MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Minggu, 29 Maret 2020 16:42
Dua Pelaku Penyebar Hoaks Tentang Corona Diamankan

Diberi Teguran, Dibuatkan Video Klarifikasi

Ilustrasi/Internet

PROKAL.CO, TARAKAN – Informasi hoaks yang sempat beredar di masyarakat terkait meninggalnya pasien positif corona pada Jumat (27/3), langsung ditindaklanjuti Satreskrim Polres Tarakan. Hasilnya, polisi mengamankan dua orang pemilik akun WhatsApp dan Facebook yang diduga sebagai penyebar informasi tersebut. 

Kapolres Tarakan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fillol Praja Arthadira melalui Kaur Bin Ops Satreskrim Iptu Muhammad Aldi menyatakan, pihaknya mendapati adanya laporan penyebaran berita bohong di beberapa media sosial (medsos) terkait meninggalnya pasien positif corona di RSUD Tarakan.

“Beritanya disebar di salah grup Facebook peduli kota Tarakan (PDKT). Yang mana postingan tersebut dianggap sempat menimbulkan kegaduhan di masyarakat, terutama para follower grup tersebut,” ujarnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, lanjut Aldi, pihaknya berhasil mengamankan seorang pria berinisial CA dan seorang wanita berinisial SN. Setelah dilakukan interogasi, CA dan SN mengaku menyebarkan informasi tersebut dikarenakan terbawa suasana antusias memberikan info kejadian corona. Sehingga, kedua terduga langsung menyimpulkan bahwa pasien corona tersebut telah meninggal dunia.

“Untuk tindak lanjut dari kejadian ini kami berikan teguran secara lisan dan membuatkan video klarifikasi bahwa ia telah menyebarkan berita bohong,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga mendata kedua pelaku serta menyimpan bukti pelanggaran. Jika nantinya kedua terduga tersebut melakukan hal yang sama, maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Itu ada di pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” ungkapnya.

Hingga saat ini Satreskrim Polres Tarakan terus melakukan patroli cyber. Tujuannya untuk memantau penyebaran informasi palsu yang dianggap meresahkan masyarakat.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat ketika menerima informasi apapun itu, untuk dicek kebenarannya terlebih dahulu sebelum disebarkan lagi ke orang lain. Karena penyebaran informasi palsu sudah menjadi perhatian sekali. Sedikit saja dipelesetkan, bisa menimbulkan hal yang sangat buruk,” pungkasnya. (*/sas/udi)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 18:20

Pos Pengawasan Bakal Ditambah

TANJUNG SELOR – Direncanakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)…

Jumat, 05 Juni 2020 18:18

Masa Berlaku WFH Usai

TANJUNG SELOR – Diberlakukannya work from home (WFH) bagi Aparatur…

Jumat, 05 Juni 2020 18:07

Pasien Sembuh Kini 90 Orang

TANJUNG SELOR – Beberapa hasil sampel, baik dari laboratorium Tes…

Kamis, 04 Juni 2020 17:29

Tarif Speedboat Diusulkan Naik, Ini Kata Kepala Dishub Kaltara

TANJUNG SELOR – Tarif speedboat reguler antar Kabupaten dan Kota…

Kamis, 04 Juni 2020 17:27

Selesaikan Masalah Lahan

TANJUNG SELOR – Sesuai target, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara…

Kamis, 04 Juni 2020 17:16

Pemulangan PMI Lalui Protokol Ketat

TANJUNG SELOR - Pemerintah Malaysia memulangkan ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Kamis, 04 Juni 2020 16:54

Oknum ASN Ajukan Banding

TARAKAN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot…

Rabu, 03 Juni 2020 15:33

Waspadai Transmisi Lokal

TANJUNG SELOR – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara tetap…

Rabu, 03 Juni 2020 15:31

Tim Diberi Waktu Sepekan, Tarakan Siapkan Tahapan Pelonggaran PSBB

TANJUNG SELOR – Penerapan New Normal atau tatanan Normal Baru…

Rabu, 03 Juni 2020 15:25

CJH Harus Berlapang Dada, Ibadah Haji 2020 Resmi Ditiadakan

TANJUNG SELOR – Calon Jamaah Haji (CJH) Indonesia harus berlapang dada, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers