menteri dalam negeri. Sebab, untuk menutup bandara dan pelabuhan, menjadi kewenangan pusat. “Kalau pun kita melakukan lockdown, itu adalah semi lockdown. Itu sedang kita pikirkan,” ujar Khairul.

Sebelum melakukannya, pihaknya akan memastikan kemampuan logistik di kota Tarakan, seperti beras dan kebutuhan pangan lainnya. Karena Tarakan bukan daerah penghasil. Karena dengan lockdown selama dua bulan, berarti tidak ada kapal masuk, yang selama ini mendistribusikan barang-barang kebutuhan pangan untuk Kota Tarakan.

“Apakah Tarakan siap? Hal itulah yang harus dicek dulu,” katanya. Namun, Khairul masih berharap lockdown secara mandiri bisa dilakukan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Kalau ada yang dari luar daerah, ya lakukan isolasi mandiri. Kalau dalam situasi tanggap darurat, tentu akan kita lakukan yang lebih keras, akan kita paksa untuk dilakukan isolasi,” tuturnya.

Pihaknya juga telah menaikkan status dari siaga bencana menjadi tanggap darurat bencana non alam covid-19. Status tanggap darurat ditetapkan selama 64 hari atau hingga 29 Mei nanti. Hal itu dilakukan untuk mendukung upaya yang dilakukan Pemerintah Tarakan dalam penanggulangan pandemi virus corona.

“Kemarin kan siaga bencana, untuk persiapan mengantisipasi. Kalau tanggap darurat, sudah penanggulangan dan akan lebih besar kewenangannya untuk melakukan berbagai tindakan di lapangan,” ujar Khairul.

Menurut Khairul, dengan status tanggap darurat bencana ini, Pemkot Tarakan bisa mengambil tindakan ekstrem, tidak lagi sekedar mengimbau. Termasuk melakukan karantina lokal di RT terdampak pasien positif corona yang sedang dilakukan. Selain itu, bisa juga dilakukan isolasi secara paksa hingga pemberlakuan jam malam. Namun, Khairul menegaskan, pemerintah tetap mempertimbangkan sisi positif dan negetif dari setiap langkah yang diambil. (*/sas/mrs/udi)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 18:20

Pos Pengawasan Bakal Ditambah

TANJUNG SELOR – Direncanakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)…

Jumat, 05 Juni 2020 18:18

Masa Berlaku WFH Usai

TANJUNG SELOR – Diberlakukannya work from home (WFH) bagi Aparatur…

Jumat, 05 Juni 2020 18:07

Pasien Sembuh Kini 90 Orang

TANJUNG SELOR – Beberapa hasil sampel, baik dari laboratorium Tes…

Kamis, 04 Juni 2020 17:29

Tarif Speedboat Diusulkan Naik, Ini Kata Kepala Dishub Kaltara

TANJUNG SELOR – Tarif speedboat reguler antar Kabupaten dan Kota…

Kamis, 04 Juni 2020 17:27

Selesaikan Masalah Lahan

TANJUNG SELOR – Sesuai target, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara…

Kamis, 04 Juni 2020 17:16

Pemulangan PMI Lalui Protokol Ketat

TANJUNG SELOR - Pemerintah Malaysia memulangkan ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Kamis, 04 Juni 2020 16:54

Oknum ASN Ajukan Banding

TARAKAN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot…

Rabu, 03 Juni 2020 15:33

Waspadai Transmisi Lokal

TANJUNG SELOR – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara tetap…

Rabu, 03 Juni 2020 15:31

Tim Diberi Waktu Sepekan, Tarakan Siapkan Tahapan Pelonggaran PSBB

TANJUNG SELOR – Penerapan New Normal atau tatanan Normal Baru…

Rabu, 03 Juni 2020 15:25

CJH Harus Berlapang Dada, Ibadah Haji 2020 Resmi Ditiadakan

TANJUNG SELOR – Calon Jamaah Haji (CJH) Indonesia harus berlapang dada, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers