MANAGED BY:
JUMAT
22 JANUARI
UTAMA | BENUANTA | PEMERINTAHAN | PARLEMENTARIA | KALTARA | EKONOMI | KOMBIS | OLAHRAGA

PEMERINTAHAN

Senin, 01 Juni 2020 14:48
Gubernur Usulkan Peningkatan Status Perdagangan Lintas Batas

Perekonomian Kaltara Diprediksi Tetap Tumbuh

PERDAGANGAN: Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat meninjau aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tengkayu I, tahun lalu.

PROKAL.CO,

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Dr H Irianto Lambrie mengusulkan kepada Pemerintah Pusat agar dapat membuka kembali jalur perdagangan lintas batas antara Nunukan, Kaltara dengan Sabah dan Serawak, Malaysia. 

Disebutkan Gubernur, kategori perdagangan lintas batas ini, sedianya harus ditingkatkan dari status regional menjadi lintas batas internasional. “Dengan dijadikannya jalur perdagangan lintas batas internaional, maka kegiatan ekspor-impor sudah bersifat internasional karena melibatkan dua negara. Bukan lagi antara Kaltara dengan Sabah atau Sarawak, tapi antara Indonesia dengan Malaysia,” kata Irianto.

Pentingnya peningkatan level jalur perdagangan lintas batas itu, menurut Irianto akan menguntungkan kedua belah pihak. “Selama ini, sedianya Kaltara bahkan Indonesia dirugikan dengan adanya pembatasan perdagangan yang diterapkan, berupa pembatasan pengeluaran belanja hingga RM 600 (kurang lebih Rp 2 juta; kurs RM 1 = Rp 3.300). Dan, tak dipungkiri juga bahwa Kaltara, khususnya wilayah perbatasan cukup bergantung kepada alur perdagangan di Sabah maupun Sarawak,” urai Gubernur.

Alasan lain akan pentingnya usulan ini diperhatikan, adalah untuk memperlancar perdagangan komoditi perikanan di Kaltara. Khususnya, yang dihasilkan oleh pembudidaya tambak. “Saat ini, karena Malaysia masih lockdown, maka 140 ribu hektare tambak yang sudah berproduksi tak mampu dijual ke Malaysia. Petambak sudah mengeluhkan hal tersebut, termasuk nelayan,” jelas Irianto. Langkah kongkrit harus dilakukan sesegera mungkin pasca lockdown di Malaysia dicabut.

Pertimbangan lain yang menopang usulan itu, adalah prediksi perekonomian Kaltara yang tetap meningkat pada 2020. Dimana, disebutkan Gubernur berdasarkan Laporan Perekonomian Provinsi Kalimantan Utara Februari 2020 yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltara, diprediksi sepanjang 2020, pertumbuhan ekonomi Kaltara akan tumbuh meningkat dibandingkan 2019 dengan range sebesar 6,80 hingga 7,20 persen (yoy). “Pertumbuhan yang kembali meningkat ini diperkirakan bersumber dari berbagai lapangan usaha utama di Kaltara,” ungkap Irianto.

Lebih rinci, lapangan usaha konstruksi diperkirakan masih akan tumbuh tinggi didorong adanya percepatan pembangunan PLTA Sei Kayan yang telah memasuki tahap I untuk proyek sebesar 900 megawatt, rencana konstruksi 2 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) baru di wilayah Kaltara,

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 20 November 2015 18:33

Kelola Potensi SDM untuk Bangun Desa

<p style="text-align: justify;"><strong>TANJUNG SELOR</strong> - Asisten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers