MANAGED BY:
JUMAT
05 JUNI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

UTAMA

Senin, 30 Maret 2020 15:13
Bulungan Tak Tutup Akses Keluar-Masuk, Ini Alasan Bupati

Jumlah PDP di Tarakan Bertambah

ANTRE : Sejumlah kendaraan mengantre untuk masuk ke kapal feri di Pelabuhan Feri Ancam di Desa Adi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Opsi karantina wilayah atau lockdown dilakukan beberapa daerah. Termasuk Kabupaten Berau yang memutuskan untuk menutup akses keluar masuk, sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.  

Pasalnya, antara Berau dan Bulungan menjadi perlintasan yang sangat strategis. Termasuk untuk pengiriman barang dan sembako, biasanya melalui jalur Berau-Bulungan. Namun langkah lockdown tidak akan diambil Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.

Demikian diungkapkan Bupati Bulungan, Sudjati yang ditemui awak media usai video conference di Gedung Gadis Pemprov Kaltara, Minggu (29/3). Menurut Sudjati, jika lockdown maka perputaran ekonomi di Bulungan akan bermasalah. Terlebih lagi, rata-rata barang dan sembako yang dijual di Bulungan berasal dari daerah lain.

“Kita tidak lockdown. Alasannya dari segi perdagangan kita belum mampu. Kalau nantinya di lockdown, akan sulit perputaran ekonomi di Bulungan,” sebut dia.

Meskipun sudah ada satu warga Bulungan positif Covid-19, namun Sudjati menganggap tidak jadi masalah, bila tidak dilakukan lockdown. “Antisipasi yang kita lakukan, sosialisasi sudah. Termasuk penyemportan disinfektan juga sudah kita lakukan. Kita sudah melaksanakan sejumlah prosedur penanganan. Saya rasa itu akan mencegah penyebaran Covid-19,” tuturnya.

“Jika lockdown, masyarakat akan kesulitan. Pedagang akan mengalami rugi,” tambahnya. Ada sekitar 800 orang yang masuk ke Bulungan. Baik melalui jalur laut atau sungai, darat maupun udara. Masuknya warga tersebut sudah didata dan dipantau.

“Jika ada gejala kita masukan dalam ODP. Apabila kondisi memburuk, maka masuk PDP dan uji sampel. Itu semua sudah kita laksanakan. Dinas terkait juga melakukannya sesuai dengan SOP,” ujarnya.

Bupati membantah terkait adanya isu penutupan Pasar Induk Tanjung Selor. Pemkab belum ada mengeluarkan kebijakan pasar akan ditutup. Sudjati mengimbau, agar pedagang dan pembeli melaksanakan social distancing atau menjaga jarak. Dia juga mengingatkan, agar masyarakat juga tidak membeli barang secara berlebihan.

Sementara itu, dampak pelabuhan Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang ditutup mengakibatkan Pelabuhan Ferry Ancam di Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara, pun diserbu masyarakat yang ingin menyeberang ke Tarakan. Ketua Karang Taruna Ardimulyo, Yosran mengatakan, pendatang yang melalui pelabuhan Ancam merupakan warga dari penutupan Pelabuhan KTT, Sekatak, Sebuku dan wilayah lainnya.

“Secara penangan kita minim fasilitas, ditambah naiknya status positif di Tanjung Selor,” ujarnya. Yosran meminta Gubernur Kaltara untuk segera memberhentikan operasi Pelabuhan dari Tarakan. Demi menjaga kondusifitas wilayah Pelabuhan aAcam. Mengingat Pelabuhan Ancam merupakan akses masuk ke wilayah Bulungan dan sekitarnya. “Menyetop aktifitas pelabuhan di Tarakan, yang dilalui pengguna kita masyarakat kelas bawah meminta kebijakan yang tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, perkembangan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Tarakan bertambah menjadi dua orang hingga Minggu (29/3). Total saat ini ada 10 PDP di isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan Provinsi Kaltara. Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Tarakan, dr Devi Ika Indriarti mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan sampel. Hasilnya, 6 orang negatif, 1 orang positif dan 3 orang menunggu hasil uji sampel dari Balitbankes Surabaya. Untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) pun meningkat menjadi 94 orang.

“Ada 16 orang sudah selesai masa pemantauan. Yang terpantau tersisa 78 orang. Masyarakat yang sudah melaporkan diri di hotline Dinkes 357 orang. Itu semuanya tidak dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Selain itu, jumlah jamaah tabligh akbar yang tiba dari Gowa, Sulawesi Selatan ada 55 orang. Hasil pemeriksaan, 34 orang tidak mengalami gejala penyakit. Sisanya mengalami gejala batuk dan pilek, kini sudah diberikan obat. “Mereka tetap melakukan isolasi mandiri di GOR dan tidak dirawat,” pungkasnya. (fai/*sas/uno2)


BACA JUGA

Jumat, 05 Juni 2020 18:20

Pos Pengawasan Bakal Ditambah

TANJUNG SELOR – Direncanakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)…

Jumat, 05 Juni 2020 18:18

Masa Berlaku WFH Usai

TANJUNG SELOR – Diberlakukannya work from home (WFH) bagi Aparatur…

Jumat, 05 Juni 2020 18:07

Pasien Sembuh Kini 90 Orang

TANJUNG SELOR – Beberapa hasil sampel, baik dari laboratorium Tes…

Kamis, 04 Juni 2020 17:29

Tarif Speedboat Diusulkan Naik, Ini Kata Kepala Dishub Kaltara

TANJUNG SELOR – Tarif speedboat reguler antar Kabupaten dan Kota…

Kamis, 04 Juni 2020 17:27

Selesaikan Masalah Lahan

TANJUNG SELOR – Sesuai target, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara…

Kamis, 04 Juni 2020 17:16

Pemulangan PMI Lalui Protokol Ketat

TANJUNG SELOR - Pemerintah Malaysia memulangkan ratusan Pekerja Migran Indonesia…

Kamis, 04 Juni 2020 16:54

Oknum ASN Ajukan Banding

TARAKAN - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot…

Rabu, 03 Juni 2020 15:33

Waspadai Transmisi Lokal

TANJUNG SELOR – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara tetap…

Rabu, 03 Juni 2020 15:31

Tim Diberi Waktu Sepekan, Tarakan Siapkan Tahapan Pelonggaran PSBB

TANJUNG SELOR – Penerapan New Normal atau tatanan Normal Baru…

Rabu, 03 Juni 2020 15:25

CJH Harus Berlapang Dada, Ibadah Haji 2020 Resmi Ditiadakan

TANJUNG SELOR – Calon Jamaah Haji (CJH) Indonesia harus berlapang dada, untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers